
“Hemm..!! Anak ini, kenapa belum ada peningkatan dalam kultivasinya?” Gumam Xi Juan bertanya-tanya dalam hati.
Tak lama pandangan Xi Juan mengarah ke kakaknya yang masih fokus dengan dirinya sendiri.
“Kak, lihatlah,” ucap Xi Juan menunjuk Lan Yuheng.
Xi Luan yang mendengar itu langsung melirik Lan Yuheng.
Hmm..!!
Xi Luan langsung mengerutkan keningnya saat tersadar jika Lan Yuheng belum mengalami peningkatan.
“Kakak akan memeriksa tubuhnya,” ucap Xi Luan langsung melangkah maju.
Tap tap..!!
Hap..!!
Tangan Xi Luan langsung memegangi punggung Lan Yuheng, tak lama wajahnya semakin berkerut saat merasakan ada sesuatu di dalam tubuh Lan Yuheng.
Melihat wajah kakaknya, Xi Juan langsung bertanya. “Ada apa kak? Apakah ada yang salah?”
Xi Luan langsung bangkit, tanpa banyak kata ia hanya menyuruh adiknya untuk melihat sendiri.
Xi Juan pun langsung membelakangi Lan Yuheng lalu mengalirkan sedikit energinya jiwanya.
Wung..!!
Saat kesadaran jiwa Xi Juan masuk ke dalam tubuh Lan Yuheng, mata Xi Juan sedikit melebar di sertai mulut ternganga.
“Eeh,, apa ini? Siapa yang membuat segel ini?” Gumam Xi Juan melihat adanya bola yang sangat indah dan di dalam bola tersebut ada energi ilahi yang Lan Yuheng serap, hal tersebutlah yang membuat Lan Yuheng tidak mengalami terobosan.
Saat Xi Juan mencoba untuk mendekati bola tersebut, Xi Juan langsung teringat jika ia telah meminta bantuan dari Naga Berlian Langit untuk membantu Lan Yuheng dalam menyerap energi pemberiannya.
“Hemm..!! Jika aku tidak salah, ini pasti bantuan yang di maksud dan aku juga merasakan jika bola ini mengeluarkan energi lalu di salurkan secara perlahan ke dantian dan lautan energi Lan Yuheng. Jadi peningkatan Lan Yuheng akan lambat sampai batas dimana ia bisa menyerap semuanya.” Ucap Xi Juan mengangguk-angguk.
Wuss..!!
Tak lama kesadaran jiwa Xi Juan kembali ke tubuh aslinya.
__ADS_1
“Apa kau dapat menebak apa bola itu Juan'er?” Tanya Xi Luan langsung saat melihat adiknya membuka mata.
Xi Juan mengangguk ringan lalu menjelaskan secara singkat.
...
Waktu terus berlalu, Xi Juan dan Xi Luan terus berlatih di dalam perisai berbentuk bola tersebut, mereka juga menunggu Lan Yuheng tersadar.
Tanpa terasa waktu yang di tentukan di dalam perisai telah tiba.
Secara perlahan perisai tersebut menghilang dan bersamaan dengan itu Lan Yuheng membuka kedua kelopak matanya.
Huss..!!
Mendengar hembusan dari mulut Lan Yuheng, Xi Juan dan Xi Luan langsung melirik Lan Yuheng.
“Hem..!! Perkiraanku benar jika ia tidak akan menerobos saat ini,” gumam Xi Juan dalam hati dan ia mengira jika Lan Yuheng akan menerobos saat sudah berada di Dimensi Alam Dewa, atau setidaknya jika terjadinya pertarungan di Daratan Immortal ini, Lan Yuheng pasti akan mengalami peningkatan. Itulah yang Xi Juan asumsi.
“Akhirnya kau telah selesai Yuheng, jika begitu ayo kita kembali ke Daratan Immortal, kita di sana akan berpamitan dengan beberapa kenalan kita,” ucap Xi Juan.
Tanpa menunggu respon dari Lan Yuheng, Xi Juan langsung yang telah mempelajari cara merobek ruang hampa langsung mengayunkan lengan kanannya.
Crash..!!
Sebuah lubang hitam muncul bersamaan dengan hembusan angin.
“Ayo,” Xi Juan langsung menarik Lan Yuheng menggunakan energinya.
Wuss..!!
Wuss..!!
Terlihat Xi Luan langsung mengikuti dari belakang.
Dret..!!
Setelah masuk ruang hampa, Xi Juan hanya melihat kegelapan tanpa batas. “Hmm..!! Kemana menuju Daratan Immortal?” Gumam Xi Juan kini menggaruk kepalanya, ia bingung mau mengarah kemana saat ini karena baru pertama kalinya mencoba hal seperti ini.
“Bayangkan saja Daratan Immortal lalu robek ruang yang ada di depanmu Juan'er,” ucap Xi Luan lalu menambahkan. “Tapi ini hanya perkiraan, siapa tahu kakak salah tebak.”
__ADS_1
Mendengar itu Xi Juan langsung membayangkan hutan monster.
Crash..!!
Melihat celah tercipta di depannya, Xi Juan pun langsung keluar.
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
“Hahaha,, menggunakan cara ini cepat juga dan terimakasih kak telah memberitahu Juan'er,” ucap Xi Juan tertawa lantang saat melihat dirinya benar-benar muncul di wilayah dalam hutan monster.
Wuss wuss..!!
Saat Xi Juan tertawa, beberapa Binatang Buas langsung mendatangi Xi Juan, Xi Luan dan Lan Yuheng.
Ada juga dua sosok manusia menunggangi dua Serigala emas.
“Eeh,, Nak, kau akhirnya kembali.” Sapa Liu Feng tersenyum ramah di sertai mata sedikit berkaca-kaca.
“Gege.” Terdengar juga suara wanita, suaranya sangatlah kecil lantaran ia malu-malu.
“Eeh,, Patriak Liu, Liu Mei Ling, kalian masih di sini rupanya,” ucap Xi Juan tersenyum kecil.
Mendengar itu, wajah Liu Mei Ling langsung cemberut karena mengira jika Xi Juan mengusirnya atau tidak menginginkan keberadaan mereka.
Heng..!!
Tanpa banyak bicara, Liu Mei Ling langsung pergi bersama Serigala tunggangannya.
“Eeh,, dia ini kenapa sih?” Gumam Xi Juan menggaruk-garuk kepalanya bingung.
“Kakak Juan, Nona Liu itu sedang jatuh cinta dan mengharapkan hadiah darimu, tapi karena ucapanmu tadi dia salah mengartikan. Wanita kan sulit di tebak.” Bisik Lan Yuheng melalui telepati.
Mendengar itu, Xi Juan hanya bisa tersenyum kecil.
“Huuf,, jika begitu mari kita temui Singa Api Merah, kebetulan juga aku memang ingin memberikan Nona Liu hadiah sebagai perpisahan.” Ucap Xi Juan.
Patriak Liu Feng yang mendengar itu sedikit terkejut lantaran salah mengartikan ucapan Xi Juan juga. Tapi ia sama sekali tidak bertanya dan mengikuti langkah mereka dari belakang.
__ADS_1