
“Dasar bocah kurang ajar, aku akan menyiksamu,” teriak Tetua Mu Fan langsung melesat ke arah Lan Yuheng.
Wuss..!!
Brak..!!
Bam..!!
Seketika sebuah tinju dan tombak bentrok secara langsung.
Lan Yuheng langsung mundur beberapa langkah karena apa yang ia duga dari awal ternyata benar jika tetua di depannya ini cocok sebagai bahan latihan untuknya menguasai cara menggunakan energi ilahi.
Sementara Tetua Mu Fan memasang wajah jelek saat di buat mundur secara paksa, bahkan ia terkejut dengan kekuatan energi Lan Yuheng yang sangat besar.
Merasa di permalukan dan tidak terima, tetua Mu Fan kembali melesat ke arah Lan Yuheng.
“Mati,” teriak Tetua Mu Fan.
Gerakan tetua Mu Fan jauh lebih cepat dari sebelumnya. Hal itu membuat Lan Yuheng yang masih belum terlalu banyak mempunyai pengalaman hidup dan mati terlambat menghindar.
Crash..!!
Bam bam bam..!!
Duar..!!
Tubuh Lan Yuheng langsung terlempar jauh ke belakang hingga menabrak puluhan pohon.
Tak mau kehilangan Lan Yuheng karena asap di sekelilingnya masih belum menghilang, tetua Mu Fan pun mengejar Lan Yuheng.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Mata tetua Mu Fan seketika melotot saat melihat pemuda di depannya hanya terluka kecil akibat tebasannya tadi.
__ADS_1
“Tubuh anak ini sangat kuat, akan bahaya jika di biarkan hidup,” gumam Tetua Mu Fan kini dengan niat membunuh yang besar.
Sementara Lan Yuheng kini kembali bangkit. “Sial, serangannya sangat berat, beruntung aku berhasil mengalirkan energiku ke seluruh tubuhku untuk menghindari luka fatal,” gumam Lan Yuheng.
Bukan hanya karena itu saja, ini juga akibat latihan yang di berikan oleh Yang Tan saat Xi Luan di tangkap. Yang Tan merasa jika Lan Yuheng lebih cocok melatih tubuhnya dan menggunakan tangan kosong saat berlatih dari pada menggunakan senjata. Sehingga Yang Tan menyuruh Lan Yuheng lebih fokus ke pelatihan tubuh.
Sret..!!
Saat Lan Yuheng baru berdiri dengan susah payah, sebuah tombak seketika muncul di depannya.
Lan Yuheng yang tidak ingin terkena serangan kedua kalinya langsung melempar dirinya ke arah samping.
Crash..!!
Duar..!!
Tombak Tetua Mu Fan langsung menghancurkan pohon yang ada di belakang Lan Yuheng.
Sementara Lan Yuheng yang telah berhasil menghindar kini muncul di belakang tetua Mu Fan.
“Mampus kau pak tua,” teriak Lan Yuheng kini tak mau jika dirinya saja yang di serang.
Tetua Mu Fan yang merasakan bahaya seketika memiringkan kepalanya.
Bam..!!
Tinju Lan Yuheng langsung melewati kepala tetua Mu Fan dan mengenai udara. Terlihat juga tetua Mu Fan melakukan serangan balasan menggunakan kakinya saat berhasil menghindari tinju Lan Yuheng.
Hal itu membuat Lan Yuheng terlempar sejauh 10 kaki.
Dret..!!
Lan Yuheng langsung menyetabilkan pijakannya.
Huh huh huh..!!
__ADS_1
“Dia sangat berpengalaman, aku harus hati-hati,” gumam Lan Yuheng kini memasang wajah serius.
Sadar tidak mampu melawan tetua Mu Fan walau ia memiliki energi ilahi yang sangat banyak, belum tentu ia bisa membunuh musuh yang memiliki banyak pengalaman pertarungan hidup dan mati.
Otak Lan Yuheng kini bekerja lebih cepat dari biasanya. Tak lama ia tersenyum setelah melihat banyak mayat di balik asap.
Entah mengapa Lan Yuheng mampu melihat dengan jelas walau area ini masih di tutupi asap, sementara musuhnya masih di batasi penglihatannya.
Merasakan jika ini adalah salah satu kemenangan baginya, Lan Yuheng langsung mundur.
Tetua Mu Fan yang melihat Lan Yuheng berusaha kabur tentu saja tidak akan membiarkan musuh yang memiliki potensi bisa membunuhnya di masa depan.
“Sialan, ingin lari, tidak akan aku biarkan,” teriak tetua Mu Fan melesat dengan seluruh kemampuannya saat ini.
Wuss..!!
Crash..!!
Bam..!!
Wajah tetua Mu Fan seketika berubah menjadi jelek saat pemuda yang ia lawan berhasil memanfaatkan asap di sekelilingnya sebagai jalan pintas untuk kabur.
Namun tebakan tetua Mu Fan salah besar jika mengira Lan Yuheng melarikan diri. Karena saat ini Lan Yuheng pasti akan melawan tetua tersebut dengan memanfaatkan asap di sekelilingnya.
***
Cukup jauh dari posisi Lan Yuheng dan tetua Mu Fan.
Xi Juan kini saling tatap dengan orang yang paling kuat.
“Aku tak menyangka jika orang yang menyerang kami sebelumnya hanyalah seorang anak muda,” ucap Jendral Yuan Mo dengan nada datar di sertai jejak wajahnya menunjukkan jijik saat melihat Xi Juan.
Xi Juan yang mendengar itu terlihat santai, bahkan ia mengalihkan pandangannya ke arah Lan Yuheng berada.
Hal itu membuat Jendral Yuan Mo terlihat sangat marah. “Bocah sialan, berani sekali kau mengabaikan ucapan Jendral terhormat ini.” Teriak Jendral Yuan Mo.
__ADS_1
“Seharusnya kau merasa bangga bisa mati di bawah pedangku ini.” Sambung Jendral Yuan Mo terlihat bersiap membunuh Xi Juan.
Mendengar itu, Xi Juan melirik Jendral Yuan Mo. “Mati? Apa kau terlalu banyak makan kotoran Babi sehingga kau terlalu memandang tinggi dirimu,” ejek Xi Juan di sertai senyum dingin.