Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Kepergian Yue Qie dan Janji Xi Juan


__ADS_3

“Hehe,, apa yang aku lakukan?” Xi Juan menaikkan alisnya. “Tentu saja sebagai seorang suami aku harus memenuhi tugasku,” sambung Xi Juan terkekeh kecil.


Wajah Yue Qie semakin memerah, dengan sekuat tenaga ia memukul dada Xi Juan. Namun pukulannya kini tidak terasa bagi Xi Juan.


Xi Juan hanya tersenyum kecil, dengan cepat ia ******* kembali bibir mungil dan tipis Yue Qie.


Em em..!!


Hanya dehaman teredam saja yang terdengar dari mulut Yue Qie yang telah di sumpal oleh mulut Xi Juan.


Setelah mulai terbiasa, tangan Xi Juan kini mulai bergerak ke arah kelinci milik Yue Qie.


******* kecil seketika terdengar, bukannya berhenti, Xi Juan semakin aktip hingga tangan Xi Juan mengarah ke ladang kecil tersembunyi milik Yue Qie.


Senjata pusaka milik Xi Juan seketika berdiri tegak saat melihat ladang kecil yang ia pernah tanamkan benih spesial.


Ah..!!


Teriakan seketika terdengar keras saat Xi Juan mulai bercocok tanam.


Siang harinya, Xi Juan dan Yue Qie terlihat masih tertidur, walau begitu, mereka berdua sudah bangun.


Kini Yue Qie terlihat memeluk tubuh Xi Juan dengan pelukan erat seolah takut di tinggal.


Xi Juan dengan hangat mengusap rambut Yue Qie.

__ADS_1


“Setelah ini kau mau kemana Gege?” Tanya Yue Qie terdengar malu-malu saat memanggil Xi Juan sebutan intim.


“Hemm..!! Aku mau kembali ke Ibukota Awan, apa kau mau ikut?” Jawab Xi Juan lalu bertanya balik.


Yue Qie langsung menggelengkan kepalanya. “Mungkin tidak bisa, karena aku akan pergi menuju Daratan tengah, kakek sudah merekomendasikan diriku di sebuah Sekte ternama dan terkuat di sana,” ucap Yue Qie terdengar sedikit sedih karena enggan terpisah dengan Xi Juan.


“Hemm..!! Kenapa kau tidak bilang jika ingin tetap di sini saja?” Tanya Xi Juan penasaran.


Yue Qie hanya menggelengkan kepalanya. “Masalah keluargaku tidak sebagus yang kau lihat dari luar Gege, jika aku tidak secepatnya kuat, maka keluargaku akan dalam masalah besar nantinya,” ucap Yue Qie terdengar sedih.


Xi Juan yang mendengar itu langsung bangkit. Kini ia memegangi wajah Yue Qie lalu menatapnya dengan tatapan tajam.


“Yakinlah, walau aku saat ini masih lemah. Aku pasti akan kesana menyusulmu lalu menyelesaikan masalah yang kau maksud. Aku tahu kau tak ingin bicara di karenakan kita masih belum terlalu kenal. Tapi karena kau wanitaku. Aku tak akan membiarkan wanitaku sedih atau di ganggu oleh orang. Jika aku mengetahui itu. Kehancuran lah yang akan mereka dapatkan.”


Dengan rapuh Yue Qie memeluk Xi Juan lalu menangis sejadi-jadinya.


“Terimakasih Gege, tapi aku tidak ingin kau-”


Sstt..!!


“Jangan bicara oke,” ucap Xi Juan memotong ucapan Yue Qie dengan senyum hangat.


Kedua pasangan muda tersebut pun terlihat saling memeluk hingga sore hari.


Setelah itu mereka terlihat kembali bergelut sekali lagi lalu membersihkan diri.

__ADS_1


“Gege,, maafkan aku,” ucap Yue Qie langsung memukul pundak Xi Juan saat Xi Juan ingin mengatakan sesuatu.


Bruk...!!


Xi Juan pun langsung pingsan.


Yue Qie yang telah mengenakan gaun indah langsung mengeluarkan sebuah token yang mirip seperti token teleportasi milik Xi Juan.


“Maafkan aku, Klan Yue kami saat ini sangat terpuruk, saking terpuruknya, klan kami pun harus melarikan diri ke sini dan kini saatnya aku untuk membalas dendam, satu-satunya cara adalah dengan semakin kuat,” gumam Yue Qie langsung mengalirkan energi Qi nya kedalam token.


Blush...!!


Wuss..!!


Yue Qie pun langsung menghilang, tak sampai dua detik Xi Juan terbangun.


“Hem..!! Jika tebakanku tidak salah klan Yue pasti di jebak oleh klan tertentu di sana hingga di tekan hingga membuat mereka melarikan diri, atau klan Yue adalah klan yang memegang pemerimtahan Kekaisaran, namun karena sebuah konspirasi, ia di khianati.” Gumam Xi Juan.


Mata Xi Juan seketika bercahaya merah, tanpa sadar aura membunuhnya keluar.


“Hemm..!! Siapapun kalian, jika kalian ingin melukai keluargaku-” Xi Juan tidak meneruskan ucapannya, karena ia kini melesat ke arah bukit yang tidak jauh dari desa


Tap tap..!!


“I..Ini, tempat apa ini? Kenapa tekanan di sini sangat mengerikan?” Gumam Xi Juan kini langsung berlutut, dan saat ini ia tiba-tiba muncul di sebuah Hutan.

__ADS_1


__ADS_2