Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Peningkatan Lan Yuheng


__ADS_3

“Kau tahu aku bukan. Jadi jangan melirikku seolah aku orang lain,” dengus Yang Tan.


Xi Juan hanya diam saja, saat ini ia tidak berniat bermain-main.


“Baiklah kalau begitu, kalian berdua duduk di depanku, aku akan memberikan kalian kekuatan sementara, mungkin ini hanya bertahan beberapa jam saja, tapi aku yakin setidaknya kalian mampu meluluh lantahkan setengah dari Ibu Kota Kekaisaran Yin,” ucap Xi Juan dengan nada serius. Pandangannya mengarah ke Lan Yuheng dan Yang Tan.


Keduanya hanya membelalakkan mata, tapi dengan patuh mereka membelakangi Xi Juan.


Qin Ji yang melihat itu langsung mundur sambil melihat apa yang akan Xi Juan lakukan.


Xi Juan tanpa basa basi langsung duduk di depan Lan Yuheng.


“Pejamkan matamu dan terima energi yang masuk, jangan sampai menolaknya karena itu akan berdampak serius padamu nanti,” ucap Xi Juan memberi peringatan sebelum mengalirkan Energi Ilahi.


Lan Yuheng mengangguk dengan wajah penuh tekad, ia tahu akan merasakan rasa sakit sehingga Xi Juan memberi peringatan terlebih dahulu.


Wung..!!


Argh..!!


Lan Yuheng langsung berteriak keras saat merasakan Energi dalam jumlah besar memasuki tubuhnya.


Terlihat Lan Yuheng menggertakkan giginya mencoba untuk tidak berteriak sambil menahan rasa sakit.


Di sekeliling tubuh Lan Yuheng terlihat cahaya di sertai aura yang menyebabkan tekanan dan badai kecil.


Yang Tan yang mencoba untuk menahan tekanan tersebut langsung berkeringat dingin.


Urgh..!!

__ADS_1


“Sialan, dari mana bocah ini mendapatkan Energi Ilahi yang sebanyak dan semurni ini,” teriak Yang Tan dengan tatapan tak percaya.


“Kau cepat pergi dari sini, aku tak bisa melindungimu lagi,” ucap Yang Tan melirik ke arah Qin Ji.


Qin Ji sedikit terkejut saat mendengar Yang Tan bisa bicara bahasanya, selama ini ia mengira Xi Juan berkomunikasi menggunakan bahasa binatang buas melalui telepati.


“Cepat, jangan diam saja,” teriak Yang Tan.


Qin Ji seketika tersadar, dengan cepat ia berlari keluar.


Wung wung..!!


Bom..!!


Tak lama setelah keluarnya Qin Ji, suara dengungan terdengar keras di sertai ledakan yang cukup besar.


Yang Tan terlihat terlempar juga. “Apa-apaan ini, ini terlalu mengerikan,” ucap Yang Tan tak percaya saat melihat ke arah atas.


Bam bam bam..!!


Karena Energi yang masuk berlebihan, secara spontan Lan Yuheng menerobos hingga mencapai Ranah Saint Puncak.


Bam..!!


Terdengar lagi suara ledakan dari dalam tubuh Lan Yuheng.


Dret..!!


Tak lama muncul Kesengsaraan petir tepat di atas Lan Yuheng dan Xi Juan.

__ADS_1


Lan Yuheng langsung membuka matanya lalu melihat ke arah atas. Xi Juan pun juga melihat ke arah atas.


“Hemm..!! Dalam catatan yang ada di buku cincin penyimpananku, Petir yang bewarna biru ini cukup langka, walau hanya 3 kali sambaran yang akan di terima, tapi setiap petirnya sangat mengerikan. Jadi hati-hatilah,” ucap Xi Juan ke arah Lan Yuheng.


Lan Yuheng mengangguk penuh tekad di sertai senyum bahagia. “Aku tak akan mengecewakan pemberianmu ini Kakak Juan,” ucap Lan Yuheng.


Xi Juan langsung melesat ke arah Yang Tan.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Hemm..!! Bukankah kau bilang energi yang kau berikan hanya pinjaman yang bertahan selama beberapa jam, tapi mengapa ia bisa menerobos semengerikan ini dan ini tidak kekuatan pinjaman?” Tanya Yang Tan kini melirik Xi Juan.


“Aku juga tidak tahu, mungkin karena energi ilahi yang aku berikan terlalu berlebihan, dan juga walau ia saat ini berada pada Ranah Tyrant ⭐ 2 Awal, kekuatannya setara dengan Ranah Holy Dao ⭐ 6.” Ucap Xi Juan dengan nada percaya diri.


“A..Apa?” Ucap Yang Tan dengan nada terkejut tak percaya sama sekali.


“Jangan terkejut, itu karena energi ilahi pinjaman yang aku berikan masih di dalam dantian miliknya,” ucap Xi Juan dengan nada santai sambil melirik Yang Tan yang kini terlihat bersemangat.


“Apa kau sudah siap?” Tanya Xi Juan.


“Hehe tentu saja aku sudah tidak sabar melihat seberapa besar tingkatanku nanti, dan seberapa besar aku mampu melawan musuh nanti,” ucap Yang Tan.


Goar..!!


Yang Tan langsung meraung tanda ia sedang bahagia.


“Ayo menjauh dari sini, biarkan Yuheng fokus menghadapi Kesengsaraannya,” ajak Xi Juan.

__ADS_1


Dengan cepat Xi Juan menyelimuti tubuh Qin Ji dan Yang Tan.


Wuss..!!


__ADS_2