Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Menggali Informasi dan Benua God


__ADS_3

Tanpa rasa kasihan, Xi Juan langsung menarik rambut Shen Zu dan menyeretnya menuju Liu Sao San dan pelayannya.


Tap tap..!!


***


“I..Ini,”


Terdengar suara dari Liu Sao San yang terlihat menutup mulutnya saat ia melihat kondisi Shen Zu.


Bahkan pelayannya tak kalah terkejut.


“Tu..Tuan, kenapa anda menyerangnya, apa anda tidak tahu siapa ayahnya?” Ucap sang pelayan dan kini melirik ke arah Xi Juan.


Mendengar itu, Xi Juan tentu saja mengerutkan keningnya.


“Tentu saja aku tidak tahu, karena aku bukan berasal dari sini,” jawab Xi Juan dengan nada santai.


“Eeh,, lalu dari mana anda berasal sehingga tidak mengenal ayahnya?” Tanya sang pelayan penasaran.


Tap tap..!! Bruk..!!


Xi Juan tidak langsung menjawab, ia terlihat menyeret Shen Zu dan langsung melemparnya ke dalam bangunan yang pintunya telah Xi Juan hancurkan.

__ADS_1


Setelah itu, Xi Juan pun melirik kakaknya. “Apa penghuni sini semuanya sangat bodoh kak? Kenapa mereka tidak mempersilahkan tamu untuk duduk lebih dahulu baru bertanya, atau mengajak ke tempat yang nyaman untuk berbicara. Tapi malah mereka seperti orang idiot yang terus berdiri.” Tanya Xi Juan.


Xi Luan hanya mengangkat bahunya.


Sementara sang Pelayan yang mendengar itu, seketika tersadar jika saat ini mereka ada di depan pintu.


“Ah,, maafkan akan ketidak sopanan saya Tuan, jika begitu silahkan ikuti saya ke tempat Tuan muda saya tinggal.” Ajak sang pelayan terlihat ingin mengiring Xi bersaudara.


Tapi Xi Juan langsung menolak dan mengatakan jika di dalam sana sudah cukup.


Alhasil, beberapa menit kemudian, kini terlihat Xi bersaudara, Liu Sao San dan sang pelayan duduk saling berhadapan.


...


“Jadi, beritahu kami tempat ini, apakah tempat ini sebuah Dimensi, Benua atau Alam Semesta.” Ucap Xi Juan sambil melirik sang Pelayan.


“Tempat kita tinggal ini dapat di katakan Benua dan Alam Semesta.” Ucap Sang pelayan.


“Kenapa bisa di katakan kita tinggal di Benua, karena memang kita ada di Benua God saat ini.” Sambung sang Pelayan.


Sang Pelayan juga menjelaskan jika bukan hanya satu Benua saja, melainkan ada 5. Kelima benua ini saling terhubung satu sama lain.


Karena kelima Benua ini saling terhubung, orang-orang pun memanggilnya dengan sebutan Alam Semesta Kegelapan.

__ADS_1


Tidak sampai di sana, Sang pelayan kembali menjelaskan hal yang paling peling umum, yaitu di setiap Benua memiliki Penguasa masing-masing, salah satunya Benua God yang di kuasai oleh Klan Shen.


“Jadi, pemuda yang telah kalian lumpuhkan ini memiliki seorang ayah yang memiliki kekuatan cukup di takuti, ia seorang tetua di salah satu cabang klan Shen. Jika ayahnya tahu putranya dalam kondisi seperti ini, maka kalian akan di buru oleh seluruh Cabang klan Shen.” Ucap sang Pelayan memberitahu Xi bersaudara.


“Alangkah baiknya kalian bersembunyi sebelum ayahnya mengetahui ini, dan jika bisa, tolong bawa Tuan mudaku juga.” Sambung sang pelayan, terlihat ia memanfaatkan kesempatan ini agar saat keduanya melarikan diri, Tuan mudanya ikut pergi.


Tapi Xi bersaudara yang di peringati terlihat santai saja.


“Jadi begitu ya, apa hanya ini saja pengetahuanmu tentang Benua God ini?” Tanya Xi Juan dengan nada santai.


“Eeh,, maaf Tuan, apa kau tidak takut di buru oleh Cabang Klan Shen, walau hanya Cabang, kekuatan mereka sangatlah mengerikan. Melihat kekuatan kalian yang saat ini, hanya satu dari pasukan elit mereka, sudah mampu membunuh kalian berdua.” Ucap sang pelayan terkejut saat melihat reaksi Xi bersaudara.


Sang pelayan juga tidak berniat merendahakan kekuatan Xi bersaudara, tapi memang itulah kenyataannya.


Dari yang Sang pelayan lihat, Xi bersaudara hanya berada di tahap Houtian tingkat 5. Itu memang cukup kuat, tapi masih tidak mampu mengimbangi kekuatan para tetua cabang rata-rata di Tahap Xiantian.


Perlu di ketahui, jarak antara tingkatan Houtian dan Xiantian sangatlah jauh. Jika di bandingkan, 1 orang di tahap Xiantian Tingkat 1 saja, mampu mengimbangi 20 Houtian tingkat 9, itulah perbedaan Tahap Houtian dan Xiantian.


...


Kembali sang pelayan yang mengajukan pertanyaan.


“Tentu saja kami akan kabur setelah melihat kekuatan mereka yang tidak mampu kami hadapi dan juga aku kesini untuk mencari informasi, bukan kesini untuk di khawatirkan.” Jawab Xi Juan.

__ADS_1


Terlihat tangan Xi Juan terangkat untuk menyuruh sang pelayan diam. “Akan lebih bagus jika kau menjelaskan semua pengetahuan yang kau ketahui kepada kami, dari pada bicara tidak jelas tentang amarah Cabang klan Shen, kau tidak takut, larilah dari sini atau apalah itu, aku tidak peduli.” Ucap Xi Juan terdengar serius.


“Karena jika kami bisa mendapat semua informasi tentang Benua ini, seperti kota, wilayah, individu yang tidak terikat, serta informasi kekuatan para klan besar maupun klan kecil, maka kami akan tahu cara kami menangani Cabang klan Shen jika mereka benar-benar mengejar kami.” Sambung Xi Juan di sertai senyuman kecil.


__ADS_2