
“Sialan,” teriak Shen Lian mengibaskan kipasnya untuk menahan serangan Xi Juan.
Trank..!! Trank..!!
Sret..!!
“Sialan, bagaimana bisa kekuatan pisiknya begitu kuat dan juga jumlah energinya begitu banyak, padahal tingkat kultivasinya sangat rendah,” umpat Shen Lian yang kini terhempas mundur sejauh 10 meter.
Terlihat kipas milik Shen Lian juga sedikit sobek oleh sebuah pedang kayu, hal tersebut membuat Shen Lian semakin tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Sementara di tempat Xi Juan, ia yang melihat musuhnya mampu menahan serangannya, langsung sadar jika musuhnya sangat kuat, namun merasa tidak mempunyai banyak pengalaman bertarung seperti dirinya.
“Hemm..!! Dia sangat kuat, bahkan umurnya pun masih sangat muda, berbeda dengan diriku yang sudah mencapai usia ribuan tahun,” gumam Xi Juan dalam hati.
“Aku juga sangat beruntung, jika saja aku tidak memiliki pengalaman puluhan tahun bertarung melawan monster di Dimensi ini, mungkin saja aku akan langsung di kalahkan olehnya,” sambung Xi Juan.
Tanpa mengulur waktu lagi, dengan cepat Xi Juan melesat ke arah Shen Lian.
Dret..!!
Wuss..!!
Dalam sekejap Xi Juan muncul di depan Shen Lian dan langsung mengayunkan pedangnya di saat masih melayang di udara.
Slash..!!
Shen Lian yang sudah waspada sedari awal pun terlihat bersiap menyerang juga dengan mengayunkan kipasnya.
Sret..!!
Tepat di saat kipas Shen Lian terbuka, sebuah serbuk beterbaran ke arah Xi Juan, yang membuat mata Xi Juan terpejam lantaran perih.
Memanfaatkan kesempatan tersebut, Shen Lian pun memutar lengannya dan langsung mengayunkannya ke arah Xi Juan yang kini gagal fokus.
“Mati,” teriak Shen Lian tersenyum lebar.
Sret..!!
Trank..!!
__ADS_1
Tapi senyuman Shen Lian harus sirna di saat tangan kiri Xi Juan menahan kipas miliknya.
“I..Ini,” ucap Shen Lian terkejut dan tidak menyangka jika musuhnya bisa menggunakan pedang ganda.
Xi Juan yang dalam keadaan mata terpejam, terlihat memanfaatkan pendengaran untuk menahan serangan dadakan musuh dan langsung mengeluarkan pedang kayunya untuk menahan serangan musuh.
“Heh,, aku sudah sering mengalami kejadian seperti ini di dalam hutan,” ejek Xi Juan menyeringai tipis.
Walau dalam keadaan mata terpejam, kini Xi Juan langsung membungkukkan badannya dan langsung maju dua langkah agar jaraknya dengan Shen Lian semakin dekat.
Setelah jaraknya sudah dekat, Xi Juan langsung mengayunkan kedua pedang kayu dalam kecepatan luar biasa.
Slash slash..!!
Trank..!!
Crash..!!
Argh..!!
Terlihat Shen Lian dengan cepat menahan serangan Xi Juan, namun walau begitu, Shen Lian hanya mampu menahan satu tebasan pedang milik Xi Juan saja, sementara tebasan pedang keduanya tepat mengenai dada Shen Lian.
Tidak berhenti sampai di sana saja, Xi Juan yang mendengar teriak kesakitan musuhnya, kembali mengayunkan pedangnya dengan cara memutar tubuhnya untuk mengalihkan pandangan musuh, agar mengira Xi Juan mundur.
Crash crash..!!
Argh..!!
Mata Shen Lian hanya bisa melotot tak percaya saat ia kembali terkena tebasan pedang musuh.
Padahal ia mengira Xi Juan tadi akan mundur, tapi ternyata itu hanya tipuan saja.
...
Kini terlihat kedua tangan Shen Lian hampir putus seutuhnya akibat terkena tebasan pedang Xi Juan.
Sementara Xi Juan yang sudah bisa membuka matanya, kini melihat ke arah musuhnya.
“Hemm..!! Sudah ku duga ia memang kuat, padahal aku mengira kedua tangannya tadi telah terpotong,” gumam Xi Juan.
__ADS_1
Sadar akan berbahaya membiarkan musuhnya kabur, Xi Juan pun mengalirkan lebih banyak energinya ke kakinya dan langsung melesat.
Wuss..!!
Crash..!! Bruk..!!
Alhasil, dalam sekali lesatan, kepala Shen Lian langsung melayang oleh tebasan Xi Juan.
Terlihat juga Xi Juan yang melewati musuhnya, kini berdiri tegap sambil membelakangi musuhnya.
“Hoho,, aku yakin jika ada orang yang melihat ku membunuh musuhku tadi, aku yakin mereka akan kagum,” gumam Xi Juan terdengar bangga akan caranya membunuh musuh di saat-saat terahir.
Tap tap..!!
Setelah memasukkan kedua pedang kayunya, Xi Juan langsung membalik badan dan mendekati mayat Shen Lian.
Tanpa basa basi ia langsung menjarah semua harta milik Shen Lian dan hanya menyisakan pakaian yang ia kenakan saja.
Setelah itu, Xi Juan langsung bergerak ke arah gerbang kota.
Wuss..!! Wuss..!!
Tap tap..!!
Tepat di saat Xi Juan sampai, Xi Juan melihat kakaknya dalam kondisi jubah memiliki banyak terkena sayatan, namun tidak memiliki luka di tubuhnya.
Pandangan Xi Juan pun mengarah ke banyak sekali mayat dari musuhnya yang dalam keadaan mati dalam sekali tebasan.
Terahir, pandangan Xi Juan mengarah ke Shen Zu yang berlutut dengan kedua tangan terpotong.
“Kenapa kakak tidak membunuhnya?” Tanya Xi Juan penasaran.
“Kita membutuhkan informasi darinya mengenai Dimensi ini, atau mungkin saja tempat ini bukan dimensi, melainkan Benua bahkan Alam Semesta.” Jawab Xi Luan datar.
“Kita juga membutuhkan tentang dunia luar, karena selama ini kita hanya berada di dalam hutan. Sementara kakak tidak yakin jika kedua orang yang kita temui tadi bisa memberikan infomasi akurat, lantaran mereka seperti tahanan di kota ini.” Sambung Xi Luan menjelaskan adiknya.
Xi Juan pun mengangguk paham. “Jika begitu, ayo kembali orang tua itu, karena ia akan menjadi penerjemah kita satu-satunya,” ajak Xi Juan sambil melangkah mendekati Shen Zu yang pingsan.
Sret..!!
__ADS_1
Tanpa rasa kasihan, Xi Juan langsung menarik rambut Shen Zu dan menyeretnya menuju Liu Sao San dan pelayannya.
Tap tap..!!