Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Menuju Daratan Barat dan Sebuah Keberuntungan


__ADS_3

“Baiklah mumpung Yang Tan sudah sampai, kami akan langsung berangkat,” ucap Xi Luan langsung ke intinya.


Yang Tan yang mendengar itu langsung mengerutkan keningnya. Ia saat ini bingung kenapa harus pergi dari sini.


Melihat reaksi Yang Tan, Singa Merah pun langsung menjelaskan.


Setelah mengerti, ia kini tersenyum tipis, ia sangat mengingat apa yang klan Xin lakukan sebulan lalu, dan rencananya ia akan melakukan balas dendam.


...


“Baiklah, aku akan menyuruh Singa Ekor Pedang mengantar kalian, tapi tujuan kalian bukan lagi Daratan Timur, melainkan Daratan Barat, di sana sangat bebas, pembunuhan di sana sudah menjadi makanan sehari-hari mereka. Jadi kalian harus hati-hati.” Ucap Singa Merah dengan nada serius.


Xi Luan dan Yang Tan mengangguk santai, sementara Xi Juan tersenyum senang saat mendengar kata bebas.


“Baiklah, ayo antar kami menuju Daratan Barat itu, aku tidak sabar ingin melihat seperti apa para kultivator yang ada di sana,” ucap Xi Juan sambil melirik Singa Ekor Pedang.


Tak lama mereka pun berangkat ke Daratan Barat.


Tak lupa Singa Merah memberikan beberapa pembekalan untuk Xi bersaudara. Walau di dalam cinci penyimpanan Xi Bersaudara ada banyak sekali harta pemberian guru mereka, Xi Bersaudara jarang menggunakannya.


Itu karena mereka tahu pemberian guru mereka sangat beharga dan belum saatnya di gunakan.


Wuss wuss..!!


Kini Xi Luan, Xi Juan, Yang Tan melesat mengikuti Singa Ekor Pedang dengan kecepatan penuh milik Xi Juan.

__ADS_1


Tak sampai 3 hari, mereka pun telah sampai Wilayah pinggiran Hutan Monster.


“Aku hanya bisa mengantar kalian sampai sini, kalian hanya perlu lurus saja, maka akan ada Kota Menengah yang kalian temukan,” ucap Singa Ekor Pedang.


Tanpa menunggu jawaban, Singa Ekor Pedang kembali masuk ke kedalaman Hutan Monster.


Xi Juan, Xi Luan dan Yang Tan kini saling pandang.


“Baiklah, agar tidak terjadi kekacauan yang tidak berguna, aku akan berubah saja menjadi kecil,” ucap Yang Tan.


Yang Tan pun mulai menyusut layaknya Bayi Harimau Taring Pedang.


Wuss..!!


Yang Tan pun langsung masuk ke dalam jubah Xi Juan lalu tertidur santai.


“Hmm..!! Ayo kak,” ajak Xi Juan langsung melesat lurus seperti yang di beritahu Singa Ekor Pedang.


Wuss wuss..!!


Baru beberapa menit mereka melesat, mereka tiba-tiba berhenti.


“Apa kau dengar itu Ju'er?” Ucap Xi Luan.


“Hmm..!! Ayo kita kesana, ini juga pinggiran Hutan Monster, jadi wajar manusia ada kesini untuk berburu.” Balas Xi Juan.

__ADS_1


Mereka pun melesat ke arah suara yang sedikit cukup jauh.


Trank trank..!!


Bom..!!


Saat Xi Juan dan Xi Luan sampai, mereka mengintip melalui semak-semak.


“Eehh,, seragam itu, bukankah itu Sekte itu,” ucap Xi Juan seketika tersenyum dingin.


“Tunggu dulu Ju'er kita lihat dulu jalannya pertarungan,” ucap Xi Luan menghentikam adiknya.


Saat ini ada seorang pemuda menggunakan baju lusuh sedang melawan 5 murid sekte Racun.


“Haha,, menyerahlah Lan Yuheng, kau tidak akan pernah menang melawan kami,” ejek salah satu murid Sekte Racun.


“Heng,, dari dulu kalian sangat pengecut dan licik, bahkan saking pengecutnya kalian, keluargaku kalian hancurkan menggunakan sekte tempat kalian masuk,” dengus Lan Yuheng dengan mata memerah.


“Haha,, siapa suruh ayah dan ibumu menolak untuk bergabung dengan klan Xin ku,” teriak pemuda yang bernama Xin Deng, ia kini tersenyum bahagia melihat penderitaan Lan Yuheng.


“Aku juga tidak akan puas sebelum menyiksamu hingga menderita,” ucap Xin Deng dengan penuh kebencian terhadap Lan Yuheng.


“Kalian berempat, cepat lumpuhkan dia, jika kalian berhasil melumpuhkannya, ayahku akan memberikan kalian hadiah,” ucap Xin Deng dengan angkuh.


Keempat murid sekte Racun langsung melesat ke arah Lan Yuheng yang telah memasang kuda-kuda.

__ADS_1


Prok prok..!!


Seketika sebuah suara tepuk tangan menghentikan langkah keempat murid Sekte Racun.


__ADS_2