
Dengan cepat Xi Juan menyelimuti tubuh Qin Ji dan Yang Tan.
Wuss..!!
Tap tap..!!
Xi Juan, Qin Ji dan Yang Tan muncul cukup jauh dari wilayah pinggiran Hutan Monster tempat mereka tadi.
Kini Xi Juan membawa keduanya ke wilayah tengah.
“Kau menjauh lebih dulu, aku takut kau nanti akan terluka jika terlalu dekat.” Ucap Xi Juan menyuruh Qin Ji.
Qin Ji sedikit ragu, ia melirik banyak sekali Binatang Buas sedang bersembunyi dan kini mengepung tempat mereka.
“Jangan takut, mereka semua tidak ada yang berani menyentuhmu, percayalah padaku,” ucap Xi Juan yang langsung mengerti.
Qin Ji mengangguk percaya, dengan cepat ia berlari ke arah barat.
Wuss wuss..!!
Melihat Qin Ji telah menjauh, pandangan Xi Juan mengarah ke Yang Tan, yang telah siap dari pertama ia datang.
Saat Xi Juan akan melangkah. Xi Juan merasakan Singa Api mendekat bersama bawahannya.
Wuss wuss..!!
“Apa ini perbuatanmu bocah?” Tanya Singa Api tanpa basa basi.
Xi Juan hanya melirik Singa Api Merah. “Hemm..!! Aku tak punya banyak waktu menjelaskanmu, tunggu setelah masalahku selesai baru kau bertanya,” ucap Xi Juan dengan nada datar.
Singa Api Merah sedikit cemberut, tapi ia hanya bisa mengangguk saat melihat wajah Xi Juan terlihat tidak main-main.
Ia juga melihat amarah serta dendam di wajah Xi Juan.
“Kalian semua kembalilah dan perintahkan yang lain untuk berjaga di setiap perbatasan Wilayah Hutan, aku merasakan firasat buruk kali ini,” ucap Singa Api Merah memberi perintah.
Mereka semua pun melesat ke berbagai arah, sementara Singa Api Merah ke tempat Qin Ji berada.
...
Sementara Xi Juan kini telah mengalirkan Energi Ilahinya ke punggung Yang Tan yang telah berubah wujud menjadi Harimau Taring Pedang.
Urgh..!!
Yang Tan langsung menggertakkan giginya saat merasakan tubuhnya mau hancur akibat energi yang masuk.
__ADS_1
“Sial, Energi Ilahi ini jauh lebih murni dan padat dari yang aku pikirkan. Terlebih bocah sialan ini pasti sengaja mengalirkan Energinya secara berlebihan,” gumam Yang Tan langsung mengutuk Xi Juan dalam hati.
30 menit berlalu.
Bam bam bam..!!
Uhuk..!!
Darah seketika menyembur dari mulut Yang Tan setelah melakukan terobosan berlebihan.
Namun Xi Juan terlihat tidak menghentikan saluran yang ia alirkan.
“Tahan, tetap konsentrasi, jika tidak kau akan terluka lebih parah lagi,” ucap Xi Juan melalui telepati.
Yang Tan hanya diam sambil berusaha menahan rasa sakit.
...
Singa Api Merah yang melihat apa yang Xi Juan lakukan hanya bisa melototkan mata dengan mulut terbuka lebar.
“Lu..Luar biasa, energi ini sangat besar dan murni, dan dari mana bocah ini mendapatkan Energi Ilahi yang begitu banyak?” Ucap Singa Api Merah kagum di sertai bingung, karena setahunya guru Xi Juan tidak mungkin memberikan Xi Juan Energi Ilahi, ia tahu betul itu.
“Apakah ini pemberian dari Leluhurnya,” sambung Singa Api Merah memikirkan Tuannya.
Ia kembali menggeleng. “Huuf lebih baik aku bertanya nanti saja setelah masalahnya selesai,” gumam Singa Api Merah.
Di tempat Lan Yuheng kini Lan Yuheng memandang ke arah atas sambil mengarahkan tinjunya ke petir biru yang menyambar.
Jder..!!
Duar..!!
Tubuh Lan Yuheng langsung terlempar ke bawah hingga menyebabkan kawah cukup dalam akibat benturan tubuhnya.
“Urgh,, sial, petir pertama saja sekuat ini, bagiamana petir kedua dan terahir,” gumam Lan Yuheng sedikit mengutuk Kesengsaraan petirnya sendiri.
Tapi tak lama Lan Yuheng tersadar. “Aku tak boleh mengeluh, Kakak Juan telah memberikan aku kekuatan ini, aku tak boleh mengecewakannya,” gumam Lan Yuheng mencoba menyemangati dirinya.
Dengan susah payah ia bangkit sambil membersihkan debu yang ada di seluruh jubahnya.
“Ayo keluarkan yang lebih kuat lagi, apa hanya ini saja yang kau bisa brengsek,” teriak Lan Yuheng mengarah ke atas.
Jder..!!
Jder..!!
__ADS_1
Tak lama petir biru yang tadinya hanya sedikit, kini mulai berkumpul menjadi satu.
Glek..!!
Lan Yuheng menelan ludah saat melihat gumpalan Petir yang sangat besar kini bersiap menyambarkan.
“Aku tak boleh menyerah,” gumam Lan Yuheng langsung melayang ke atas.
“Ayo, aku sudah siap.” Teriak Lan Yuheng.
Seolah mendengar teriakan Lan Yuheng, Kesengsaraan Petir Lan Yuheng langsung melesat turun.
Jder..!!
Tanpa bisa menghindar atau mencoba melawan, tubuh Lan Yuheng langsung di sambar petir.
Duar..!!
Kawah yang tadinya cukup dalam kini membentuk sebuah jurang akibat tabrakan tubuh Lan Yuheng.
Uhuk..!!
Lan Yuheng memuntahkan banyak darah saat ia membuka matanya.
Tubuh Lan Yuheng kini terlihat memprihatinkan. “Apakah hanya sampai sini sana batasanku?” Gumam Lan Yuheng mencoba untuk tetap tersadar.
Karena sudah tidak punya tenaga, Lan Yuheng terlihat memejamkan matanya.
“Tidak, aku tidak boleh menyerah dan menyia-nyiakan kesempatan yang telah Kakak Juan berikan,” teriak Lan Yuheng.
Tanpa sadar tubuh Lan Yuheng bercahaya.
Duar..!!
Wuss..!!
Lan Yuheng langsung melayang ke atas dengan sendirinya. “Apa ini, apakah ini Energi yang Kakak Juan berikan?” Ucap Lan Yuheng saat merasakan Energi yang familiar kini menyelimuti seluruh tubuhnya.
Jder..!!
Tanpa sadar Petir ketiga langsung menyambar tubuh Lan Yuheng. Namun ia kini sama sekali tidak merasakan rasa sakit, ia malah merasakan rasa nyaman.
“Eeh..!!” Mulut Lan Yuheng sedikit terbuka tak percaya.
“Luar biasa.” Ucap Lan Yuheng langsung mengarahkan pandangan ke tengah Hutan Monster.
__ADS_1
“Energi kuat serta tekanan ini, mungkin Tuan Yang Tan masih menyerap energi yang kakak Juan berikan,” ucap Lan Yuheng melesat ke arah sana.