Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Mengerjai Singa Api Merah dan Pergi Menyelamatkan Yang Tan dan Qin Ji


__ADS_3

Patriak Liu Feng yang mendengar itu sedikit terkejut lantaran salah mengartikan ucapan Xi Juan juga. Tapi ia sama sekali tidak bertanya dan mengikuti langkah mereka dari belakang.


Tap tap..!!


Tidak sampai 5 menit, Xi Juan, Xi Luan dan yang lainnya sampai di kediaman milik Singa Api Merah.


Xi bersaudara kini melirik ke arah kawah yang terlihat subur berada di bawah.


“Hemm..!! akhirnya kau datang juga bocah-bocah sialan,” ucap Singa Api Merah langsung berdiri.


Tak lama tubuhnya mulai membesar di sertai auranya ikut meledak.


Hawa panas seketika terasa di sekitaran kawah, namun anehnya mereka semua tidak merasakan kepanasan, melainkan rasa nyaman.


Xi Juan yang melihat raut wajah Singa Api merah penuh dengan tekanan langsung muncul di depannya.


“Apa yang membuatmu tertekan seperti ini senior?” Tanya Xi Juan memiringkan kepalanya.


Bukannya marah lantaran tahu jika Xi Juan mempermainnkannya. Kini Singa Api Merah membelalakkan matanya saat ia tidak bisa melihat pergerakan dari Xi Juan, bukan hanya itu saja, ia tidak bisa melihat tingkat kultivasi Xi Juan.


Karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Singa Api Merah langsung mengayunkan cakar kanannya untuk mencoba membuktikan dugaannya memang benar salah.


Dret..!!


Wuss..!!


Xi Juan yang melihat itu hanya diam saja, sementara di kejauhan Liu Mei Ling yang melihat Xi Juan ingin di serang oleh Singa Api Merah langsung berteriak.


“Apa yang anda lakukan Guru, jangan melukai Gege.”

__ADS_1


Liu Mei Ling melesat ke arah Singa Api Merah dan Xi Juan.


Terlihat juga Liu Feng ikut bergerak ke arah Xi Juan untuk mencoba membantunya.


Namun langkah mereka sedikit terlambat, saat kedua ayah dan putri itu akan sampai, cakar kanan Singa Api Merah langsung menghantam tubuh Xi Juan.


Bam..!!


Duar..!!


Tubuh Xi Juan langsung terhantam ke tanah hingga membuat lubang yang cukup dalam.


Singa Api Merah yang melihat itu seketika menjadi panik lantaran Xi Juan tidak menghindarinya.


“Guru,, apa salah Gege, kenapa? Kenapa kau memukul Gege,” teriak Liu Mei Ling langsung turun dan mencoba menarik tubuh Xi Juan.


Singa Api Merah yang panik terlihat tidak tahu harus menjawab apa kepada muridnya ini, ia juga mendapat tatapan tajam dari Liu Feng dan beberapa bawahannya.


Tapi tak sengaja pandangannya mengarah ke Lan Yuheng yang terlihat santai sambil mengupil, ia juga kini sedang terbaring-baring di atas rumput yang terasa sejuk.


Merasa ada yang tidak beres, pandangan Singa Api Merah mengarah ke Xi Luan, ia melihat Xi Luan tengah duduk dalam posisi bersila sambil memejamkan matanya tanpa beban.


“Eeh,, kenapa aku merasa ada yang tidak beres?” Gumam Singa Api merah mencoba berpikir.


Tidak sampai beberapa menit, Singa Api Merah tersadar jika saat ini Xi Juan pasti mempermainkannya.


“Sialan,” teriak Singa Api Merah langsung menerjang ke arah Xi Juan.


Wuss..!!

__ADS_1


Bam..!!


Singa Api Merah yang mencoba memukul Xi Juan kembali langsung meledak dan berubah menjadi batang pohon.


“Bocah sialan, berani sekali kau mengerjaiku,” teriak Singa Api Merah terlihat benar-benar marah saat ini.


Jika saja ia tidak melihat saudara Xi Juan yang terlihat santai, ia tak akan curiga seperti ini. Karena ia tahu betul watak kedua adik kakak ini yang saling menyayangi satu sama lain.


Liu Mei Ling yang awalnya ingin memarahi gurunya kini membeku saat ia kini sedang memegang sebuah batang pohon kayu di pangkuannya.


Wajah Liu Mei Ling pun ikut berubah ganas lantaran malu, ia malu di lihat semua orang yang ada di sini karena apa yang ia lakukan tadi.


Bukan hanya Liu Mei Ling, bahkan para bawahan Singa Api Merah yang awalnya ikut iba kini terlihat kesal karena merasa di permainkan.


...


Sementara Xi Juan yang bergerak ke arah barat, tentu saja mendengar teriakan Singa Api Merah, tapi ia terlihat tidak peduli sama sekali.


Langkah Xi Juan terus bergerak dengan santai.


Wuss wuss..!!


“Hehe,, aku yakin mereka semua pasti akan menghajarku saat kembali, tapi itu urusan nanti, karena aku harus menjemput Yang Tan dan Qin Ji yang sedang dalam bahaya.” Ucap Xi Juan.


Mata Xi Juan terlihat bersinar saat ini, dan jauh di arah barat ia melihat Yang Tan dan Qin Ji di kepung oleh pasukan Iblis.


Dua dari mereka Xi Juan kenal sebagai Jendral Iblis.


Dulu saat Xi Juan berhadapan dengan Raja Iblis, ia telah menandai semua Jendral Iblis yang ikut bersama Raja Iblis dan kini ia telah menemukan dua dari mereka.

__ADS_1


“Hehe,, Iblis sialan, aku tak akan puas jika tidak menyiksa kalian,” kekeh Xi Juan dengan wajah seringai kejam.


__ADS_2