
“1 juta 100 Batu kristal tingkat rendah,” ucap Xi Juan menaikkan sebelah alisnya.
Wajah Han Wen kini semakin memerah, saking merahnya kini keluar asap.
Xi Juan hanya santai saja sambil mengelitik telinganya, saking enaknya Xi Juan mendengkur beberapa kali.
Sementara Xi Luan hanya menggelengkan kepalanya, setelah itu ia berdiri sambil memejamkan matanya.
Untuk Lan Yuheng, Yin Jing dan Yin Jian, entah mengapa mereka kini berusaha menahan tawa saat Xi Juan tanpa takut memeras patriark klan Han beserta Pangeran Yin Ming.
Han Wen yang tidak bisa lagi menahan emosinya langsung mengeluarkan pedangnya. Ingin rasanya ia mencincang Xi Juan tapi ia tahu tidak bisa melakukannya di sini.
Wuss..!!
Setelah mengeluarkan pedang yang menjadi senjata andalannya, Han Wen melempar cincin penyimpanan miliknya.
Dengan senyum lebar Xi Juan menangkap lalu melihat isinya, setelah menjumlahkan total semua sangat pas, yaitu 1 juta batu kristal tingkat rendah, jika di jual semua sumberdaya yang ada di dalam cincin tersebut.
“Hem,, mana seratus batu kristal tingkat rendah lagi?” Pinta Xi Juan mengulurkan tangannya.
Han Wen melirik adiknya, ia tahu jika ia menimpali Xi Juan atau merasa keberatan, maka jumlah kompensasinya akan bertambah.
Dengan berat hati Han Wang melemparkan cincin penyimpanan yang terselip di jarinya.
__ADS_1
Setelah Xi Juan melihat semuanya, ia mengangguk.
Kini tatapan Xi Juan melirik Yin Ming yang tersenyum tipis.
Xi Juan tahu jika Yin Ming ini tidak sesederhana yang terlihat sehingga Jendral Yin Feng pun tidak berani bertindak sembarangan.
“Hemm..!! Kau harus memberitahu bawahan bodohmu ini jika ia ingin mencariku lagi, maka ia harus menyiapkan lebih banyak hartanya,” ucap Xi Juan dengan santai.
Yin Ming yang mendengar itu mengangguk santai saat mendengar ejekan Xi Juan. “Kau tenang saja bocah, setelah ini mereka pasti akan mencarimu.” Balas Yin Ming terang terangan.
Tak lama Yin Ming langsung pergi bersama dua pengawalnya yang selalu bersembunyi di balik bayangannya.
Han Wen yang juga mengikuti sempat melirik Xi Juan dengan tatapan membunuh.
...
“Ayo berangkat, kita harus cepat karena aku ingin melaporkan masalah tentang mengamuknya Penguasa Hutan Monster.” Ajak Jendral Yin Feng.
Mendengar itu, Xi Juan sedikit mengerutkan keningnya, sementara Xi Luan yang di tempel oleh Yin Jing membuka matanya.
Tidak ada yang menyadari reaksi dari keduanya kecuali Guru Yin Jing, guru Yin Jing saat ini bersembunyi di balik bayangan Yin Jing.
Tentu Xi bersaudara menyadari Lou Feng, tapi mereka pura-pura tidak menyadarinya.
__ADS_1
“Hemm..!! Bocah ini sepertinya mengetahui penyebabnya,” gumam Lou Feng, tapi ia tidak berniat memberitahu kecurigaannya terhadap muridnya.
...
Setelah sehari berada di Kota Han, kelompok Yin Jing kembali melanjutkan perjalanan mereka ke Ibukota Kekaisaran Yin.
Selama perjalanan kini semua orang mengetahui sedikit tentang sifat Xi Juan, di kota manapun ia istirahat, maka akan selalu terjadi sedikit kekacauan akan ulahnya.
Kini entah berapa banyak musuh yang Xi Juan buat, walau Xi Juan sadar akan menjadi incaran mereka, ia sama sekali tidak peduli. Sama halnya dengan Xi Luan.
Satu bulan telah berlalu.
“Woah,, jadi ini Ibukota Kekaisaran Yin,” ucap Xi Juan tersenyum penuh makna.
“Hei bocah, jangan membuat masalah disini, jika kau membuat masalah aku tidak akan segan-segan menghajarmu,” dengus Yin Jian menatap Xi Juan dengan tatapan kesal.
Xi Juan dan Yin Jian selalu beradu mulut saat di perjalanan selama sebulan ini. Jadi itu terdengar biasa di telinga semua kelompok Yin Jing.
Tap tap..!!
“Baiklah jika begitu, kita berpisah sampai di sini saja, kami akan mencari penginapan serta mencari sebuah Paviliun tempat menjual hartaku,” ucap Xi Juan langsung menghentikan langkahnya sebelum sampai gerbang Ibukota.
Yin Jing yang mendengar itu melirik Xi Luan dengan tatapan sedikit khawatir dan enggan untuk berpisah.
__ADS_1