Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Serangan Tiba-Tiba dari Tingkat Tyrant 7


__ADS_3

Tak lama setelah itu, para tetua klan Yue yang tahu adanya jalan bawah tanah langsung menggempur salah satu yang mereka yakini lorong hingga membuat jalur untuk melakukan pengejaran.


Tak sampai beberapa menit, ledakan dan guncangan kecil tercipta.


Shen Ju yang telah melarikan diri mengabaikan itu, karena ini bukan masalahnya lagi.


Saat Shen Ju ingin ke arah sebuah restaurant, tiba-tiba sebuah tangan muncul lalu mendekap Shen Ju masuk kedalam kegelapan lorong.


Hemm hem..!!


Shen Ju berusaha melepaskan diri dan mencoba untuk menyerang orang yang membekapnya.


“Sttt, ini aku,” bisik suara yang familiar bagi Shen Ju.


Melihat Shen Ju tenang, Xi Juan melepas tangannya dari mulut Shen Ju.


“Jangan berisik, ada beberapa orang yang saat ini sedang mengikutiku,” bisik Xi Juan yang tahu siapa orang yang mengikutinya.


Shen Ju mengangguk ringan, ia kini mencoba melihat wajah Xi Juan yang tertutup topi petani. Tetap saja tidak bisa melihat wajah Xi Juan secara keseluruhan, terutama matanya.


Tapi satu hal yang ia yakini, pemuda misterius di depannya ini sangat tampan, bahkan melebihi dirinya.


“Baiklah langsung saja, mana bagianku,” ucap Xi Juan mengulurkan tangannya.


“Hei hei,, santai sedikit. Kita belum berkenalan dan juga seperti janji, kita akan bekerjasama,” ucap Shen Ju dengan nada serius.


Xi Juan tetap mengulurkan tangannya yang membuat Shen Ju sedikit kesal, entah mengapa ia tidak bisa mengelabui pemuda di depannya ini.


Dengan berat hati ia memberikan bagian Xi Juan.


Melihat jumlah yang ia dapat lumayan banyak, Xi Juan tersenyum tipis. “Senang berbisnis denganmu, lain kali aku akan mencarimu.”


Wuss..!!


Xi Juan langsung menghilang di balik kegelapan gedung-gedung tinggi yang tidak mampu menyinari tempat mereka berada.


“Sial, aku bahkan belum tahu namanya,” gumam Shen Ju menghela nafas.


Dengan berat hati Shen Ju pergi meninggalkan wilayah pinggiran kota awan dan menuju pusat.


Tak lama setelah kepergian kedua pemuda tersebut, muncul sosok bayangan.


“Hem,, apa yang Nona Yue Qie katakan benar jika ada orang di balik Tuan muda Shen Ju,” gumam sosok bayangan tersebut kembali menghilang.


Setelah sosok bayangan tersebut menghilang, Xi Juan yang tidak benar-benar pergi kini muncul kembali.


“Sial, benar apa yang di katakan kakak jika wanita itu tidak sesederhana yang terlihat,” gumam Xi Juan langsung pergi ke arah suara pertarungan.


...


Bom bom bom..!!


Wilayah luar kota Awan, tepatnya pinggiran Hutan Monster.

__ADS_1


Saat ini pertarungan sengit terjadi antara pasukan utama milik Klan Bangsawan Tang yang saat ini di kepung.


Wuss..!!


Trank..!!


Tetua Yue Tian yang mengayunkan tombaknya kini bentrok dengan patriak Tang We.


Terlihat jelas jika patriak Tang We di buat mundur oleh Tetua Yue Tian.


“Sial, perbedaan kami terlalu jauh,” gumam Patriak Tang We yang hanya memiliki Ranah Monarch ⭐ 3 Awal.


Dengan cepat Patriak Tang We membalik badan mencoba untuk melarikan diri, tapi saat melihat ke arah belakang, tubuh patriak Tang We kini bergetar hebat saat melihat kepala putranya Tang Ren di pegang oleh Patriak Yue Han.


“Sialan kalian, kalian telah menjebak kami dengan alasan yang tidak jelas, aku tidak terima, mati kalian semua,” teriak Patriak Tang We langsung menerjang ke arah Patriak Yue Han.


Wuss..!!


Jlep..!!


Baru saja ia melangkah, sebuah tombak lebih dulu menancap dari arah belakang dan tepat di jantung Patriak Tang We.


Urgh..!!


Patriak Tang We langsung jatuh tertunduk, ia mencoba mengangkat kepalanya. “Ini semua salah paham, ada orang yang memfitnah kami, kalian semua telah di bodohi oleh Klan Wei dan Klan Jin.”


Bruk..!!


“Hem..!! Walau kami aku tahu pun kalian tetap akan aku musnahkan. Terlebih klan kalian sangat merusak nama baik para Bangsawan di kalangan masyarakat,” dengus Patriak Yue Han.


Yue Han tahu semua kelakuan bejat klan Bangsawan Tang, tapi ia mencoba menutup mata dan menunggu saat yang tepat untuk memusnahkan mereka.


Tap tap..!!


“Ayah, ada surat dari Kaisar Yin Long,” ucap Yue Qie langsung memberikan surat berupa gulungan.


Yue Han langsung membukanya lalu melihat isinya yaitu Kaisar Yin Long memintanya untuk menghadap serta meminta penjelasan mengapa ia ingin memusnahkan klan Bangsawan Tang.


“Kalian jangan sisakan barang satupun milik klan Bangsawan Tang, klaim juga semua yang ada di kediaman mereka. Aku telah rugi banyak,” ucap Patriak Yue Han kepada para tetua.


Patriak Yue Han pun langsung terbang bersama Yue Tian dan satu lagi yang menjadi Jendral sama seperti Yue Tian.


Wuss wuss..!!


***


Di kejauhan, Xi Juan yang melihat pertarungan telah usai kini melihat ke arah Yue Qie, ia ragu untuk mendekati wanita tersebut.


“Sial, lain kali saja aku mencoba bicara dengannya,” gumam Xi Juan mencoba melangkah.


Tapi secara tak sengaja ia menginjak sebuah tupai yang membuat tupai tersebut berteriak kesakitan.


Para prajurit klan Yue langsung melihat ke arah atas, tepatnya ke sebuah pohon yang cukup tinggi.

__ADS_1


Tapi mereka tak dapat melihat apa-apa.


Para tetua yang masih disana juga ikut melihat dan mencoba mengedarkan kesadaran mereka. Tetap sama saja, mereka tak menemukan hal yang janggal.


Sementara Yue Qie seketika tersenyum tipis, dengan cepat ia pergi ke arah kota, lalu membuat jalan memutar.


Wuss..!!


Wuss..!!


Saat Xi Juan sedang berlari dan berhasil lepas, ia tiba-tiba merasakan bahaya.


Dengan cepat Xi Juan memutar tubuhnya kakinya menyentuh batang pohon lalu melempar diri ke samping.


Jlep jlep..!!


Seketika 4 belati langsung menancap di pohon yang Xi Juan coba lewati tadi.


Pandangan Xi Juan mengarah ke sosok wanita bercadar yang kini melayang di atasnya.


Melihat jika wanita tersebut melayang, tanpa terasa tubuh Xi Juan berkeringat dingin. “Bukankah kau hanya Ranah Nirwana saat aku melihatmu, kenapa saat ini kau telah berada di tingkat Immortal?” Tanya Xi Juan mencoba untuk tetap tenang.


“Hem..!! Dugaanku ternyata benar jika orang yang telah mengambil kesucianku adalah bajingan yang tak tahu malu,” ucap Yue Qie dengan nada dingin.


Wuss..!!


Yue Qie melesat ke arah Xi Juan sambil mengayunkan beberapa belati.


Wuss wuss wuss..!!


Xi Juan yang melihat kecepatan belati tersebut langsung memusatkan energi Qi ke kakinya lalu melompat untuk menghindar.


Dengan cepat Xi Juan berguling-guling di tanah. Saat Xi Juan mencoba bangkit, sebuah kaki terlihat tepat di depan wajahnya.


“Sial, wanita ini sangat kejam dan dingin,” gumam Xi Juan menyilang kedua tangannya.


Bam..!!


Duar..!!


Tubuh Xi Juan yang terlempar langsung menabrak pohon hingga tumbang.


Urgh..!!


Xi Juan langsung memuntahkan seteguk darah. “Tingkat Ranah Tyrant ⭐ 7 Puncak,” ucap Xi Juan terkejut saat merasakan tendangan Yue Qie.


Yue Qie yang mendengar itu terdiam saat ia melangkah ke tempat Xi Juan.


“Hem,, menarik, kau dapat melihat tingkat Ranahku yang sebenarnya saat merasakan pukulanku,” ucap Yue Qie.


Yue Qie kembali berjalan ke arah Xi Juan yang kini mencoba bangkit.


“Baiklah apa maumu dengan mencoba menyerangku?” Tanya Xi Juan begitu polos dan pertanyaan ini adalah sebuah bumerang baginya.

__ADS_1


__ADS_2