Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Pertarungan Pertama Melawan Manusia


__ADS_3

“Dasar sialan, berani sekali dia membuat orang yang pertama kali ku temui dan lawan bicara ku ketakutan, sudah bosan hidup juga mereka,” ucap Xi Juan dengan nada dingin.


Tanpa basa basi Xi Juan langsung terbang menuju gerbang kota.


Dret..!! Wuss wuss..!!


...


Sementara di gerbang kota, terlihat para pasukan klan Shen yang berjumlah 20, sebagian dari mereka pada bergeletakan lantaran sudah mabuk berat.


Sebagian lagi bersadar di dinding dan sisanya yang berjumlah 2 orang berdiri dengan wajah dingin.


Salah satu dari mereka yang memasang wajah dingin, terlihat sangat marah.


“Liu Sao San sialan, kenapa kau lama sekali,” teriak pria paruh baya yang terlihat berumur 40 tahun bernama Shen Zu.


“Mungkin bocah sialan itu lagi tidur,” ucap Shen Lian terdengar memprovokasi rekannya.


Shen Lian ini terlihat memiliki wajah yang polos, namun di balik wajah polosnya, ia sangatlah licik dan berbahaya dalam bersilat lidah.


“Apa, si bocah sialan itu perlu di beri pelajaran rupanya, berani sekali dia tidur di saat aku datang,” raung Shen Zu yang langsung termakan provokasi wakil kapten Shen Lian.


Melihat Kaptennya yang bodoh dan dengan mudah termakan provokasinya, Shen Lian langsung mengibaskan kipasnya dan menutup setengah wajahnya di bagian mulut.


“Kenapa tidak kita bunuh saja dia Tuan muda, dengan begitu kita pasti tidak akan di tugaskan ke tempat terpencil ini lagi.” Bisik Shen Lian.


Di karenakan sedang mabuk dan termakan provokasi Shen Lian dari awal, kini mata Shen Zu seketika bersinar merah.


“Kau benar juga, lebih baik aku bunuh saja bocah itu, toh tidak ada yang tahu ia mati,” ucap Shen Zu menyeringai dingin.


“Yups,, benar sekali Tuan muda, tunggu apalagi, ayo saya bantu membunuh pelayannya dan anda membunuh Liu Sao San.” Ucap Shen Lian terlihat memasang senyuman licik.


Terlihat dari awal jika Shen Lian ini memang merencanakan ini semua, ia juga yang telah menyuruh para pasukan mabuk saat di kota tadi sebelum menuju kesini.

__ADS_1


Karena menurut Shen Lian, dengan pikiran yang campur aduk, akan membuat rencana Shen Lian berjalan lancar dalam memberikan Shen Zu perintah.


...


Kembali ke Shen Zu, ia yang mendengar ajakan Shen Lian pun langsung mengangguk dan terlihat akan melesat ke arah Istana.


Dret..!!


Wung..!!


Boomm..!!


Namun sebelum Shen Zu dan Shen Lian bergerak, sebuah siluet terlihat muncul di depan mereka dan langsung menghantam keduanya.


Beruntung Shen Zu dan Shen Lian dengan sigap mengalirkan energi mereka dan langsung menyelimuti tubuh mereka untuk bertahan.


Tap tap..!!


Shen Zu dan Shen Lian yang melihat sosok asing muncul dan berbicara bahasa yang tidak mereka mengerti, langsung memasang sikap waspada.


“Siapa kau?” Tanya Shen Zu dengan nada dingin.


“Hemm..!! Orang ini berhaya, akan lebih baik aku melarikan diri dari sini, aku tak ingin nyawaku yang berharga mati dengan sia-sia.” Di saat bersamaan Shen Lian terdengar bergumam dan berencana untuk lari dari tempat tersebut.


Sosok Shen Lian ini adalah sosok parasit, ia hanya berani memanfaatkan pihak yang menang saja dan menindas yang lemah, namun sangat takut kepada sosok yang kuat.


...


“Tuan muda, tidak perlu bertanya kepadanya, ia pasti musuh, langsung saja kita serang dia,” bisik Shen Lian.


Shen Zu pun mengangguk.


“Baiklah, kau bangunkan yang lain, aku akan menahannya terlebih dahulu,” perintah Shen Zu.

__ADS_1


Setelah memberi Shen Lian perintah, Shen Zu langsung melesat ke arah Xi Juan yang berdiri dengan gagah sambil melipat kedua tangannya di dadanya.


Melihat Shen Zu melesat ke arahnya, Xi Juan terlihat santai, malah ia fokus kepada Shen Lian.


“Hemm..!! Sungguh licik, ingin memanfaatkan rekannya agar bisa melarikan diri ya, tak akan ku biarkan hama seperti dirimu hidup lebih lama,” dengus Xi Juan.


Dret..!!


“Mati,” teriak Shen Zu mengayukan pedangnya dengan cara menusuknya ke arah dada Xi Juan.


Dengan cepat Xi Juan memutar tubuhnya ke samping untuk menghindar dan langsung melesat melewati Shen Zu.


Wuss..!!


Melihat musuh melewatinya begitu saja dan malah ingin mengejar Shen Lian, wajah Shen Zu langsung memerah kesal, lantaran menduga jika rencananya ingin membangunkan bawahannya di ketahui.


Padahal Xi Juan ingin mengejar Shen Lian yang ingin melarikan diri.


“Aku serahkan si bodoh itu kepadamu kakak,” teriak Xi Juan kini melesat menuju luar kota.


Wung..!!


Tidak sampai beberapa detik, Xi Juan langsung muncul di depan Shen Lian.


“Hehe,, mau lari kemana kau hama sialan,” kekeh Xi Juan sambil mengayunkan pedangnya ke leher Shen Lian.


Shen Lian yang melihat kecepatan Xi Juan, langsung melebarkan matanya.


“Sialan,” teriak Shen Lian mengibaskan kipasnya untuk menahan serangan Xi Juan.


Trank..!! Trank..!!


Sret..!! Tap tap..!!

__ADS_1


__ADS_2