Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau

Perjalanan Dewa Pembantai Dan Dewa Pengacau
Berita Poster Buronan Xi Juan


__ADS_3

“Ada apa paman? Apa kau mengenalinya? Jika ia maka bawa aku kesana karena aku ingin memberinya pelajaran,” ucap Yin Jie saat melihat raut wajah Jendral Ling Feng.


Jendral Ling Feng langsung menggelengkan kepalanya. “Aku tidak mengenalnya, tadinya aku mengira ia adalah sosok yang aku kenal puluhan tahun silam. Tapi saat sadar akan usianya, aku rasa orang yang baru saja ingin mengintip mu bukanlah orang yang aku kenal tuan putri,” jawab Jendral Yin Feng terlihat serius.


Putri Yin Jie menatap wajah Jendral Yin Feng selama beberapa detik, tak lama ia langsung mengangguk.


“Niatku untuk mandi di sini telah hilang paman, kita lebih baik kita kembali ke Istana saja.”


Yin Feng pun langsung mengangguk lalu pergi untuk menyiapkan kereta milik Kekaisaran Yin.


...


Wuss..!!


Bam..!!


Sementara di tempat yang tak di kenal, tubuh Xi Juan menabarak tanah dengan cukup keras.


Urghh..!!

__ADS_1


“Sial,, kenapa nasibku sial, pertama wanita dingin yang tak aku tahu jalan pikirannya, lalu kedua wanita yang sedikit berbisa,” gumam Xi Juan langsung menepuk-nepuk pantatnya yang berdebu akibat benturan tadi saat terjatuh.


“Hemm..!! Dimana ini?” Pandangan Xi Juan mengarah ke suasana kota yang telah hancur.


“Apakah ini kota mati?” Tanpa membuang waktu, Xi Juan melompat ke atas setinggi yang ia bisa.


Bam..!!


Kaki Xi Juan langsung mendarat dengan santai saat ia telah melihat suasana kota yang sudah hancur dari atas.


“Menurutku Ibukota Awan ada di sana, karena Hutan Monster ada di sana,” gumam Xi Juan langsung mengetahui samar-samar kemana ia terlempar.


Dengan cepat Xi Juan melesat ke arah yang ia duga ibukota Awan.


Satu minggu telah berlalu.


“Kakak Luan, kemana kakak Juan? Kenapa ia lama sekali kembali?” Tanya Lan Yuheng terdengar sedikit khawatir.


“Benar, apa ia tidak di tangkap karena mencoba menyusup ke tempat Tuan putri Yin Jie? Saat ini poster Tuan muda Juan telah menyebar ke seluruh kekaisaran dengan harga yang cukup fantastis,” sambung Qin Ji sedikit khawatir.

__ADS_1


Keduanya terus bertanya dan berharap Xi Luan menjawab, walau mereka tahu akan berahir kecewa. Karena Xi Luan kini sedang berkultivasi, tapi mereka berharap Xi Luan mendenegarkan lalu menjawab pertanyaan mereka.


“Kalian berdua jangan khawatirkan dia, dia bisa menjaga diri, lebih baik selesaikan latihan kalian agar aku bisa bebas,” dengus Yang Tan langsung cemberut ke arah Lan Yuheng dan Qin Ji.


Sementara Xi Luan yang di tanya hanya diam sambil tetap memejamkan matanya.


Tak lama, aura di sekitar tubuh Xi Luan berubah, udara di tempat mereka langsung berubah tak karauan.


Lan Yuheng dan Qin Ji merasa sesak nafas akibat tekanan aura yang berubah, mereka juga sulit bergerak bebas akibat udara yang terlihat seperti badai kini berputar-putar.


Bam..!!


Bam..!!


Xi Juan langsung membuka matanya. “Saint ⭐ 1 Awal,” gumam Xi Juan langsung tersenyum tipis.


“Selamat kakak Luan, karena telah menerobos ke Ranah Saint,” ucap Lan Yuheng dan Qin Ji ikut merasa senang.


Xi Luan langsung menatap kedua pasangan tersebut dengan senyum hangat. Lalu pandangan Xi Luan mengarah ke Yang Tan. “Bagaimana? Apa saja kekacauan yang buat anak itu selama aku berkultivasi?” Tanya Xi Luan serius.

__ADS_1


“Huuf aku tidak tahu secara garis besarnya. Yang pasti Tuan Putri Kekaisaran Yin atau putri Kaisar Yin telah membuat poster buronan yang kurang pasti,” desah Yang Tan melempar selembaran berisi poto dan beberapa kata.


Setelah membacanya, Xi Luan sedikit mengeryitkan alisnya. “Aku yakin ini ada campur tangannya dengan Yin Jing,” ucap Xi Luan datar.


__ADS_2