
“Hemm..!! Aku yakin kau pasti ingin menanyakan kabar Juan'er bukan?” Ucap Xi Luan datar.
Yue Qie sedikit mengangguk karena selama ini ia tidak pernah bisa melupakan sosok pemuda yang periang tersebut, di samping itu ia juga takut jika Xi Juan mendatanginya, ia takut Xi Juan terluka.
Tapi kini kekhawatirannya sirna saat melihat sosok yang mirip Xi Juan membunuh Master Sekte Pedang Awan seolah membelikkan telapak tangan.
...
“Kau jangan khawatir, adik ku itu jauh lebih kuat dariku, dan jika ia mau, ia bisa menghancurkan Daratan ini,” ucap Xi Luan langsung menyelimuti tubuh Yue Qie menggunakan energinya.
“Untuk saat ini kau kembalilah ke keluargamu, beritahu mereka yang berada di luar untuk berkumpul, karena jika tidak, aku tak akan bertanggung jawab saat kau mendengar kematian anggota keluargamu,” ucap Xi Luan dengan nada datar.
Yue Qie sedikit bingung dengan ucapan Xi Luan, ia juga sedikit canggung karena tampang Xi Luan terlalu dingin terhadapnya.
Xi Luan yang menyadari itu hanya bisa diam. Tak lama ia berkata. “Tak lama lagi kau akan mendengar jerit teriakan di sertai darah berceceran dimana-dimana, aku yakin kau pasti paham maksudku, dan kau juga dapat tenang, tidak akan ada yang bisa menyakitimu selagi energi yang aku berikan masih menyelimuti tubuhmu.”
Wung..!!
Tanpa menunggu respon Yue Qie, Xi Luan langsung menghilang dari tempatnya.
Yue Qie hanya bisa membeku. “I..Ini, apakah akan ada pembantaian?” Gumam Yue Qie sedikit merinding.
Tanpa menunggu waktu lama, ia pun langsung pergi untuk memberitahu anggota klannya untuk kembali berkumpul di satu tempat, ia takut jika terlambat, maka salah satu anggota keluarga akan ikut terbunuh nanti.
Wuss..!!
***
Dret..!!
Xi Luan muncul tepat di tengah-tengah alun-alun Sekte.
Blush..!!
Xi Luan langsung memusatkan kesadarannya untuk menandai siapa yang pantas ia bunuh. Setelah merasa yakin. Xi Luan langsung mengangkat jari telunjuknya.
“Moonlight Technique.”
“ Gerakan keempat, Thousand Energy Sword,” gumam Xi Luan datar.
Wung..!!
Tak lama sebuah energi seketika tercipta dalam bentuk bola kecil.
Wung wung..!!
Namun secara perlahan bola energi tersebut membesar hingga menyamai Bulan.
Semua murid maupun penetua yang melihat itu tercengang saat melihat sebuah fenomena tak lazim.
__ADS_1
Kini mereka semua berkumpul melihat fenomena tersebut.
“Hei,, apa kau tahu apa itu?” Tanya salah satu murid berpakaian hitam kekuningan.
“Aku tak tahu, baru kali ini aku melihat hal seperti ini,” jawab temannya.
“Hemm..!! Apakah kini bulan berganti kemunculan? Biasanya Bulan akan muncul saat malam hari, namun ini masih siang.” Ucap penetua Agung bingung di sertai takjub.
Namun tak lama, matanya seketika melotot seakan keluar. Bukan hanya Penetua Agung saja, para penetua maupun murid kini melotot tak percaya.
“Lari selamatkan diri kalian.”
Entah siapa yang berteriak, namun kini semua penghuni sekte mulai berhamburan, bahkan penduduk kota yang ikut melihat itu kini ikut berlarian menyelamatkan diri.
Sementara bulan atau tak lain bola energi yang Xi Luan ciptakan kini berubah menjadi ribuan pedang energi.
Terlihat jari telunjuk Xi Luan masih terangkat ke atas. Tak lama jarinya langsung menunjuk ke bawah. Bersamaan dengan itu, ribuan pedang tersebut langsung melesat ke bawah layaknya anak panah.
Wuss wuss..!!
Wuss wuss..!!
Jlep jlep jlep..!!
Crash..!!
Argh..!!
Penetua Agung yang melihat pedang energi tersebut berjatuhan hanya bisa membeku di tempatnya, ia kini memberanikan diri melirik ke arah sampingnya.
Terlihat banyak sekali rekannya mati dengan mata melotot tak percaya, bahkan murid-murid sekte juga berteriak meminta tolong.
Anehnya Penetua Agung melihat kemana murid berlari, pedang tersebut ikut mengejar kemanapun hingga murid tersebut mati.
Kini Penetua Agung tersadar jika pedang tersebut seolah memiliki kesadaran yang mengejar targetnya.
Tap tap..!!
Dengan langkah kaki bergetar Penetua Agung mencoba untuk membuktikan dugaanyanya dan apa yang ia duga ternyata benar.
“I..Ini, siapakah orang yang bisa melakukan ini? Ini sungguh mengerikan, ini bukan lagi pembunuhan, melainkan pembantaian.” Gumam Penetua Agung langsung jatuh tertunduk lesu.
Tidak sampai lima menit, jerit teriakan mereda.
Xi Luan yang melihat itu hanya memasang wajah datar. Tak lama ia pun kembali menghilang dari tempatnya lalu melakukan hal yang sama di seluruh Daratan Tengah.
Tidak sampai satu hari, semuanya selesai.
Kini Daratan Tengah jatuh dalam keheningan di sertai teror. Mereka yang selamat kini mulai bersembunyi di rumah mereka masing-masing.
__ADS_1
Mereka takut kejadian tersebut akan kembali terulang.
...
Kediaman Klan Yue.
Kini semua anggota klan Yue hanya bisa menatap Yue Qie dengan pandangan ngeri sekaligus takjub.
“I..Ini, apa yang sebenarnya terjadi Qie'er, kenapa kau tidak mau menjelaskannya kepada kakek?” Tanya Kakek Yue Qie.
“Benar Qie'er, beritahu ayah apa yang sebenarnya terjadi? Kau yang menyuruh kami berkumpul karena akan ada kejadian mengerikan yang tidak bisa kita lupakan. Terlebih ini jauh dari kata mengerikan, ayah yakin tidak akan bisa melupakan kejadian hari ini termasuk semua orang yang masih hidup?” Sambung Yue Han, ayah dari Yue Qie.
Yue Qie yang terus di desak untuk menjawab tak tahu harus menjawab apa. Karena ia juga terlihat shok dengan apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri, ia sadar akan terjadi pembantaian. Namun ia tak menduga pembantaian yang ia duga melebihi imajinasinya.
“I..Ini, perbuatan seseorang yang baru aku temui ayah kakek, ia adalah pemuda yang dingin. Na..Namun ia adalah kakak dari seorang yang-” Wajah Yue Qie seketika memerah saat membayangkan sedikit adegan dirinya dengan Xi Juan dulu.
Wung..!!
Saat kakek, ayah dan semua anggota klan Yue penasaran.
Muncul sosok pemuda menggunakan jubah bertudung.
“Mulai sekarang kalian akan menjadi penguasa tunggal di Daratan ini dan tunggulah dia datang, aku akan kembali dulu,” ucap Xi Luan datar.
Wung..!!
Xi Luan langsung menghilang setelah menyampaikan pesan dari adiknya.
Yue Qie terdiam, sementara kakek, ayah beserta anggota klan Yue bergetar ketakutan saat merasakan aura kematian dari tubuh sosok yang baru muncul.
“I..Ini, apakah aku yakin dialah yang membunuh semua orang itu, apa kau benar-benar mengenalnya Qie'er?” Tanya Yue Han dengan nada ketakutan.
Semua orang kembali menatap Yue Qie dengan tatapan penasaran di sertai ketakutan.
Yue Qie hanya diam saja, karena bingung mau menjelaskan apa.
***
Sementara jauh di Daratan Barat.
Kini Xi Juan muncul tidak jauh dari bukit yang memiliki air terjun.
“Hehehe,, waktunya membuat kalian menderita iblis kurang sialan,” kekeh Xi Juan menggendong adiknya yang tertidur nyenyak di pundaknya.
“Bersabarlah Ji'er, kakak mu ini akan membalas penderitaanmu selama ini.” Gumam Xi Juan dengan nada lembut.
Dret..!!
Xi Juan pun langsung melesat setelah mengedarkan kesadarannya. Seutas senyum mengerikan kini Xi Juan perlihatkan.
__ADS_1
Wuss..!!