Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Bab 13


__ADS_3

“Sapu dengan benar, setelah ini jangan lupa bersihkan halaman depan dan juga di belakang!”


Nesya mengumpat di dalam hati, pagi-pagi buta Fariz membangunkannya dengan cara tak lazim, perlakuan laki-laki itu mirip seperti kisah ibu tiri beserta anak yang tak bersalah.


Mengangguk dan tersenyum semanis mungkin, menyembunyikan tangannya yang sudah mengepal kuat. Pagi ini Nesya akan berangkat ke sekolah untuk pertama kalinya, namun Fariz malah memberikan pekerjaan yang seakan tidak ada habisnya.


Selepas dari pekerjaannya, Nesya beranjak ke kamarnya kemudian bersiap. Melihat pantulan dirinya di cermin, gadis itu berdecak kagum dengan kecantikan yang dimilikinya. Wajah polos tanpa polesan make up membuatnya tampil natural. Meraih tas yang terbilang tidak mahal itu kemudian keluar dari kamarnya, raut wajah Nesya nampak berseri-seri.


“Mau ke mana kamu?” gerakan tangan Nesya yang memegang gagang pintu terhenti lantaran suara berat yang menggema di ruangan itu.


“Ngeronda!” tak tanggung-tanggung gadis itu menjawab pertanyaan Fariz seraya berkacak pinggang seolah menantang pria yang ada di depannya.


Mendengar hal itu, Fariz tersulut emosi, dengan kasar dia mendorong tubuh Nesya hingga punggungnya membentur dinding. Pria itu mengunci tubuh mungil itu dan mengangkat kedua tangan Nesya ke atas.


Irama jantung Nesya sudah tak beraturan, sadar akan kesalahannya, dia melupakan kesepakatan yang telah ia buat kemarin. Nesya memberanikan diri untuk menatap mata suaminya, tatapan tajam penuh kebencian seolah mampu membelah tubuhnya menjadi dua bagian.

__ADS_1


“Kamu pikir siapa dirimu? Sampai-sampai berani berbuat seenaknya di rumah ini, kuperingatkan lagi bahwa kamu hanyalah gembel yang aku pungut!!” teriak Fariz seraya menjambak rambut Nesya yang sudah tertata rapi.


Ucapan menohok yang menorehkan sembilu di hati Nesya, dia sadar bahwa dia bukan siapa-siapa. Tumbuh dari keluarga miskin dan tidak punya orang tua, jika boleh Nesya protes, dia juga tidak ingin hidup berdampingan dengan manusia tak berakhlak seperti Fariz.


Setelah berakhirnya perkara di pagi hari, Nesya tiba di sekolah barunya, gadis itu mengatur nafasnya yang masih memburu karena hampir saja terlambat. Hingga sebuah tangan mengulurkan sebotol air mineral serta tisu membuat Nesya menoleh.


“Sepertinya aku belum pernah melihatmu,” ujar pemuda itu sembari meneliti wajah Nesya.


“Hemm ya. Aku siswi baru di sini.. Makasih minumannya,” Nesya tersenyum, memiliki karakter yang mudah mengakrabkan diri membuat Nesya tidak terlalu sulit berinteraksi dengan orang baru.


“Hei!” sebuah tepukan lembut mendarat di bahunya membuat Nesya tersadar dari lamunannya.


Gadis itu hanya tersenyum kemudian kembali menatap lurus ke depan, menyaksikan anak-anak seusianya tengah  asyik bersenda gurau dengan teman-teman mereka. Nesya tersenyum getir, ada sekelumit rasa iri di hatinya, namun dengan segera dia menepisnya. Ia harus bersyukur atas apa yang sudah dia dapat.


“Kenapa tidak ke kantin?” laki-laki bernama Fabian itu mencoba memecah keheningan.

__ADS_1


“Hanya sedang tidak ingin,” menjawab meski jelas dia berbohong, meski sebetulnya dia lapar dan juga haus karena Fariz melarangnya membawa bekal dari rumah, namun apalah daya jika dirinya tidak membawa uang sepeser pun.


“Makanlah, tadi aku membelinya untukmu,” memberikan roti beserta minuman pada Nesya, gadis itu menolak.


“Tidak perlu, aku tidak lapar.”


“Bohong, sudah terima saja!


Nesya menghela nafas, dia menerima pemberian laki-laki yang baru dikenalnya beberapa jam yang lalu. Namun perhatian kecil yang diberikan Fabian rupanya berhasil membuat seluruh gadis di sekolah itu menjadi iri pada Nesya. Siapa yang tidak mengenal Fabian? Laki-laki yang memiliki pesona yang dapat memikat lawan jenis dalam sekejap, merupakan putra bungsu dari keluarga kaya raya. Meskipun begitu, Fabian dikenal sebagai sosok yang ramah, banyak kaum hawa yang menginginkan Fabian, namun satu pun dari mereka tidak bisa mengambil perhatian lelaki itu.


 


Like


Komen

__ADS_1


 


__ADS_2