
"Dave, hari ini aku ingin ke rumah Daddy!" Suara Maura tampak merajuk di sebrang telfon sana.
"Harus hari ini?"
Dave menghembuskan nafasnya kasar, hari ini ia sangat sibuk bekerja dan berniat akan bekerja lembur karena proyek yang ditanganinya masih belum selesai sepenuhnya. Namun di sisi lain ia tak ingin mengecewakan istrinya.
"Baiklah, setengah jam lagi aku pulang ya sayang? Kau siap-siap ya nanti aku langsung menjemputmu," Dave mengalah pada akhirnya, ia menatap jam dinding yang menunjukan pukul setengah lima sore.
Terdengar suara Maura yang kegirangan, karena keinginannya di penuhi oleh Dave. Dave merasa bahagia saat mendengar suara Maura seantusias itu. Ia menutup telfonnya dan bergegas untuk pulang menjemput Maura.
Dua puluh menit kemudian, Dave melajukan mobilnya menuju rumahnya yang berada di pusat kota Paris, ia melihat Maura yang sudah menunggunya dengan wajah yang ceria.
"Dave, terima kasih ya?" Ucap Maura saat mereka berada di dalam mobil.
"Sama-sama, sayang. Kau ingin menemui Daddy? Untuk membicarakan apa?" Dave tampak sekali ingin tahu .
"Tidak ada. Aku hanya rindu Daddy dan Mommy."
Dave begitu memaklumi sifat Maura, ia sangat manja dan tidak bisa jauh dari orang tuanya. Namun saat menikah bersama Dave, Maura rela meninggalkan kedua orang tuanya dan memilih hidup bersama suaminya.
Maura menyenderkan kepalanya di bahu Dave, ia bernyanyi mengikuti lagu yang bergema di tip mobil. Sementara Dave tampak menikmati suara merdu istrinya hingga tak terasa mereka telah tiba di perumahan Montmartre. Dave segera memparkirkan mobilnya di pekarangan rumah Maura yang sangat luas.
"Mom!!" Teriak Maura saat melihat Sophie, ibunya sedang menyiram kebun bunga.
"Maura!" Sophie tampak terkejut dengan kedatangan Maura, ia segera berlari dan menghambur memeluk putri kesayangannya.
__ADS_1
"Mommy, merindukanmu sayang!" Lirih Sophie, ia menangis haru saat melihat putrinya. Sebenarnya ia sangat merindukan Maura dan berniat akan mengunjunginya dir umah baru, namun suaminya selalu saja sibuk bekerja dan tidak ada waktu.
"Maura juga merindukanmu, Mom!" Gumam Maura penuh kerinduan.
"Dave, menantu ku. Kau sehat, Nak?" Sophie mengelus pipi Dave, kemudian ia langsung memeluk menantunya dengan sayang.
"Ayo masuk! Daddy pasti senang melihat kalian," Sophie membimbing Maura dan Dave untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Putri Daddy?" Seru jaksa Leo heboh saat melihat kedatangan Maura, Maura segera menghambur memeluk ayahnya.
"Maura merindukanmu, Dadd."
"Daddy juga merindukanmu, sayang!" Leo membalas pelukan putrinya, ia memperhatikan Maura. Tubuhnya agak berisi dari sebelum ia menikah, Maura juga semakin cantik dan glow up. kemudian tatapannya beralih pada menantunya. "Terima kasih Dave kau sudah membahagiakan putriku."
"Dave yang berterima kasih Dad, karena Daddy dan Mommy merestui Dave untuk menikahi putri kalian," Dave tersenyum tulus.
"Ayo masuklah ke ruang kerja Daddy! Pasti kau merindukan ruangan yang ada di rumah ini," Jaksa Leo menuntun tangan Maura saat mereka selesai mengobrol dan bercengkrama, Dave mengikutinya dari belakang. Dave sungguh sangat penasaran bagaimana isi ruang kerja dari ayah mertuanya.
Saat memasuki ruang kerja itu, suasananya sangat tenang. Banyak sekali buku-buku yang berjajar rapi di lemari kaca yang bersih dan mengkilat. Sudah bisa dipastikan lemari itu dibersihkan setiap hari.
"Ini ruang kerja Daddy, pasti kalah jauh dengan ruang kerjamu," tutur Jaksa Leo.
Dave tersenyum, tatapannya menjelajahi buku yang tertata rapi di dalam lemari. Dave memang sangat suka membaca buku, apalagi buku ilmu pengetahuan dan bisnis.
"Ini mengagumkan, Dad! Koleksi bukunya lengkap dan bersih sangat jauh dengan ruang kerjaku yang berantakan," ucap Dave jujur yang membuat Maura menyikut lengannya.
__ADS_1
"Hei, jangan berbicara seperti itu! Aku kan sering membersihkan ruang kerjamu," timpal Maura tidak terima.
"Maksudku aku yang membuat ruang kerjaku berantakan lagi," Dave menjelaskan, ia sungguh tidak ingin Maura tersinggung dan marah padanya.
"Kalian disini dulu ya, Daddy memanggil pelayan dulu untuk merapikan kamar Maura. Kalian harus menginap di sini," tegas jaksa Leo agak memaksa.
"Sayang, bolehkah?" Maura tampak merajuk.
"Boleh, hari ini kita akan menginap," Dave mengizinkan. Tangannya mengelus rambut Maura dan menyelipkannya di belakang telinga.
"Yeay, terima kasih, Dave!!"
"Sayang, duduklah kau pasti lelah!" Dave membimbing Maura menuju sofa ruang kerja ayahnya. Ia tidak ingin istrinya merasa kelelahan.
Dave masih memperhatikan buku-buku yang terjajar rapi di dalam lemari, ia begitu terhipnotis dengan semua buku itu. Buku yang ia inginkan dan yang mempunya limited stok terpampang rapi di lemari kerja mertuanya.
Saat tatapan Dave beralih pada lemari lain, ia melihat laci yang terbuka. Dave segera mendekati laci itu, ia membulatkan matanya saat melihat sebuah dokumen. Dokumen itu sangat jelas mempunyai tulisan penyelidikan kasus suap hakim Edmond oleh keluarga Abellard.
Wajah Dave pucat pasi seperti tidak di aliri darah, hatinya seperti melebur menahan kekecewaan. Apa mertuanya akan memenjarakannya lagi? Apa Maura terlibat di dalamnya? Ia sungguh tidak menyangka, hati terdalammya merasa kecewa. Luka lama dan kenangannya saat dipenjara mengusik pikirannya. Ia tidak ingin mengulanginya lagi.
"Dave duduklah!" Titah Maura yang melihat suaminya berdiri mematung dekat laci lemari.
Dave melihat wajah Maura yang damai, apa mungkin Maura dan ayahnya sedang merencakan sesuatu untuk kembali menjebaknya dan menahannya di jeruji besi? Hatinya yang lain menyangkalnya, Dave bisa merasakan kesungguhan cinta Maura. Maura juga telah memberikan semua yang Maura punya pada Dave. Termasuk jiwa dan raganya. Tapi mengapa Dave sangat takut Maura kembali menjebaknya seperti dulu? Apa ia memang belum bisa mempercayai Maura sepenuhnya? Atau apa ini bagian rencana dari mereka? Dave merasa kecewa untuk kedua kalinya.
"Sayang, kau kenapa?" Maura melihat ekspresi suaminya yang berbeda.
__ADS_1
"Tidak, aku baik-baik saja," jawab Dave dingin, yang membuat Maura bertanya-tanya. Ada apa dengan Dave?
...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...