Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Disneyland Paris


__ADS_3

"Tuan, saham perusahaan kita makin merosot. Hari ini Tuan Harry memutuskan tidak memperpanjang kerja samanya dengan perusahaan kita," Kevin tampak resah dengan informasi yang ia beritakan pada Roberto.


Roberto memutar-mutar kursinya, ia mengusap wajahnya kasar. Apa benar dengan tidak adanya Abellard Company yang menyokong perusahaannya semuanya tidak akan berjalan dengan baik? Rasanya Roberto sudah lelah, ia berusaha mencuri hati para Investor untuk menanamkan sahamnya pada perusahannya namun selalu gagal. Ia begitu bingung apa yang salah dengannya? Apa dia kurang sempurna saat menjelaskan presentasi? Roberto benar-benar tidak mengerti.


"Bagaimana jika kita mengembangkan usaha tanpa Investor?" Roberto mengetuk-ngetuk meja.


Sementara Kevin tampak kehabisan kata-kata, bagaimana bisa Roberto bersikap optimis seperti itu? Selama ini Roberto selalu saja meremehkan.


"Bagaimana caranya, tuan? " Kevin bertanya dengan malas.


"Kita iklankan produk yang kita produksi dengan gencar, kita juga harus bisa menguasai semua E-commerce dengan produk yang kita punya," Roberto menjelaskan maksud idenya itu.


"Jika kita membuat iklan, siapa yang akan menjadi modelnya, tuan?"


Roberto tampak menimbang-nimbang, kemudian sebuah nama terucap dari bibirnya yang tipis itu. "Kita panggil Rebecca."


Kevin membulatkan matanya, Ia merasa tidak setuju dengan ide gila Rooberto. Bagaimana pun Rebecca adalah artis kontroversial di Prancis. Ia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Roberto.


"Sudahlah, panggilkan Rebecca kemari! Kita akan berusaha mendapatkan kontrak kerja samanya," Perintah Roberto tak ingin dibantah.


******


"Dave, aku ingin ke Disneyland!!" Rengek Maura manja.

__ADS_1


"Sayang, kau sedang hamil. Nanti saja kita ke Disneyland jika bayi kita sudah keluar," Dave tampak membujuk Maura.


Mata Maura berkaca-kaca, ia lalu menangis terisak di hadapan Dave. Sungguh ia ingin pergi ke Disneyland hari ini. "Aku ingin pergi ke Disneyland, aku ingin melihat para pemain tokoh Disney."


"Baiklah, hari ini kita akan ke Disneyland," tukas Dave mengalah, Dave segera mengganti jas kerjanya dengan sebuah sweater rajut.


Maura pun tampak sangat senang sekali, ia segera mengganti baju piyamanya dengan sebuah Rok plisket payung khas musim semi yang mempunyai panjang sampai lutut di padu dengan jacket jeans denim. ia juga mengenakan sebuah sepatu sport tali yang mempermanis penampilannya.


"Aku sudah siap, Dave!" Seru Maura dengan bersemangat.


Dave berdehem, sebenarnya ia tidak setuju dengan rencana Maura yang akan pergi jalan-jalan. Namun karena Maura yang memaksa, Dave pun terpaksa menyetujui.


Dave menggandeng lengan Maura dan menuntunnya menuju mobil dengan hati-hati. Dave segera menyalakan mesin dan melajukan mobil menuju Disneyland Paris yang terletak di Marne-la Valee, Paris.


"Iya, apa perutmu masih sakit?" Tanya Dave memastikan.


Maura meraba perutnya, ia lalu menggelengkan kepalanya. Dave merasa lega dengan jawaban Maura. Syukurlah Maura dan calon bayinya baik-baik saja. Maura merebahkan kepalanya di bahu kanan Dave. Ia begitu menikmati momen kebersamaan dengan suaminya. Mereka asyik mengobrol dengan hangat, hingga tak terasa mereka telah memasuki area Disneyland Paris.


Dave segera memparkirkan mobilnya di area parkir, kemudian ia menuntun tangan Maura dengan sangat posesif. Dave benar-benar siap siaga menjaga Maura.


Dave segera mengantri untuk membeli tiket Disneyland, Disneyland Paris sangat terkenal di seluruh dunia. Setiap tahun, turis asing memadati taman Disney ini. Disneyland terbagi dua bagian pertama Disneyland Park dan yang kedua adalah Walt Disney Studios Park. Di sini juga terdapat 50 wahana untuk semua umur.


"Sayang, apa kau ingin menaiki kursi roda ? Jika mau, aku akan memanggilkan Keenan untuk membawanya ke mari," Dave tampak was-was melihat Maura berjalan mengelilingi Disneyland yang sangat luas.

__ADS_1


"Tidak mau, Dave. Aku tidak sakit," tolak Maura sambil mengerucutkan bibirnya.


Kemudian Maura menarik-narik tangan Dave menuju Toy Story Park, disana banyak sekali boneka yang menyerupai Tokoh di Toy Story. Seperti Buzz Layer, si Koboy Woddy, boneka Lotso, dll.


"Dave, aku ingin memegang boneka Latso," Maura menunjuk ke arah seseorang yang mengenakan kostum boneka Lotso.


"Jangan! Lotso itu jahat. Nanti dia berbuat sesuatu padamu," Dave memperingatkan seraya tubuhnya menghalangi langkah Maura.


Maura terkekeh, ia benar-benar gemas dengan tingkah suaminya yang sangat over protektif.


Mereka menghabiskan waktu dengan melihat semua wahana yang ada di Disneyland Paris. Sesekali Dave menggendong Maura dengan paksa, ia benar-benar takut Maura kelelahan.


"Sayang, istirahatlah dulu! Kau kelelahan," tegas Dave seraya mengusap kening Maura yang mulai berkeingat, ia kemudian menggendong Maura dan mendudukannya di kursi taman.


"Duduklah di sini! Aku akan membeli minum dulu," lanjut Dave lagi.


Maura mengangguk, ia melihat Dave berjalan menjauhinya. Saat Maura duduk, terasa ada sesuatu yang keluar dari tubuh bagian bawahnya. Perutnya terasa kram, Maura terlihat sangat panik.


"Dave!!!" Teriak Maura, beruntung Dave mendengarnya. Dave segera memutar tubuhnya ke arah Maura. Matanya membulat seketika saat melihat Maura menangis seraya memegang perut nya. Tak berpikir lama, Dave segera berlari dan menghampiri Maura.


"Perutku sakit sekali!!" Rintih Maura, Dave segera menggendong Maura dengan langkah cepat. Ia meneriaki orang-orang yang menghalangi jalannya, membuat semua orang heran dan bertanya-tanya. Ada apa dengan mereka?


Catatan : Jangan lupa mampir di novel author satu lagi yang masih on going ya. Judulnya Istri Kesayangan Nino. 🤗

__ADS_1


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...


__ADS_2