Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Tertidur


__ADS_3

"Aku lapar. Buatkan aku sarapan!" Perintah Dave pada Maura yang sedang asik rebahan di atas kasurnya seraya memainkan ponsel miliknya.


Hari ini adalah hari Wekeend, Dave libur dari pekerjaannya yang sangat sibuk. Dave baru saja bangun tidur, saat melihat meja makan tidak ada makanan sama sekali, kemarahannya seketika memuncak. Apalagi saat melihat Maura begitu asik dengan ponsel miliknya.


"Kau kan bisa membuatnya sendiri. Atau beli saja di luar!" Jawab Maura masih dengan memainkan ponselnya.


Dave merampas ponsel itu dengan kasar dari tangan Maura, ia lalu menarik tangan Maura dan setengah menyeretnya menuju dapur.


"Kau istriku sekarang, layani aku!!" Teriak Dave dengan geram.


"Aku tidak bisa memasak, kembalikan ponselku!" Ketus Maura, ia tampak merebut ponsel dari tangan Dave. Namun tak berhasil, tenaga pria itu jauh lebih kuat dari tenaganya.


Dave memajukan langkahnya, Maura segera berjalan mundur merasa takut dengan tatapan Dave, tatapan suaminya seperti elang yang akan memakan buruannya. Tubuh Maura membentur tembok, Dave segera mengapit tubuh mungil itu.


"Masakan makanan untukku atau kau akan menyesal!" Desis Dave di telinga Maura.


Maura segera mendorong tubuh Dave "Baiklah aku akan memasak untukmu, tapi kau jangan mengkritik makanannya!"


Maura segera membuka lemari es, ia membawa beberapa telur , susu, dan keju. Ia akan membuat Omelet, Maura memutar knop kompor dengan hati-hati, lalu mengambil wajan dan minyak.


"Aww!!" Maura berteriak saat berusaha membalikan Omelet itu, ia merasa sangat takut terkena cipratan minyak. Dave memperhatikan Maura memasak seraya menyenderkan tubuhnya pada lemari piring yang ada di dapur.


Dave melihat-lihat ponsel Maura, ia begitu curiga mengapa pada saat memainkan ponselnya, gadis itu sangat asik dengan dunianya sendiri, Dave melihat-lihat semua pesan di aplikasi telfon berwarna hijau, hanya ada riwayat chatting Valerie dan grup kelas. Dave membaca pesan grup itu, ia baru tahu bahwa Maura akan wisuda dua minggu lagi.


"Heh, jangan membaca pesanku!" Maura mengingatkan

__ADS_1


"Tidak. Ayo teruskan memasakmu!" Titah Dave dengan ketus.


Maura segera mematikan kompor, ia segera berlari menuju gudang. Saat kembali ke dapur, Dave melihat Maura memakai Helm full face. Maura pun melanjutkan aktivitas memasaknya yang tertunda. Dave tampak menahan tawanya, ia segera meninggalkan Maura yang sedang berjibaku dengan Omeletnya.


Maura membawa dan menyimpan Omelet hasil buatannya di atas meja makan, tampak Dave sudah terduduk menunggunya di kursi meja makan.


Maura menggeser piring yang berisi Omelet itu ke arah Dave, Dave melihat Omelet itu setengah gosong dan tampak becek karena kejunya yang terlalu meleleh.


"Menjijikan!!" Geram Dave, ia membanting piring yang berisi Omelet, hingga piring itu jatuh berhamburan di lantai.


"Omeletku !! Aku sudah memasak untukmu, setidaknya hargai usahaku!" Maura menatap Dave dengan berang. Merasa jerih payahnya memasak tidak dihargai sama sekali.


Dave segera mengapit pipi Maura, "kau seorang istri yang tidak berguna!" Maki Dave, ia segera meninggalkan apartemen dan membanting pintu dengan sangat keras.


Maura segera berjongkok untuk membersihkan pecahan piring tadi, air mata tampak menggenangi pelupuk matanya.


"Mom, Dad Maura merindukan kalian!" Maura tak kuasa membendung air matanya, ia segera mengambil foto itu dan memeluknya. Maura menangis tersedu-sedu. Maura merasa lelah menangis hingga tanpa ia sadar ia sudah berlalu pergi ke alam mimpi.


***


Maura membuka kelopak matanya, ia baru sadar ia tertidur cukup lama. Maura melirik jam dinding, waktu menunjukkan pukul lima sore. Maura segera mengambil handuk yang tergantung dan masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.


Cuaca di luar begitu dingin, Maura mengisi bathub miliknya dengan air hangat. Maura kemudian memberikan beberapa tetesan aromaterapi pada bathubnya, ia segera kembali ke dalam kamar dan mengambil lilin-lilin aromaterapi yang ada di dalam laci mejanya. Maura sengaja membawanya saat pindah ke apartemen untuk ritual mandinya. Ia menyalakan lilin-lilin itu, kemudian lilin itu Maura taruh di pinggir-pinggir bathub. Maura ingin sekali memanjakan tubuhnya, sudah lama sekali gadis itu tidak berlama-lama berada di kamar mandi.


Maura segera membuka bajunya, ia memasuki bathub yang yang sudah diberikan tetesan aromaterapi. Tubuh Maura merasa rileks saat air hangat itu seakan memijit-mijit seluruh tubuhnya. Maura merebahkan kepalanya pada ujung bathub, hingga tanpa sadar ia kembali tertidur.

__ADS_1


Dave membuka pintu apartemen dengan kunci yang ia bawa, ia begitu heran mengapa suasana di apartemen tampak sunyi. Apakah Maura kabur? Tiba-tiba Dave sangat takut Maura melarikan diri darinya. Tapi bagaimana bisa Maura kabur meninggalkan rumah sementara Dave selalu saja mengunci apartemen dari luar?


"Maura, di mana kau?" Teriak Dave.


Dave segera pergi ke arah dapur, namun tidak ada gadis mungil itu di dapur. Dave mulai panik ia segera berlari menuju ruang TV, ia juga tidak menemukan Maura di sana.


"Kau jangan coba kabur dariku!" Dave mengepalkan lengannya. Dave segera berlari menuju kamar Maura, ia melihat tempat tidur dan selimut tersingkap seperti baru saja ada yang memakainya. Mata Dave tertuju pada kamar mandi yang pintunya terbuka, ia memasuki kamar mandi itu.


Dave melihat Maura sedang tertidur di bathubnya, tampak semua busa yang sudah menghilang dari bathub itu hingga Dave melihat tubuh polos Maura.


"Hey wanita, bangun!" Suara Dave memenuhi langit-langit kamar mandi.


Maura tidak bergeming, ia masih tertidur dengan pulas. Dave segera mengambil shower yang ada di dekat bathub, ia segera menyalakan shower itu dan langsung mengguyur wajah Maura.


Maura membuka matanya, ia begitu terkesiap saat Dave tengah melihat tubuh polosnya sambil membawa shower yang ia semprotkan ke wajah gadis berambut blonde itu. Maura kemudian meringkuk di dalam bathub untuk menutupi tubuhnya dari pandangan lelaki itu.


"Dave, pergilah! Mengapa kau mengintipku yang sedang mandi?" Omel Maura dengan wajah merah padam.


"Kerjaanmu selalu saja tidur, dasar istri tidak berguna!!!" Maki Dave, kemudian ia segera pergi meninggalkan kamar mandi. Maura segera mengambil handuk dan ikut keluar dari kamar mandi.


Maura berjalan ke kamarnya, ia melihat Dave yang sedang duduk di pinggir tempat tidurnya. Maura melewati Dave begitu saja, ia segera membuka lemari dan mengambil baju-bajunya. Dave tampak memperhatikan Maura, ia melihat gadis itu berjinjit untuk mengambil bajunya hingga bagian paha atasnya terlihat.


Dave menelan salivanya, ia segera berjalan menghampiri Maura. Tangannya memeluk Maura dari belakang.


"Dave, apa yang kau lakukan?" Tanya Maura dengan panik, ia segera memegang handuk yang melilit tubuhnya dengan sangat kuat. Maura sangat takut Dave berbuat yang tidak-tidak seperti di kastil waktu itu.

__ADS_1


"Aku ingin menagih hakku," jawab Dave dengan tatapan penuh arti.


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...


__ADS_2