
Pagi-pagi sekali Dave baru saja selesai mandi, kemudian ia mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk kecil.
"Maura!!!" Dave berteriak.
Maura segera memasuki kamar Dave, tidak ada sisa-sisa pertengkaran kemarin. Setelah kejadian kemarin, mereka saling berdiam diri tanpa menyapa satu sama lain.
"Tolong pilihkan jas untukku!" Titah Dave, tangannya masih sibuk mengeringkan rambutnya.
Maura menundukan kepalanya, ketika melihat suaminya itu hanya memakai handuk dan bertelanjang dada.
Tanpa bicara Maura membuka lemari Dave, dan memilih baju untuk suaminya.
"Ini sepertinya cocok untukmu," Maura menyerahkan kemeja warna abu langit dan jas warna hitam yang terlihat sangat mahal.
Dave menerimanya, ia segera melepaskan handuk yang ia pakai di hadapan Maura.
"Dave!!" Maura berteriak seraya menutup kedua matanya.
"Mengapa? Ada yang salah? Kau kan istriku!" Seloroh Dave, Dave segera memakai baju yang sudah disiapkan oleh istrinya. Setelah berpakaian rapi, Dave segera menyisir rambutnya.
Maura memperhatikan suaminya itu, Menurutnya hari ini Dave terlihat tampan sekali.
"Tolong pakaikan dasi untukku!"
Maura segera mengambil barang yang dimaksud oleh Dave dari lemari khusus penyimpanan dasi, Maura terlihat berjinjit untuk memasangkan dasi pada leher suaminya agar menyeimbangkan tinggi badannya dengan tinggi badan Dave. Dave melihat Maura yang sedang memakaikan dasinya dengan teliti. Bulu mata Maura tampak lentik dan tampak lucu. Bulu mata itu bergerak mengikuti kedipan mata gadis itu.
"Baiklah, aku berangkat!" Ucap dave saat Maura selesai memasangkan dasinya.
Maura kemudian mengikuti Dave dari belakang dan mengantarkan suaminya sampai pintu.
__ADS_1
"Maura!!" Dave tampak membalikan badannya.
"Ya?"
"Tolong semir semua sepatuku ya! Aku pulang harus sudah beres," pinta Dave dengan wajah tanpa dosanya.
Maura hanya memutar kedua bola matanya, ia sudah biasa diperlakukan seperti asisten rumah tangga di apartemen ini. Saat membuka pintu, terlihat Becca sudah berdiri dengan memakai pakaian yang sangat formal.
"Dave aku membawakan sarapan untukmu," goda Becca dengan suara yang begitu mendayu-dayu. Becca berpura-pura tidak melihat Maura. Dave tampak memandang Maura, namun Maura langsung membuang wajahnya dan memasuki kamar Dave untuk mengambil sepatu-sepatu yang ia akan semir. Tanpa menjawab, Dave segera berjalan melewati Becca, Becca segera mengejar langkah pria itu.
Sepeninggal Dave, Maura segera mengambil sepatu-sepatu Dave yang ia akan semir. Maura mendudukan dirinya di lantai seraya melihat pemandangan Paris yang mulai memasuki musim semi lewat kaca jendela.
"Mommy, Daddy aku merindukan kalian! Biasanya jika musim semi kita akan pergi berlibur," gumam Maura dengan sendu.
Dada Maura terasa sesak karena selama menikah bersama Dave, Maura tidak pernah meninggalkan apartemen kecuali saat kemarin ketika Dave menyuruhnya membelikan makanan ke supermarket. Maura pun mengalihkan tatapannya dan memulai menyemir sepatu-sepatu Dave.
Tak lama terdengar seseorang memencet bell, Maura segera membukakan pintu. Betapa terkejutnya Maura, saat melihat Alline mertuanya, mengunjunginya.
"Davenya ada?" Tanya Elline seraya matanya menyapu ke seluruh sudut apartemen.
"Dave sudah berangkat bekerja, Mom. Masuklah terlebih dahulu!"
Elline memperhatikan Maura dari ujung kaki sampai ujung rambut. Bajunya sangat kotor karena terkena semir. Tampak anak rambut Maura menyentuh dahinya yang berkeringat.
"Maura kau sedang mengerjakan apa? Mengapa bajumu kotor sekali?" Elline menatap Maura dengan penasaran. Kemudian Elline melangkahkan kakinya memasuki apartemen yang mewah itu.
"Aku baru saja menyelesaikan menyemir sepatu Dave," Maura memaksakan senyumnya. Sungguh ia ingin tidak ada yang tahu perihal masalah rumah tangganya dengan Dave.
Elline merasa iba pada menantunya itu, rasa kecewa dalam hatinya mencair seketika. Ia juga mempunyai anak perempuan, Valerie. Elline tidak bisa membayangkan jika suami Valerie memperlakukan putrinya seperti asisten rumah tangga.
__ADS_1
Maura segera berjalan ke arah dapur, ia segera membuat teh hijau hangat untuk Elline dan menyajikan cemilan-cemilan di meja tamu.
"Maaf ya Mom, seadanya!" Basa-basi Maura dengan senyuman tulusnya.
"Tidak apa-apa, Maura. Mom ke sini hanya ingin bertemu dengan Dave."
Hening beberapa saat, Elline tampak memandang Maura yang duduk di hadapannya. Mereka dipisahkan oleh meja kaca, kecanggungan tercipta diantara mereka. Hening beberapa saat ampai akhirnya Maura membelah keheningan itu "Mom?" Maura memanggil mertuanya itu.
"Ya?" Elline masih berbicara dengan kurang ramah.
"Maafkan Maura ya, Mom! Maura sudah menjebak Dave. Maura menyesal," Maura tersenyum getir.
Elline berpindah posisi, ia segera mendudukan dirinya di samping Maura. "Mommy memang kecewa padamu, Nak. Akan tetapi, Mommy tidak pernah membencimu. Justru Mommy yang meminta maaf padamu karena Dave tidak memperlakukanmu dengan baik," timpal Elline sambil mengelus pipi menantunya lembut
"Tidak apa-apa, Mom. Dave begitu karena kesalahan Maura. Maura harus menanggung konsekuensi atas kesalahan yang sudah Maura lakukan," Maura tampak menguatkan hatinya.
"Mommy sudah melupakan kesalahanmu yang menjebak Dave. Perbaikilah semuanya dan kembalikanlah Dave yang dahulu! Dave yang hangat dan periang. Mommy merindukannya," suara Elline tampak bergetar.
"Iya, Mom. Maura berjanji akan membawa Dave berubah menjadi Dave seperti yang Mommy harapkan. Terima kasih karena sudah memaafkan Maura."
Elline menatap menantunya itu dengan tatapan tak terbaca, "apa kau mencintai Dave?"
Maura tampak diam membisu, ia begitu bingung dengan perasaannya sendiri. Saat bersama Dave ia begitu takut. Bahkan jika hendak tidur, Maura sengaja mengunci pintu dari dalam. Saat Dave meneriakinya, hatinya merasa begitu benci. Namun saat melihat suaminya bersama perempuan lain entah kenapa hati Maura begitu terluka. Apa itu cinta? Maura pun tidak tahu.
"Maura tidak tahu Mom," Maura menggelengkan kepalanya.
"Cinta bisa tumbuh kapan saja, Nak. Tetapi jangan biarkan cinta datang dengan terlambat!"
Sementara itu Dave tampak memperhatikan mereka dari CCTV yang ia pasang di apartemennya. Hatinya begitu terusik ketika Maura menjawab tidak tahu saat ditanya apakah dia mencintai Dave atau tidak.
__ADS_1
"Siapa laki-laki yang kau cintai saat ini, Maura?" gundah Dave dalam hatinya.
...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...