Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Menara Eiffel


__ADS_3

"Sayang, apa kau sudah selesai memasaknya? Tanya Dave, ia berjalan menghampiri Maura yang sedang memasukan makanan ke keranjang pikniknya.


"Aku sudah selesai. Tinggal packing saja," jawab Maura, tangannya masih sibuk memasukan beberapa makanan.


Sudah dua pekan Maura dan Dave pindah ke rumah barunya. Dave memperkerjakan dua orang asisten rumah tangga untuk membantu Maura mengurus rumahnya. Namun untuk urusan memasak, Maura ingin menanganinya sendiri. Maura sudah cukup pandai memasak berkat ilmu yang dipelajarinya di video tutorial memasak di YouT*be. Seperti hari ini, Maura memasak untuk Dave. Rencananya mereka akan pergi ke Menara Eiffel dan makan siang di Taman Champs De Mars.


Maura memasukan semua makanan yang ia masak ke dalam keranjang piknik miliknya. Diantaranya adalah kue pastry, Charcuterie (daging yang telah diawetkan dengan garam), Maura juga membawa roti Baguette. Untuk minumannya Maura membawa jus buah strawberry dan jeruk.


Saat sudah selesai memasukan semua makanan, Dave segera membantu istrinya untuk menjinjing keranjang piknik tadi. Ia memasukannya ke kabin mobil, Dave juga membawa tikar piknik.


"Kau yakin hanya ingin pergi ke Taman Champs De Mars?" Tanya Dave seraya matanya fokus memperhatikan jalanan, ia kini tengah mengemudikan mobilnya.


"Iya, Dave. Aku hanya ingin ke Taman Champs De Mars," sahut Maura yakin.


"Sayang, kau tidak ingin honeymoon?" Dave tampak tak mengerti dengan istrinya, karena biasanya jika wanita di Paris, selalu memimpikan Honeymoon yang romantis. Di Prancis Honeymoon adalah hal terpenting yang harus dilakukan oleh pasangan yang baru saja menikah.


"Kita tinggal di Prancis Dave, negeri yang terkenal dengan keromantisannya. Banyak wisatawan di seluruh dunia yang mendatangi Paris untuk Honeymoon. Jadi aku pikir kita di sini Honeymoon setiap hari dan asal denganmu di mana pun aku bahagia," Maura berkata dengan malu-malu, Dave merasa gemas melihat tingkah istrinya.


mereka berbincang-bincang hangat di dalam mobil, hingga tak terasa Menara Eiffel yang menjadi menara ikonik di Paris sudah terlihat. Dave segera memparkirkan mobilnya ditempat parkir yang sudah disediakan.


Dave membuka pintu mobilnya untuk Maura, ia memperhatikan Maura yang sangat cantik hari ini. Tampak rok tutu yang bermotif kupu-kupu 3D membalut kaki jenjangnya. Untuk atasan, Maura menggunakan sweater turtle neck dan sepatu ia memakai sepatu boots pendek khusus musim semi.


Dave hari ini memakai sweater abu yang agak tipis, hari ini pria itu terlihat tampan sekali. Rambutnya tertepa angin membuat Maura berjinjit dan mengacak rambut itu.


"Dave, kau menggemaskan!!"


"Kau baru menyadarinya ya?" Dave berkacak pinggang merasa bangga dengan pujian Maura, Dave segera mencium pipi istrinya membuat pipi Maura merona.


"Kau mulai tergila-gila padaku kan ?" Dave tampak menebak ekspresi Maura.

__ADS_1


"Huh kau ini!" Maura memukul dada Dave pelan, ia segera berlari kecil menjauhi Dave. Dave hanya tertawa melihat punggung istrinya, ia segera membawa keranjang pikniknya dan berjalan menyusul langkah Maura yang kecil-kecil.


Dave segera membentangkan tirai piknik yang dibawa, Maura tampak menata semua makanan dan minuman yang sudah ia masukan ke dalam keranjang. Dave membukakan payung piknik, dan memayungi Maura dan dirinya.


Mereka duduk menghadap ke Menara Eiffel yang menjulang dengan begitu kokoh. Maura mengeluarkan roti Baguette dan menyuapkannya pada Dave. Dave membuka mulutnya dengan perasaan bahagia, ia merasa begitu dicintai dan wanita yang di sampingnya kini adalah Maura, wanita yang pernah dibencinya dan dicintainya saat ini.


"Sayang, masakanmu enak sekali!" Dave mencium pipi Maura.


"Memang aku istri hebat," Maura berkata dengan begitu bangga.


"Coba yang ini!" Maura menyodorkan salad buah ke arah Dave, Dave segera mengambil garpu dan memakannya.


"Kau coba ini, ini enak" Dave berkata dengan mulut yang masih terisi dengan buah, ia lalu memegang pangkal leher Maura dan menyuapinya dengan mulutnya.


Maura merasa terkejut, ia meninju pelan dada Dave. "Dave, itu menjijikan!"


"Kau jangan lupa kita tinggal di Paris, tidak akan ada orang yang memperhatikan kita. Mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing," Dave mengingatkan.


Maura tertawa kecil, benar juga apa yang dikatakan suaminya. Maura menyenderkan kepalanya di dada Dave sambil melihat pemandangan Menara Eifel dari jarak dekat. Menara itu terlihat begitu sangat ramai, banyak wisatawan yang berfoto di sana. Ada yang sedang prewed, ada yang sedang berciuman, dll. Mereka tampak sibuk dengan aktivitas masing-masing.


Saat sudah selesai makan siang, Dave segera membereskan semua perlengkapan pikniknya dan menyimpannya di dalam mobil. Dave dan Maura berjalan menuju bunga Daisy, bunga yang bertebaran saat musim semi di Paris.


"Dave, potret aku!" Seru Maura dengan heboh.


Dave segera mengambil kamera yang sudah ia siapkan, ia lalu memfoto istrinya dengan begitu banyak pose.


"Ayo kita foto berdua!" Maura mengambil kamera dari tangan Dave, ia kemudian memutar layar kamera mirolless itu ke setting kamera depan. Mereka tampak berselfie bersama dengan background menara Eiffel di belakangnya.


Setelah lelah berfoto dan berjalan-jalan, mereka mendudukan diri mereka di kursi taman hingga tak terasa matahari sudah tenggelam dan kembali ke peraduannya.

__ADS_1


"Sayang, ayo ikut aku!" Dave menarik tangan Maura dan berjalan menuju Hotel yang dekat dengan menara Eifel.


"Kita mau ke mana Dave ?" Tanya Maura penasaran saat melihat Dave memencet angka lantai 52 di tombol lift.


"Ikuti saja!"


Dave segera membuka sebuah kamar hotel dengan kartu yang ia sudah dapatkan dari resepsionis.


Maura membulatkan matanya saat melihat kamar yang sudah dihias dengan begitu romantis. Tampak selimut yang sudah dibentuk dua angsa saling berhadapan, dan taburan kelopak mawar memenuhi spray tempat tidur. Lilin-lilin yang berjajar rapi dan kelopak mawar yang membentuk tulisan I Love You.


"Ini untukmu! Anggap lah ini honeymoon kita," Dave memangku sebuah bucket bunga yang lumayan besar ke arah Maura, Maura menerimanya dan tersenyum bahagia.


"Dave, terima kasih!" Maura berkata dengan mata berkaca-kaca.


"Maura, terima kasih kau sudah memberiku kebahagiaan yang tak pernah aku rasakan sebelumnya. Aku mencintaimu," ucap Dave lembut, ia kemudian memeluk istrinya dengan sayang.


"Aku juga mencintaimu, Dave!" Maura membalas pelukan Dave, ia kemudian berjinjit mencium pipi suaminya.


Dave segera membuka tirai hotel, tampak sangat jelas sekali pemandangan Menara Eiffel dari dalam hotel. Lantai ini adalah lantai hotel tertinggi. Di lantai ini pun sangat jelas pemandangan kota Paris dengan jutaan lampu yang berkelap Kerlip.


"Kau suka?" Dave menatap ekspresi Maura


"Aku suka sekali Dave."


Dave segera memeluk Maura dari belakang, tubuhnya selalu memanas jika berdekatan dengan Maura. Ia merengkuh Maura dan menggendongnya menuju tempat tidur.


"Aku mencintaimu," Lirih Dave, ia kemudian mencium bibir Maura dengan lembut hingga ciuman itu terasa memabukan dan membuat Maura lagi-lagi terbuai dengan pesona pria yang sudah menjadi suaminya itu.


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...

__ADS_1


__ADS_2