
Maura tampak melihat dirinya di cermin, hari ini adalah hari pernikahan dirinya bersama Dave. Semua MUA profesional Albert sewa untuk merias pengantin dan keluarga kedua mempelai.
Dua Minggu yang lalu, Dave membawa keluarganya ke kota Annecy, kecuali Valerie. Dave tidak mengajak adiknya itu, Dave begitu takut Valerie akan menggagalkan rencananya. Semua pembahasan pernikahan berjalan lancar antara keluarga Abellard dan keluarga Johnson. Walaupun diwarnai kecanggungan, namun semua pihak setuju dengan pernikahan Maura dan Dave yang akan dilangsungkan dua minggu lagi.
Dave meminta pernikahan dilangsungkan secara sederhana dan tertutup, ini bertujuan agar pernikahan ini membuat Maura tidak istimewa. Namun usul putranya Albert tolak mentah-mentah, karena bagaimanapun moment ini adalah pernikahan Dave putera sulungnya, tentunya pernikahan putera penerus Abellard Company harus spesial dan megah. Albert juga adalah pengusaha yang sukses di Perancis, tak lucu rasanya jika pernikahan pewaris Abellard Company dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Tak tanggung-tanggung, Albert menyewa kastil Chambord. Kastil Chambord adalah kastil terbesar di Perancis, tempatnya di lembah Loire ,di tengah jantung Perancis. Kastil ini menyimpan kejutan yang sangat mempesona, hingga kastil ini dinobatkan sebagai surganya Kastil. Tak hanya itu, Kastil ini pun tampak menjadi inspirasi Film garapan Disney yang berjudul Beauty And The Beast.
Hari ini Maura memakai gaun rancangan desain yang terkenal di Perancis. Gaun ini dirancang khusus untuk pernikahan pewaris Abellard Company. Gaun itu berwarna putih melambangkan kesucian pernikahannya bersama Dave, mempunyai aksen bunga kecil yang tampak berkelap kelip di bagian bahunya. Lalu dibagian rok gaun itu tampak memayung dan panjang di bagian belakangnya.
Sementara untuk riasan, MUA yang menangani Maura membaurkan make up natural di wajah cantik Maura, rambut Maura yang panjang ia gerai. Kemudian MUA itu mengambil sedikit rambut Maura dari kiri dan kanan dan menjalinnya ke belakang memberikan kesan anggun kepada gadis itu. Tak lupa mahkota yang elegan dan cantik ia simpan di rambut Maura.
Untuk sepatu, pihak Desainer merancang sepatu kaca yang tampak sangat elegan, sepatu itu mempunyai ketinggian 5 CM. Tengah sepatu itu terdapat pita dengan mutiara yang berkelap kelip, memberikan kesan luxury kepada siapa saja yang memakainya.
Maura melihat dirinya di cermin, ia seperti Puteri ala negeri dongeng. Harusnya Maura bahagia menikah seperti di cerita dongeng atau film-film Disney, dulu dia sangat memimpikan menikah seperti tokoh Belle di Film Beauty And The Beast namun yang ia rasakan justru sebaliknya. Ia begitu takut saat Maura membuka lembaran baru bersama pria yang sangat membencinya. Pria itu bukan hanya membencinya saja, tapi pria itu akan membuat dirinya menderita.
"Sayang, kau cantik sekali!" Puji Sophie, ibunya Maura. Sophie menangkup pipi Maura lembut, ia kemudian mencium pipi anak semata wayangnya itu. Terlihat sudut matanya basah, ia ingin sekali menangis melihat putrinya secepat ini akan menikah.
__ADS_1
"Mom, jangan menangis!" Maura memeluk ibunya dengan penuh kasih sayang.
"Maura??" Seru seseorang memanggil namanya.
Maura melepaskan pelukan ibunya, ia menoleh ke arah pintu, terlihat Valerie yang sedang berdiri di samping pintu, Valerie tampak memakai gaun yang mempunyai rok panjang selutut. Rok itu mempunyai tile yang berlapis-lapis.
"Val?" Maura menatap Valerie sendu. Setelah peristiwa Dave dibawa polisi, Maura tidak pernah melihat sahabatnya lagi. Kini mereka saling berhadapan, Maura begitu takut Valerie akan membencinya seperti Dave.
"Val, maafkan aku! Aku sangat merindukanmu!" Mata Maura berkaca-kaca.
"Heh bodoh jangan menangis! Nanti make-up mu luntur!" Cebik Valerie seraya membenarkan letak mahkota di rambut Maura.
"Tidak, aku mengerti keadaanmu. Semarah apapun aku kepadamu, kau tetaplah sahabatku. Berbahagialah dengan Kak Dave! Tolong jangan sakiti dia lagi dan bawa kak Dave yang dulu! Sekarang aku hampir tidak mengenalinya," Valerie melihat Maura dengan tatapan sedih dan penuh kerinduan. Ya, ia begitu merindukan Maura.
Maura langsung menghambur memeluk Valerie, gadis itu membalas pelukan Maura.
"Terima kasih, Val! Kau memang yang paling mengerti aku. Aku berjanji tidak akan menyakitinya lagi," kata Maura dengan bahagia, ia tidak menyangka akan bersahabat lagi dengan Valerie.
__ADS_1
"Terimakasih, Val. Kau sudah memaafkan Maura!" Timpal Sophie
"Iya, bi. Sudah sedih sedihannnya! Ayo ku antarkan kau menuju Paman Leo!" Valerie menggandeng tangan kiri Maura, dan Sophie menggandeng tangan kanan Maura dengan hati-hati karena gaun yang terasa sangat berat.
***
Semua diminta berdiri saat Maura memasuki Venue pernikahan. Leo mendekati Maura yang tengah digandeng oleh Valerie dan Sophie. Kemudian ia menggantikan mereka untuk menggandeng tangan Maura, terlihat Dave yang sedang berdiri menunggunya dengan tatapan tidak terbaca.
Semua tamu undangan tampak terhipnotis dengan penampilan Maura, termasuk Dave. Mereka begitu terkagum-kagum melihat mempelai wanita yang sangat cantik dan elegan.
Sophie dan Elline menitikan air mata bahagia saat melihat putra putrinya sudah sah menjadi pasangan suami isteri. Dave menatap wajah Maura, wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Kemudian ia memakaikan cincin di tangan Maura, dengan gugup Maura pun memasangkan cincin itu di jari manis Dave.
"Cium.. Cium!!" Semua tamu tampak bertepuk tangan dengan riuh.
"Ayo, tuan! Cium nona Maura yang sudah sah menjadi istri anda!!" Sahut MC dengan bersemangat.
Dave segera mendekatkan bibirnya ke arah bibir Maura, ia mencium Maura lembut. Dave merasakan gelenyar aneh di dadanya. Maura segera melepaskan ciuman itu, membuat Dave merasa kecewa.
__ADS_1
Maura membuang wajahnya, ia melihat Rebecca terduduk di kursi tamu. Rebecca tengah memandangnya dengan tatapan penuh luka.
...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...