Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Saling Memiliki


__ADS_3

Maura dan Dave sedang menikmati akhir pekan bersama. Mereka membentangkan kasur lantai dan menonton acara televisi kesukaan Maura yaitu Spongebob Squarepants. Meskipun terkesan kekanakan, namun Dave sangat memaklumi apapun yang disukai istrinya.


Mereka tampak merebahkan tubuh mereka di kasur lantai dan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut yang hangat. Rencana pagi ini Dave akan mengajak Maura untuk jogging, namun hujan turun dengan sangat lebat pagi ini, hingga membuat Dave membatalkan rencananya.


"Dave, ini episode beruang laut!" Seru Maura dengan girang.


"Benarkah? Aku tidak tahu," Dave menjawab sekenanya karena dia bukanlah penyuka kartun.


"Iya jika tidak ingin diserang beruang laut, kau harus membentuk lingkaran," Maura bercerita dengan antusias.


"Memang beruang laut itu ada?" Dave terkekeh.


"Ada, di kartun ini."


Dave tidak mendengarkan ocehan Maura, ia terus mencium rambut Maura. Dave juga tidak melepaskan pelukannya dari tadi, ia benar-benar tidak bisa jauh dari Maura.


"Dave, lepaskan! Ini sangat berat," Maura memukul pelan kaki Dave yang ikut memeluk tubuhnya.


Namun Dave tidak bergeming, ia terus memeluk Maura. Dave menarik dan mengunci tubuh istrinya. Ia menatap Maura dengan penuh cinta sama seperti Dave menatap Maura saat di Museum Louvre. Dave membenamkan ciuman di bibir mungil istrinya. Maura membalas ciuman itu, hingga ciuman itu berubah menjadi ******n yang panas.


Dave memandang Maura dengan penuh gairah, ia sudah tidak bisa menahan keinginannya.


"Apakah sekarang sudah boleh?"


Maura tersenyum dengan pipi merona, ia kemudian menganggukan kepalanya seakan telah terhipnotis oleh pria yang sudah menjadi suaminya. Dave mengangkat tubuh Maura ke dalam kamarnya, ia menciumi seluruh wajah istrinya yang membuat tubuh Maura memanas. Perutnya seperti digelitiki oleh ratusan kupu-kupu.


Dave menanggalkan pakaian Maura dan miliknya, ia kemudian menciumi seluruh inci tubuh istrinya.


"Dave, sakit!" Erang Maura, tangannya berusaha mendorong dada Dave.

__ADS_1


"Ini sakit sekali!" Teriak Maura saat ia merasakan sesuatu menyakiti bagian tubuhnya.


"Tahanlah sebentar!" Dave menghapus keringat di kening istrinya, Ia menciumi Maura kembali, hingga membuat gadis itu melayang. Dan pagi ini Maura menyerahkan dirinya pada pria yang sudah ia jebak di masa lalu.


*****


Dave menyelimuti tubuh polos istrinya begitu percintaan mereka telah usai, ia mencium kening Maura dengan sayang. Dave merasa sangat bangga, karena ia sudah memiliki Maura seutuhnya.


"Terima kasih sayang," Dave mengeratkan pelukannya.


"Mengapa harus berterima kasih? Aku seperti menjadi wanita panggilan!" Maura mencebikan bibirnya. Dave tertawa kecil, ia segera menarik Maura kembali ke dalam pelukannya.


"Minggu depan aku akan mengajakmu untuk Honeymoon, kita akan pergi Moscow," Dave menyelipkan rambut Maura di belakang telinga.


Maura menggelengkan kepalanya, ia menatap wajah pria yang sangat ia cintai "Aku tidak butuh honeymoon. Asalkan denganmu di apartemen ini pun aku sudah seperti menikmati honeymoon setiap hari."


"Jika aku nanti belum hamil bagaimana?" Maura bertanya dengan was-was.


"Aku mencintaimu tanpa tapi, dan anak itu adalah titipan dari tuhan. Kau jangan banyak negatif thinking! Secepatnya kau pasti akan hamil," Dave berusaha menenangkan istrinya yang sedang merasa cemas. Entah mengapa Maura sangat takut jika ia akan lama untuk hamil dan suaminya berselingkuh seperti di telenovela yang sering ia tonton.


"Kau terlalu banyak menonton telenovela."


Maura terkekeh, ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Dave. Mereka menutupi tubuh mereka dengan selimut hingga mereka tertidur dengan lelap.


****


Sementara itu Roberto tampak memperhatikan apartemen Dave, ia berdiri di depan pintu apartemen. Apa ia sudah tidak waras ? Entahlah, karena setelah ia bertemu dengan Dave beberapa hari yang lalu, Roberto begitu mengkhawatirkan Maura. Ia takut Dave melakukan yang tidak-tidak pada Maura.


"Apa aku sudah gila?" Roberto mencengkram rambutnya frustasi.

__ADS_1


Hatinya terus saja mengatakan jika Maura dalam bahaya, ia menempelkan telinganya di pintu apartemen. Namun benar-benar sial !! Ia tidak mendengar apapun karena apartemen Dave kedap suara.


"Nona Maura aku tidak mengenalmu, namun mengapa aku begitu mengkhawatirkan mu?" Roberto berbicara pada dirinya sendiri.


Roberto masih saja berdiri di pintu apartemen, ia berharap ada Maura yang membukakan pintu.


"Tuan, ayo kita pulang!" Ajak Kevin, asisten kepercayaannya.


"Aku ingin di sini, aku takut Dave melakukan sesuatu pada Maura."


"Tenanglah, tuan! Tuan Dave tidak akan melukai seorang gadis," ucap Kevin, ia sudah benar-benar mengetahui watak Dave. Dave adalah pria sangat pendendam namun untuk memukul wanita rasanya mustahil ia akan melakukan itu.


"Lalu, aku harus bagaimana?" Roberto bertanya dengan Gelisah.


Kevin menyipitkan matanya, ia menebak ekspresi Roberto, Kevin tampak menerka. "Apa anda menyukai Nona Maura, tuan?"


"Tidak, aku hanya kasihan pada nasibnya" Roberto menajwab dengan tegas.


Namun Roberto pun ragu dengan isi hatinya. Jikalau ia suka pada Maura, hal apa yang membuatnya secepat itu menyukai seorang gadis seperti Maura? Sementara selama ini ia sangat berhati-hati dalam menyukai seseorang, ia takut menyukai orang yang salah. Apa ia jatuh cinta pada pandangan pertama? Roberto menggelengkan kepalanya, tidak mungkin jika ia jatuh cinta secepat itu.


Semua semata-mata karena Roberto merasa kasihan, ya kasihan. persetan Dengan cinta pada pandangan pertama. Yang terpenting adalah misinya menyelamatkan Maura dari Dave. Ia sudah melangkah terlalu jauh, ia tidak boleh mundur kembali.


"Jika anda takut, berikanlah video itu pada Tuan Leo! Pasti seorang ayah tidak akan tinggal diam melihat anaknya diperlakukan seperti itu. Dengan begitu, Tuan Leo akan melindungi Maura dan membawanya dari apartemen ini," Kevin memberikan usulnya.


Roberto tampak mencerna apa yang Kevin Katakan, ia kemudian membuka ponselnya dan menonton video pertengkaran Maura dan Dave.


"Apa aku harus menyerahkan video ini?"


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...

__ADS_1


__ADS_2