Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Jimbaran Bay


__ADS_3

Maura dan Dave sudah tiba di Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay, para petugas hotel langsung menghampiri mereka dengan ramah dan membantu sepasang suami istri itu untuk check in. Mereka juga mengantarkan Maura dan Dave menuju kamar mereka dengan sopan dan menggunakan bahasa Inggris yang sangat fasih.


Maura hari ini memakai dress floral yang lengannya terbuka, untuk panjangnya hanya sampai lutut saja. Rambut panjangnya dibiarkan terurai begitu saja, ia juga memakai topi pantai dan memakai sebuah kacamata hitam yang makin mempermanis penampilan wanita itu. Sedangkan Dave, hari ini ia mengenakan kaos oblong dan celana selutut, ia juga memakai kacamata hitam karena cuaca sangat panas sekali, cocok jika hari ini pergi untuk berselancar.


Dave segera memberikan tips untuk karyawan hotel saat mereka sudah sampai di kamar mereka. Maura memandang takjub pemandangan di hotel itu, cuacanya sangat asri, pemandangan tampak sangat hijau dengan pepohonan yang dirawat sangat baik. Maura melihat-lihat isi dari kamar hotel, ia begitu terkesima karena adanya kolam renang pribadi yang langsung menghadap ke pantai. Kamar tidur dan kamar mandi mempunyai kaca yang terbuka, dan lagi-lagi menghadap pantai.


"Dave, ini indah sekali!" Seru Maura dengan takjub.


"Tentu saja. Pilihanku tak pernah salah," jawab Dave dengan bangga.


"Ayo kita beristirahat dulu! Kau pasti lelah," lanjut Dave lagi dengan lembut, ia melepas topi pantai Maura dan merapikan rambutnya.


"Aku ingin langsung berenang, Dave. Aku ingin melihat sunset!!" Rengek Maura kepada suaminya.

__ADS_1


"Baiklah, ganti pakaianmu!"


"Yeay!!" Maura bersorak gembira.


Maura segera membongkar koper miliknya, ia kemudian mengeluarkan sebuah baju renang berwarna ungu muda dan segera memakainya. Setelah itu, Maura segera memasuki kolam renang dengan antusias, bahkan ia sesekali mencipratkan air ke arah Dave.


"Dave, ayolah ini mengasyikan!!" Teriak Maura girang.


Dave segera membuka kaos oblongnya, ia mengganti celananya dengan celana khusus renang. Dave ikut memasuki kolam renang dan mendekati Maura yang sedang merendamkan tubuhnya seraya menatap pemandangan pantai Jimbaran. Suara deburan ombak sangat terdengar dengan jelas, Maura begitu menyukai tempat ini.


"Aku suka sekali, ini tempat yang indah. Terima kasih, Dave!" Jawab Maura dengan bahagia.


"Sama-sama, sebentar lagi akan ada pemandangan sunset."

__ADS_1


Dave berenang ke sisi kolam, ia kemudian membawa sebuah tray yang berisi kelapa muda yang sudah dibuka dan diberi sedotan, Dave kemudian mendorong tray itu hingga tray itu terlihat mengambang.


"Minumlah! Kau pasti haus," Dave mendorong tray itu ke arah Maura.


Maura tampak senang saat melihat kelapa muda yang sangat menggugah selera, ia kemudian meneguknya sampai tandas.


"Hati-hati! Aku tidak akan memintanya," ucap Dave dengan sedikit mengejek.


Maura mencebikan bibirnya, ia kemudian menaruh kelapa yang sudah kosong itu ke atas tray. "Aku haus tahu!"


"Lihatlah sunsetnya sudah terlihat!" Dave menunjuk ke arah pantai.


Maura dan Dave memperhatikan pemandangan itu, matahari yang tenggelam dan bersiap untuk kembali ke peraduannya. Burung-burung terbang dengan indah untuk kembali ke sarangnya. Langit sore terlihat seperti menguning diiringi dengan deburan ombak membuat suasana sore itu sangat syahdu.

__ADS_1


Dave segera mendekati Maura, ia kemudian memeluk Maura dari belakang kemudian Dave menciumi bahu Maura dengan sangat posesif seakan takut untuk berpisah walaupun hanya satu menit saja.


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...


__ADS_2