
Cuaca siang ini begitu sangat cerah dan panas, Dave mengendarai motor yang ia sewa di sebuah penyewaan motor dan sepeda untuk beberapa hari ke depan. Maura memeluk erat tubuh Dave dari belakang, sesekali ia menenggelamkan wajahnya di punggung Dave karena cuaca lumayan panas.
"Sayang, turunkan kaca helmnya!" Perintah Dave kepada Maura, Maura menganggukan kepalanya dan menurunkan kaca helm yang sedang dipakainya.
Sekitar 23 menit, mereka sampai di Tanjung Benoa, Dave menuruti keinginan Maura untuk menikmati wisata dan olahraga di bawah air. Maura dan Dave memilih wisata Sea Walker, selain karena kondisi air laut yang tenang, Sea Walker atau wisata berjalan di dalam air adalah wisata yang sangat menyenangkan karena kita bisa menikmati keindahan di bawah laut dengan langsung masuk ke dalamnya.
Setelah membeli tiket, para pegawai menghampiri Dave dan Maura. Mereka memasangkan Helmet Diving atau helm yang kedap air. Helm ini akan di aliri oleh oksigen murni agar para pengunjung bisa bernafas dengan leluasa di bawah air sana.
Begitu Helmet Diving sudah dipasang, Dave dan Maura segera memasuki bawah laut secara bersamaan. Mereka begitu takjub saat melihat pemandangan di bawah air. Ada ikan nemo, bintang laut, ikan dori, dan macam-macam ikan hias lainnya.
Maura terlihat begitu antusias, sesekali ia memegang bintang laut itu dengan hati-hati. Dave yang membawa kamera anti air segera memotret istrinya secara kontinu. Ia sungguh tidak ingin untuk kehilangan moment mengabadikan aktivitas istrinya.
Saat sudah lelah bermain wisata Sea Walker, Dave mengajak Maura untuk bermain *S*norkeling. Mereka segera membeli tiket Snorkeling. Snorkeling adalah olahraga air selam dangkal atau selam permukaan. Aktivitas olahraga ini cocok sekali dilakukan di pantai yang memiliki iklim tropis seperti di Bali, Indonesia. Tujuannya adalah agar pengunjung melihat biota laut yang indah dari jarak yang dekat.
Maura membawa ekor ikan duyung yang ia beli di toko aksesoris khusus olahraga air, ia memasangkan ekor itu di kakinya. Dave yang melihat istrinya merasa kebingungan.
"Sayang, kau tidak memakai masker selam?" Tanya Dave dengan raut wajah bingung.
"Tidak, lagi pula aku handal berenang. Nanti fotokan aku ya Dave saat aku berenang dengan memakai ekor ini!" Maura menunjuk ekor ikan berwarna hijau percis seperti di kartun The Little Mermaid.
__ADS_1
"Baiklah," sahut Dave pada akhirnya.
Maura segera memasuki air, ia kemudian berenang di permukaan laut yang dangkal juga jernih, Maura begitu lincah menggerak-gerakan ekor palsunya. Dave yang bertugas memotret dan merekam untuk dijadikan sebuah video.
Banyak ikan-ikan kecil yang mengelilingi Maura di bawah air, pemandangan ini jelas seperti scene Ariel di The Little Mermaid.
Setelah puas merekam Maura, kini giliran Dave yang berenang melihat-lihat biota laut, pikirannya terasa damai saat melihat ketenangan di bawah air. Ia memang membutuhkan liburan untuk menenangkan dirinya sejenak dari hiruk pikuk perkotaan Paris. Kini Maura bertugas memotret suaminya, Dave berenang dengan sangat luwes hingga membuat Maura terpukau.
"Dave, kau hebat!!" Puji Maura seraya menaikan jempolnya ke atas.
Dave menyelam tanpa alat bantu ke bawah permukaan, ia mengambil sesuatu di sana. Dave mengambil kalung Maura yang terjatuh, ia kemudian segera memakaikannya.
"Pasti alat sadap di kalung itu rusak karena terkena air," batin Dave menerka.
Setelah puas bermain olahraga air, Dave dan Maura mengakhiri aktivitasnya. Mereka segera kembali ke hotel untuk beristirahat. Setelah selesai makan malam, mereka segera mendudukan tubuh mereka di atas kasur yang empuk dan menyalakan TV.
Dave berjalan ke arah dapur, ia membuatkan capuccino hangat dan membantu Maura untuk minum.
"Dave, terima kasih!" Tutur Maura dengan tulus, ia kemudian meminum Capuccino itu hingga tandas, Maura menyimpan gelas yang sudah kosong di atas nakas.
__ADS_1
"Sama-sama, sayang. Apa badanmu pegal? Apa kakimu sakit? Aku pijat ya?" Tawar Dave penuh perhatian.
"Tidak, Dave. Terima kasih. Kau suamiku, tidak pantas rasanya jika kau memijatku apalagi memijat kakiku," Maura menolak.
"Tidak apa, sayang. Karena aku suamimu, jadi aku harus memastikan keadaanmu selalu baik-baik saja. Mana yang pegal?" Dave memaksa.
"Tidak, Dave. Jadi, fotograperku saja, jangan jadi tukang pijat!" Maura keukeuh menolak.
"Kau berani membayarku berapa untuk menjadi fotograper pribadimu?" Dave tampak menggoda.
"Nanti ku beri upah lima Euro per euro," Maura tertawa.
"Kau ini ya!" Dave menggelitik perut Maura. Gelitikannya beralih mengenai titik sensitif Maura.
"Dave, hentikan!" Maura terkekeh karena geli.
"Aku sudah menjadi fotograpermu seharian tadi, sekarang aku akan ambil bayaranku!" Bisiknya mendayu-dayu.
"Dave!!!" Seru Maura dengan manja saat Dave memulai aktivitas malam panjang bagi mereka.
__ADS_1
...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...