Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Episode 40. Kantor Polisi


__ADS_3

Regina pulang dengan keadaan kacaw, dia menangis sepanjang jalan menuju rumah. Paling mengejutkan lagi ternyata dirumah nya sudah ada beberapa polisi, Regina tidak sempat kabur lagi karena banyak juga anak buah suaminya yang sedang berjaga disana.


Setelah melihat Regina keluar dari mobilnya, beberapa polisi sudah menghampirinya dan memborgol kedua tanganya. Suryo hanya menatap dengan tatapan penuh benci pada Regina, terlihat sekali dia sangat kecewa.


"Tangkap itu dia...!!" teriak salah seorang polisi.


"Ada apa ini? kenapa saya di borgol?" tanya Regina berusaha melawan.


"Kami polisi, anda ditangkap atas tuduhan pembunuhan berencana saudara Yosi dan Sofia" jawabnya.


Awalnya Regina mereka adalah pengawal karena mereka memakai pakaian biasa.


"Tunggu kalian tidak punya bukti, Mas tolong aku!" sambunh Regina berusaha meminta tolong pada Suryo.


"Aku kecewa dengan kamu, aku tidak akan membantu kamu. Silahkan dibawah Pak" jawab Suryo.


"Baik Pak, terima kasih atas kerja sama nya" jawab mereka lalu membawah Regina paksa.


"Mas...ini bukan seperti kamu pikirkan" jelas Regina lagi.


"Mas...!!"


"Lepasakan aku, kalian tidak punya bukti untuk menangkap aku dan aku tidak percaya kalian" berontak Regina lagi.


"Kami polisi, ini tanda pengenal dan surat perintah penangkapan atas nama anda. Jangan mengelak lagi dan masuk kedalam mobil" jawab salah satu dari mereka, Regina pun terpaksa masuk mengikuti mereka.


Sedangkan Suryo memilih masuk kedalam rumah tanpa memperhatikan Regina dan dia tidak perduli, kepercayaan selama ini pada Regina sangat besar tapi dia yang tega membunuh putrinya.


"Panggil semuanya kedalam!!" teriak Suryo yang marah pada anak buah nya.


"Baik Tuan" jawab salah satu dari mereka.


Tidak lama kemudian semuanya masuk kedalam, termasuk yang bekerja untuk Regina. Suryo sangat kecewa dan bahkan siapa yang ketahuan membantu Regina pada saat membunuh putrinya, dia akan menghabisi mereka dengan tanganya sendiri.


"Siapa yang bekerja menjaga Regina selama ini, maju kedepan!!" teriaknya.


Beberapa orang maju kedepan, Suryo mengeluarkan pisau dari balik bajunya. Dia yang akan membuat mereka mengaku, Suryo tidak akan memgampuni mereka.


"Kami semua bekerja menjaga Non Regina, tapi yang paling dekat dengan Non Regina adalah Bagas Bos" jawab Rian.

__ADS_1


"Dimana bagas sekarang?" tanya nya sambil mendekatkan pisaunya ke leher Rian.


"Kami juga tidak tau Bos, kelomok bagas juga dari kemarin tidak kelihatan" jawab Rian menundukan kepalanya.


"Apa kalian terlibat dengan pembunuhan putri ku?" tanya nya sekali lagi.


"Kami berani bersumpah Bos, untuk masalah itu kami benar-benar tidak ikut-ikutan. Non Regina juga tidak pernah bertingkah aneh, mungkin kelompok Bagas yang tau semuanya" Rian dan bebrapa anak disana berlutut agar Bos mereka percaya.


"Apa kamu berani bersumpuh dengan nyawa kamu sendiri?" tanya Suryo sambil melotot.


"Saya bersumpah Tuan, akan mencari Bagas dan membawahnya kesini" jawab Rian lagi.


"Bagus, cari dia sampai dapat! laksanakan segerah dan tidak ada yang membantu Regina lagi setelah ini!" teriknya.


"Kalian paham!!"


"Kami paham Bos, kami akan pergi sekarang" jawab Rian dan mereka pun keluar dari sana untuk mencari komplotan Bagas dan teman-temannya.


Tinggalah Suryo dan Markus yang ada disana, Markus adalah asisten pribadi nya. Dia juga tidak bisa membantu apa-apa karena dia juga baru tau kalau Regina yang melakukan semua ini, Markus melihat Suryo mengamuk dan meleparkan semua benda yang ada di ruang tamu sehingga pecahan benda ada dimana-mana.


Para pembantu disana tidak berani mendekat, mereka hanya diam di dapur dan mendengarkan apa yang terjadi.


.


.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di kantor polisi, dia ditanya habis-habisan sampai mengaku. Regina sama sekali tidak mau bekerja sama dan terus berbohong, membuat mereka tambah marah.


Regina duduk disebuah ruangan, ada beberapa polisi juga disana termasuk polwan yang bertanya pada Regina. Mereka sama-sama perempuan mungkin dengan cara halus Regina dapat mengaku pikir mereka, tapi nihil dia hanya diam saja.


"Boleh saya tau nama asli kamu?" tanya nya pada Regina.


"Regina..." jawabnya singkat.


"Baiklah, bisa jelaskan kronologi kejadian waktu itu?" sambungnya bertanya pada Regina.


"Saya tidak ingat karena itu sudah bertahun-tahun berlalu" jawab Regina ketus.


"Yang baner saja, cepat ceritakan!" Polisi itu masih tetap memaksa.

__ADS_1


"Baiklah jika kamu tak ingat, sekarang saya tanya lagi. Siapa yang ikut bersama kamu dalam melakukan aksi ini?" Polisi itu masih belum menyerah.


Regina hanya diam, dia sengaja membuat para polisi itu kesal.


"Kenapa diam terus, ayo jawab. Kamu bisa kena pasal berlapis karena tidak mau bekerja sama dalam penyelidikan" ancam mereka dan Regina tidak perduli.


"Capat jawab, kamu ini hanya diam saja dari tadi. Apa kamu tidak punya mulut?" bentak nya pada Regina.


"Ah...Bikin kesal saja!!"


"Sepertinya dia tidak akan menjawab Pak, yang terpenting buktinya sudah cukup" sambung seorang polisi yang berdiri di samping Regina.


"Iya percuma bertanya dia hanya diam saja, masukan kedalam. Jangan lupa suruh ganti baju nya dengan baju tahanan" jawabnya lagi.


"Ayo ikut saya" Regina berjalan mengikuti polisi itu dengan tangan di borgol.


Regina terlihat diam saja, dia juga menurut saja saat polisi menyuruh dia masuk kedalam sel. Setelah itu polisi itu meninggalkan nya, ada tiga orang wanita disana. Satu orang ibu-ibu parubaya dan dua orang wanita umur 30 tahunan.


"Silahkan masuk, jangan membuat keributan. Kamu boleh meminta pembelaan dengan pengecara saat sidang nanti, itu pakaian kamu juga sudah ada disana" ucap Polisi itu dan Regina diam tanpa menjawab atau pun menganggukan kepalanya.


Mereka bertiga menatap sinis pada Regina, dari penampilannya Regina terlihat sangat modis apa lagi baju dan perhiasanya barang mahal.


"Lihat siapa yang datang, apa kamu orang kaya gadungan. Sampai masuk penjara karena menipu?" tanya salah satu dari mereka.


"Tutup mulut kamu, wanita rendahan seperti kamu tidak pantas menghina ku!!" teriak Regina.


"Lihat dia sombonh sekali! apa perlu kita kasih pelajaran?" tanya nya pada kedua temanya.


"Jangan terlalu kejam, berikan perkenalan yang berkesan dulu" sambung Ibu parubaya itu sambil tersenyum mengejek Regina.


"Siapa nama kamu gadis sombong?" tanya mereka dan Regina tetap diam lalu duduk tanpa memperdulikan mereka yang terus meneriakinya.


Regina hanya duduk di sudut ruangan, sambil memandang baju tahanan yang ada di lantai. Ini adalah mimpi buruk dalam kehidupanya, dia akan membalas semua perbuatan Alfin dan penhinaaanya.


.


.


Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2