Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Bab 21


__ADS_3

Pagi ini, Nesya berangkat ke sekolah dengan perasaan senang. Berulang kali ia mengulum senyum sambil sesekali melirik pria tampan di sebelahnya. Entah ketempelan jin atau setan mana, Fariz tiba-tiba menyuruh Nesya untuk masuk mobil. Meskipun terkesan karena keterpaksaan, namun bagi Nesya tidak apa-apa.


“Pulang sekolah jangan keluyuran! Ini uang jajan untuk seminggu, jangan makan sembarangan, aku tidak mau melihatmu merintih kesakitan, sangat merepotkan!” ujarnya seraya melempar selembar uang berwarna merah pada Nesya.


Mengangguk dengan mata berbinar-binar, kalimat yang keluar dari bibir suaminya, berhasil membuatnya terbang melayang. Entah ini namanya perhatian atau apalah, Nesya tidak peduli, ia tidak ingin merusak suasana hatinya karena berasumsi yang tidak-tidak.


Selepas kepergian Fariz, Nesya melangkahkan kakinya memasuki gerbang sekolah yang menjulang tinggi itu. Tiba-tiba dia terkesiap saat sebuah tepukan mendarat di bahunya, dilihatnya seorang pemuda tampan yang selama ini menjadi temannya, hanya dia. Hanya Fariz yang mau berteman dengan gadis yang dipandang sebelah mata itu.


“Apa kamu baik-baik saja?” raut wajah Fabian tampak khawatir, sebagai seorang mantan ketua OSIS dan juga siswa yang akrab dengan pak satpam, laki-laki itu terhenyak saat pria paruh baya itu keceplosan, mengatakan bahwa kemarin sahabatnya terkunci di kamar mandi lama.


“Maksudnya??” Nesya belum mengerti arah pembicaraan Fabian, bagaimana dia akan mengerti jika ternyata pikirannya dipenuhi oleh bayang-bayang Fariz.

__ADS_1


“Anginnya kencang, mending kita masuk dulu.” Fabian menarik tangan Nesya, dengan rambut yang bertebaran kemana-mana, hingga tanpa sadar memperlihatkan leher jenjangnya yang dipenuhi bekas kecupan serta gigitan Fariz, Nesya membiarkan Fabian menariknya.


“Nesya..”


“Iya?” gadis itu menatap aneh pada Fabian yang tiba-tiba terpaku.


Fabian masih tak percaya, dia bukanlah manusia polos yang tidak mengerti bekas apa yang sangat kentara di leher sahabatnya. Namun dia menggeleng, mencoba menepis pikiran negatifnya terhadap Nesya, dia yakin seratus persen bahwa Nesya adalah gadis baik-baik.


Lantas, kakak mana yang tega membiarkan adiknya jadi bahan perundungan?? Fabian merasa ada sesuatu yang menyimpang, dia juga menyesal karena kemarin dia tidak sekolah sehingga tidak bisa menemani Nesya.


Mengetuk pintu kemudian masuk setelah dipersilahkan, Fabian mengutarakan maksudnya pada seorang guru yang masih terlihat muda, wanita itu tampak terkejut karena memang tidak menerima laporan bahwa kemarin ada siswi yang menjadi korban bully.

__ADS_1


Apalagi ditemukannya Nesya saat sekolah sudah kosong lantaran semua penghuninya sudah pulang, guru tersebut bergegas mengecek CCTV yang mengarah ke gudang lama. Fabian yang juga menyaksikan rekaman video itu pun mengepalkan tangannya, melihat tiga orang gadis yang menyeret paksa Nesya dan menguncinya di dalam kamar mandi.


Sementara Fabian yang tengah berjuang meraih keadilan untuk istri orang, di sisi lain, seorang lelaki tampan tengah kesal pada buruhnya. “Saya menggaji kalian bukan untuk bermalas-malasan! Jika kalian sudah bosan, lebih baik angkat kaki dari perkebunan saya!!”


Suara berat itu menggema, membuat semua buruh kicep tanpa berani bersuara. Kunjungan mendadak yang dilakukan bosnya membuat mereka seperti maling yang tertangkap basah, tidak ada satu pun yang berani menjawab perkataannya, hanya bisa mendengar semua kekesalan lelaki beristri itu.


Setelah mengecek perkebunan serta peternakan milik mendiang ayahnya, Fariz pergi ke lokasi proyek pembangunan villa yang didirikannya, lelaki itu memijat keningnya, belakangan ini dia terlalu sibuk mengurus Nesya membuat pekerjaannya terbengkalai. Tak banyak yang tahu, Fariz si lelaki kejam itu rupanya memiliki jiwa sosial yang tinggi, menggunakan kekayaannya yang berlimpah untuk membangun panti sosial, tempat wisata gratis, bahkan dia juga membangun villa di beberapa titik yang letaknya strategis.


Like


Komen

__ADS_1


 


__ADS_2