Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Bali


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang, akhirnya Dave dan Maura sampai di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali. Dave dan Maura melihat semua petugas bandara yang ramah dan sopan pada mereka.


"Dave, sepertinya aku akan menyukai tempat ini!" Bisik Maura.


"Tentu saja. Kita akan bersenang-senang di sini," Dave mencubit pipi istrinya dengan gemas.


Dave segera menyewa mobil di tempat rental yang ada di sekitar Bandar Udara Internasional Ngurah Rai. Ia kemudian memasukan semua perlengkapannya bersama Maura.


"Sayang, aku belum biasa menyetir dengan kursi kemudi di bagian kanan," keluh Dave.


"Kau pasti bisa!" Maura terkekeh.


Dave menyalakan mesin mobil, ia kemudian melajukan mobilnya menuju Hotel yang sudah dibooking nya. Mereka berbincang-bincang hangat di dalam mobil. Saat mereka melewati toko oleh-oleh, Maura melihat sebuah makanan manis yang lumayan membangkitkan selera.


"Dave, aku ingin itu!" Maura menunjuk sebuah toko oleh-oleh yang sangat ramai.

__ADS_1


Dave segera menepikan mobilnya, kemudian mereka memasuki toko oleh-oleh itu dengan bergandengan. Maura menunjuk ke arah etalase Pie khas Bali. Dave tahu, Pie itu memang sangat enak, ini bukanlah pertama kalinya Dave mengunjungi Bali. Sebelumnya Dave pernah ke Bali bersama keluarganya.


Saat Maura sudah puas berbelanja, Dave segera membayar semua yang Maura beli ke area kassa. Mereka melanjutkan perjalanan menuju Four Seasons Resort Bali at Jimbaran Bay. Tak membutuhkan waktu lama, mereka sudah tiba di hotel yang sudah Dave booking jauh-jauh hari. Dave segera menepikan mobilnya, saat mobil memasuki area parkir.


"Dave aku tidak menyangka aku berada di Bali!" Seru Maura dengan ceria.


Dave tampak gemas melihat ekspresi wajah istrinya, Dave segera mencium cepat bibir Maura. Hingga membuat pipi wanita itu bersemu merah. Ia kemudian membukakan Safety Belt yang melingkar di tubuh istrinya.


"Dave aku bisa sendiri!!" Ucap Maura, ia memandang wajah Dave. Posisi mereka sangat dekat hingga hidung mereka terlihat bersentuhan. Dave memandang manik mata itu, manik yang berwarna biru pucat yang terasa meneduhkan. Dave merasa nyaman saat melihat netra biru pucat itu, ia tak ingin terburu-buru melewati moment seperti ini. Dave memajukan wajahnya, ia mencium bibir Maura lembut. Sementara Maura memejamkan matanya, ia menikmati ciuman itu.


"Dave, jangan berlebihan! Ini tempat parkir," Maura memperingatkan yang membuat Dave tertawa renyah.


"Ya sudah ayo kita lakukan di kamar nanti!"


*****

__ADS_1


Razel baru saja pulang dari kampus, ia kini tengah menyusun skripsi. Razel berjuang mati-matian untuk segera lulus dari kampus yang memiliki banyak kenangan itu.


Razel berjalan kaki untuk pulang ke rumahnya, ia tidak membawa mobil seperti teman-temannya. Ia ingin hidup sehat dengan berjalan kaki.


Saat melewati toko bunga, Razel melihat sebuah bunga Lily yang sangat cantik. Razel memasuki toko itu, ia segera membeli buket bunga Lily dengan ukuran yang medium.


Razel tersenyum sendiri saat membayangkan dirinya memberikan bunga itu kepada Valerie. Akhir-akhir ini, gadis itu selalu saja mengusik pikirannya. Namun Razel tidak mempunyai keberanian untuk mendekati Valerie. Valerie adalah puteri konglomerat ternama, sedangkan dirinya hanya pria Yang sangat sederhana. Razel merasa insecure saat mengingat fakta itu.


"Anggap saja bunga ini sebagai bunga tanda terima kasih ku karena dia sudah merawatku saat sakit," Razel berbicara dengan dirinya sendiri.


Ia berjalan menuju kantor pusat Abellard Company. Sudah 3 bulan ini, Valerie bekerja disana. Valerie menjabat sebagai Staff GA di perusahaan milik ayahnya.


Saat akan memasuki pelataran kantor, Razel melihat Valerie yang sedang berjalan bersama pria yang sangat tampan dan gagah. Mereka tampak tertawa bersama, mata Razel membulat dengan sempurna. Ia begitu terkejut melihat pemandangan yang ada di depannya sehingga tanpa ia sadari bunga yang ada di tangannya jatuh ke aspal.


"Mengapa rasanya sangat sakit, perasaan apa ini?" Razel memegangi dadanya.

__ADS_1


Hallo para readers, tadinya author akan update siang kemarin tapi dengan 1 episode. Jadi, author pending updatenya di hari ini dengan 2 episode sekaligus agar kalian membacanya lebih nyaman. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di novel ini berupa like, komen atau vote dan hadiah. Terima kasih 😍🤗


__ADS_2