
Saat masuk ke dalam rumah, Dave begitu heran melihat semua pelayan yang berjajar rapi berdiri dengan wajah yang tertunduk.
"Tuan?" Gumam Lisa dengan wajah yang takut, ia sangat takut Dave akan marah besar padanya.
"Ada apa ini? Mengapa kalian berkumpul?' Tanya Dave dengan dahi yang berkerut seraya tangannya menenteng bungkusan belanja yang berisi buah jeruk yang akan dijadikan Jus.
"Tadi ada tuan Leo. Dia membawa Nyonya Maura dari sini," jawab salah satu pelayan dengan tertunduk.
Dave tak merespon semua pelayannya, Ia menaruh belanjaannya di sembarang tempat. Dave segera berlari menaiki tangga dan melihat kamar yang sudah kosong.
"Mengapa Daddy membawa Maura?" Batin Dave, ia kemudian menuruni tangga dengan wajah yang tegang.
"Tuan, ketika Nyonya Maura pingsan, ada pria yang masuk ke sini dan membantu mengangkat tubuh Nyonya," Lisa memberitahukan.
"Panggilkan staff keamanan!!" Perintah Dave dengan wajah yang masam.
Dua orang staff keamanan datang, mereka memperlihatkan CCTV yang mengarah ke arah halaman. Di sana terlihat Maura yang berjalan sempoyongan dan membuka pintu mobil. Namun sebelum Maura masuk ke dalam mobil, ia terlihat akan terjatuh. Di sana sangat jelas, ada pria yang menangkap tubuh Maura. Dave mengepalkan tangannya geram, saat melihat pria yang sangat dikenalinya.
"Roberto, kau memang ingin bermain-main denganku!!" Desis Dave dengan wajah yang merah padam.
Dave berjalan dengan sangat cepat, ia segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Si*lan kau Roberto!!" Hardik Dave, ia mencengkram stir kemudi dengan sangat kuat sehingga kuku-kukunya terlihat memutih.
Tak waktu lama, Dave sudah sampai di pekarangan rumah mertuanya. Ia mengetuk pintu. Ketika tidak ada jawaban dari dalam, Dave semakin mengencangkan ketukan pintunya hingga nyaris terdengar seperti menggedornya.
Pintu terbuka, terlihat Leo berdiri dengan wajah yang tidak bersahabat. "Ada apa kau kemari?"
"Aku ingin menjemput istriku, Dadd!" Jawab Dave dengan tegas.
__ADS_1
Leo menarik sudut bibirnya ke atas, ia tersenyum dengan sangat sinis. "Istri? Bukannya Maura adalah istri yang kau abaikan?"
"Ada apa ini? Ayo kita berbicara di dalam! Dave masuklah!" Sela Sophie. Ia menarik lengan Dave untuk masuk agar menghindari ketegangan antara mertua dan menantu itu.
"Dad, mengapa Daddy membawa Maura?" Tanya Dave dengan tatapan tak suka.
Leo tidak bergeming, ia segera mengeluarkan ponsel dari saku jasnya. Kemudian ia segera menyetel rekaman video yang diterimanya dari nomor yang tidak dikenal. Mata Dave terlihat membola karena terkejut, ia tidak menyangka ada yang merekam pertengkarannya bersama Maura.
"Jelaskan apa maksud video ini, Dave! Apa kau ingin mempermainkan putriku?!" Bentak Leo memenuhi langit-langit ruangan.
Sementara Sophie hanya diam saja melihat ketegangan suami dan menantunya. Ia juga kaget saat melihat video itu. Namun Sophie yakin Dave mempunyai alasan melakukan itu, terlebih Sophie sangat mengenal sifat Maura yang keras kepala.
"Itu pertengkaran kami beberapa bulan yang lalu saat hubungan kami belum membaik," Dave membuang nafasnya kasar, ia mengutuki dirinya sendiri mengapa ia sampai tak sadar bahwa ada seseorang yang tengah merekam pertengkaran dirinya dan Maura.
"Sebelum membaik? Bukankah kau dulu menikahi Maura atas dasar cinta?"
"Daddy kira kau menikahi Maura karena benar kau mencintai Maura. Namun fakta yang Daddy temukan salah besar. Kau benar-benar melukai perasaan keluarga Johnson!!!"
"Sayang, bukankah ini salahmu? Jika kau tidak melibatkan Maura atas kasus yang menimpa Dave. Mungkin semuanya tidak akan terjadi seperti ini. Lagi pula Dave sudah memperbaiki kesalahannya bukan? Aku lihat Maura sangat mencintai suaminya," sela Sophie, ia merasa kesal dengan Leo.
"Apa kau tidak marah saat menonton video itu? Kau ibunya! Mengapa kau selalu membela Dave??" Hardik Leo dengan berapi-api.
"Karena semua masalah berawal darimu. Andai kau tidak mengumpankan putrimu ke dalam profesimu itu. Dia tidak akan sampai menjebak seseorang," balas Sophie dengan berteriak, ia menumpahkan segala uneg-unegnya selama ini.
Melihat kondisi yang sudah tidak kondusif, Leo terduduk di sofa. Ia memijit pelipisnya yang terasa nyut-nyutan. Hatinya membenarkan bahwa dirinya lah yang bersalah atau semua kekacauan ini. Terlebih Leo sangat terburu-buru membawa Maura dari rumah Dave.
"Kau pulanglah dulu, Dave! Nanti kita berbicara lagi jika suasana sudah tenang," ujar Sophie dengan lembut
"Aku tidak akan meninggalkan rumah ini jika tanpa istriku, Mom. Aku tidak bisa jauh darinya," Dave bersikukuh dengan pendiriannya.
__ADS_1
Mendengar suara Dave, Maura yang sedang berada di dalam kamarnya bergegas untuk menuruni tangga dengan tergopoh-gopoh.
"Sayang?" Panggul Maura. Dave segera berdiri dan memeluk Maura.
"Kau tidak apa-apa? Apa yang dilakukan Daddy padamu?" Tanya Maura dengan khawatir.
"Kau pulanglah dulu! Biarkan Maura tinggal di sini untuk sementara waktu," perintah Leo tak ingin dibantah.
"Maura akan pulang bersama Dave, Dadd," tolak Maura tegas.
"Sayang, kau tinggal di sini dulu. Daddy dan Mommy sangat merindukanmu. Aku akan pulang sebentar untuk mengambil pakaian," Dave menangkup pipi Maura dengan hangat, cukup lama mereka berpandangan hingga Dave terlebih dahulu mengakhiri pandangan itu. Ia harus bisa meyakinkan mertuanya, bahwa Dave benar-benar mencintai Maura.
"Benarkah? Baiklah kalau begitu. Aku akan menunggu kau membawa baju," Maura luluh seketika dengan bujukan Dave.
Setelah berpamitan, Dave segera keluar dari rumah itu, ia akan mengambil baju-bajunya. Tentunya ia akan menginap untuk meyakinkan Leo dan Sophie bahwa hubungannya dengan Maura baik-baik saja.
"Sayang, pergilah ke kamarmu!" Perintah Sophie dengan lembut.
Maura menganggukan kepalanya, ia segera naik ke lantai dua untuk beristirahat. Kini hanya ada Sophie dan Leo di ruang tamu. Sophie menatap kesal ke arah suaminya.
"Lihatlah kemesraan mereka! Apa kau tega memisahkan mereka? Ayah macam apa dirimu? Aku tidak akan membiarkan keegoisanmu menghancurkan kebahagiaan putriku. Aku tidak akan mengalah untuk yang ini!!" Geram Sophie, ia meninggalkan Leo yang masih terduduk di sofa.
"Sayang, mengapa kau marah padaku?" Gusar Leo, ia berusaha mengejar langkah istrinya. Namun saat akan memasuki kamar, Sophie menutup pintu dengan sangat keras membuat Leo terperanjat karena terkejut.
"Mengapa sophie jadi marah kepadaku?" Leo mengusap wajahnya kasar, ia seperti menyesali perbuatannya yang membawa Maura tanpa sepengetahuan Dave.
Note : Jangan lupa untuk mampir di novel author satu lagi ya, yang berjudul "Istri Kesayangan Nino".
...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...
__ADS_1