Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Perkataan Becca


__ADS_3

"Mau apa kau ke mari?" Tanya Dave saat ia membukakan pintu. Dave kini melihat Rebecca tengah berdiri di depan pintu rumahnya.


"Aku ingin menjenguk istrimu. Ku dengar dia sakit," Rebecca memaksakan senyumnya, hatinya kembali berdesir saat melihat Dave.


"Masuklah!!" Titah Dave akhirnya, ia melangkahkan dirinya masuk ke dalam rumah dan memandu Becca yang berjalan di belakangnya. Rebecca terkagum-kagum dengan isi rumah Dave yang sangat mewah dan unik.


"Seharusnya ini semua untukku!" Batin Becca dengan senyum tipis. Ia mencoba menepis perasaan yang melintasi hatinya.


Dave membukakan pintu kamar miliknya bersama Maura, terlihat Maura tengah berbaring seraya menonton Frozen season 2.


"Sayang, Aku keluar dulu. Kalian mengobrol lah dulu!" Dave mencium kening Maura lembut, yang membuat hati Becca semakin memanas.


"Becca, ada apa kau ke sini?" Tanya Maura ramah.


"Iya. ku ingin menjengukmu," Rebecca duduk di pinggir tempat tidur. Rebecca menyerahkan bingkisan yang dibawanya. Bingkisan itu berisi buah-buahan yang segar.


Maura menerima bingkisan buah itu dengan senyum yang mengembang "Terima kasih."


"Maura, mengapa kau bisa keguguran?" Tanya Becca penuh rasa ingin tahu.


Maura menggelengkan kepalanya, wajahnya tampak muram. Becca seakan membuka luka hatinya lagi. "Aku tidak tahu."


"Ku dengar orang yang sudah pernah keguguran akan sulit mendapatkan anak lagi. Dan jika hamil pasti akan terjadi keguguran lagi," timpal Becca tanpa dosa.

__ADS_1


Mata Maura memanas mendengar kata-kata Becca, ia sangat takut hal itu terjadi pada dirinya.


"Dari mana kau tahu? Kau kan bukan seorang dokter?" Sanggah Maura dengan wajah yang muram.


"Itu bukan rahasia umum lagi," Becca mencoba menguatkan argumennya, selama ini ia berusaha baik kepada Maura. Namun hatinya menyangkal itu semua, ia selalu menuduh Maura lah yang merebut Dave dari sisinya. Seharusnya Dave yang menemaninya saat dia terjatuh, namun karena kehadiran Maura. Dave tak pernah kembali ke pelukannya.


"Kau tahu Maura, sejak kau mengambil Dave dari sisiku. Aku selalu terbangun tengah malam dan menangisinya. Aku ingin kau juga sama merasakan apa yang kurasakan!" Luap Rebecca dalam hatinya


"Lagi pula kau sangat egois Maura, aku dengar kau keguguran dan janinmu mengalami malnutrisi. Kau ibu yang tidak bertanggung jawab. Kau mementingkan dirimu sendiri!!" Becca mengeluarkan uneg uneg dalam hatinya dengan meninggikan suaranya kepada Maura.


"Mengapa Dave memilihmu?" Lanjutnya lagi.


Maura menatap Becca, tampak cairan bening sudah menggenangi matanya. Ia kemudian terisak menangis, ia teringat dengan calon bayinya yang sudah pergi.


Becca menjadi panik saat melihat Maura kacau, ia kemudian berlari ke luar kamar dan memanggil Dave. Dave sangat terkejut melihat Maura mencengkram rambutnya, Maura kini menangis histeris.


"Apa yang kau lakukan pada istriku?" Hardik Dave, ia mengapit pipi Becca dengan kasar.


"Dave, lepaskan! Aku tidak melakukan apapun. Saat aku bertanya apa yang terjadi pada janinnya. Dia menjadi seperti itu," sangkal Becca berbohong.


Bulir cairan bening membasahi pipi mulus Becca, ia tak menyangka Dave akan berlaku kasar padanya. Dahulu ia selalu diperlakukan bak tuan putri oleh Dave, tak pernah sekalipun Dave berlaku kasar padanya. Namun hari ini semuanya seperti mimpi baginya, Dave bukan seperti Dave yang dulu, Dave yang sangat mencintainya dengan sepenuh hati.


"Dave kau memang benar-benar berubah!" Luka di hati Becca semakin menganga karena perlakuan Dave padanya.

__ADS_1


Dave menjauhi Becca, ia segera menghambur memeluk Maura. "Sayang, tenanglah!"


"Dave, aku yang salah. Aku bukan ibu yang baik!!" Racau Maura dengan suara histeris, ia semakin mengencangkan tangisnya. Dave memperat pelukannya, Dave mencoba melepaskan cengkraman Maura pada rambutnya sendiri.


"Sayang, tenanglah! Ini aku Dave. Aku suamimu!" Bisik Dave dengan suara bergetar, ia tak menyangka Maura akan terluka seperti ini. Dave mengangkat dagu Maura lembut. "Dengar, bayi kita sudah bahagia di sana. Apa kau tidak kasihan padanya? Dia akan sedih melihat ibunya menangis meraung seperti ini."


Maura tampak melunak, ia menyenderkan kepalanya di dada bidang Dave. "Dave, maafkan aku! Aku bukan istri yang baik untukmu. Kita kehilangan anak kita karena perbuatanku."


"Bukan, ini bukan salahmu. Ini sudah takdir"


Becca yang melihat pemandangan itu hanya bisa menangis, harapan untuk mengambil hati Dave lagi kini musnah tak tersisa. Tak ada ruang di hati Dave untuknya, pria itu benar-benar sudah melupakannya. Tak tersisa setitik perasaan apapun di hati Dave untuk mantan kekasihnya. Becca segera pergi dan berlalu dari rumah sepasang suami istri itu.


*****


Razel sudah bisa melihat dengan baik, ia semakin giat belajar agar ia segera lulus dari universitas. Ya, Razel meneruskan kuliahnya yang tertunda. Di samping kegiatan kuliah, Razel pun mulai disibukan dengan usaha baru yang ditekuninya. Ia mendirikan konveksi kecil-kecilan.


Razel memproduksi sweater kekinian untuk pria maupun wanita, sementara yang mendesain sweaternya adalah Zalina, adik kandungnya yang baru saja kuliah di semester satu.


Razel memperkerjakan 5 orang penjahit, dengan modal yang ia punya. Syukurlah hari ini Razel bisa menambah karyawannya 3 orang.


Razel bertekad ia tak ingin bekerja di perusahaan orang lain, justru ia sendiri lah yang harus menciptakan lapangan kerja.


"Setelah sukses, aku akan melamarmu Valerie!!" Tekad Razel dalam hatinya.

__ADS_1


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...


__ADS_2