Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Piano


__ADS_3

Sudah dua hari Maura dan Dave memutuskan pindah ke rumah baru mereka, Dave sudah mengabari Albert dan juga Leo bahwa mereka telah pindah dari apartemen.


Semakin hari hubungan Maura dan Dave semakin dekat, seperti hari ini mereka baru saja pulang membeli perabotan rumah.


"Sayang, aku ada kejutan untukmu!" Seru Dave, tangannya memeluk Maura dari belakang.


"Kejutan apa?" Maura membalikan badannya. Merasa tidak sabar dengan kejutan apa yang akan diberikan oleh suaminya.


Dave segera menjentikan jarinya, terlihat ada tiga orang pria membawa sebuah Piano dengan langkah tergopoh. Mereka menaruh Piano itu di ruang tengah, ruang yang berhadapan langsung dengan taman.


"Dave, ini untukku?" Tanya Maura dengan gembira, ia merasa senang saat melihat hadiah yang diberikan Dave karena Maura mempunyai hobi bermain piano dan bernyanyi.


"Iya ini untukmu," Dave tersenyum melihat ekspresi gembira dari wajah istrinya. Dave merasa puas saat melihat Maura begitu bahagia dengan kado yang diberikannya.


"Terima kasih ya, pak?" Dave berterima kasih kepada ketiga pria yang mengantarkan piano tadi, kemudian Dave memberikan beberapa lembar Euro sebagai tip untuk mereka.


"Terima kasih tuan Dave," jawab ketiga pria itu berbarengan, mereka segera menerima tip dari Dave dan berpamitan untuk pulang.


"Kau suka hadiahnya?" Dave memperhatikan raut wajah istrinya.


"Iya, aku suka sekali. Terima kasih Dave," Maura berjinjit dan mencium pipi Dave.


"Kau memanggil suamimu dengan nama, sungguh tidak sopan!!" Dave mengerucutkan bibirnya, hingga membuat Maura gemas. Ia segera mencubit pipi suaminya.


"Lalu kau ingin aku memanggilmu apa?"


Dave tampak berpikir, kemudian bibirnya membentuk senyum kecil "Honey, baby, darling, hubby? Emm apalagi ya?"


"Hubby? Kau ini alay sekali!!" Maura tertawa dengan renyah. Kemudian Maura berjalan menghampiri piano itu.


"Sayang, tunggu! Kau belum memberikan jawaban," Dave mengejar langkah Maura yang kecil-kecil.


Maura mendudukan dirinya di kursi piano, Dave tampak mengikutinya dan ikut mendudukan dirinya di samping istrinya. Maura segera memainkan piano itu dan mulai bernyanyi membuat Dave merinding dengan suaranya yang merdu.


So lock the door


And throw out the key


Can't fight this no more


It's just you and me


And there's nothing i, nothing i, i can do


I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you...


Maura menyanyikan lagu Stuck With You milik Ariana Grande Feat Justin Bieber. Dave begitu menikmati suara merdu istrinya, ia merasa begitu beruntung dapat memiliki Maura.


"Dave, itu lagu untukmu!" Ujar Maura setelah ia selesai bernyanyi.


"Jadi, kau merasa terjebak dengan aku?" Dave mengernyitkan dahinya.


Maura menggelengkan kepalanya, bukan itu yang Maura maksud. Mengapa Dave sangat sensitif sekali?

__ADS_1


"Maksudku takdirlah yang sudah menjebak kita, dan itu tidak akan pernah berubah. Aku akan selalu terjebak denganmu."


Dave mengelus pipi Maura dengan penuh kasih sayang. Maura benar, takdir lah yang sudah menjebak mereka dan mempersatukannya dan Dave bersyukur karena itu.


"Aku mencintaimu, Maura!" Dave memegang pangkal leher Maura, ia kemudian mencium bibir istrinya lembut. Hingga waktu seperti terjeda, mereka begitu menikmati moment yang mereka lalui saat ini.


"Dave?" Maura melepaskan ciuman Dave saat menyadari ciuman itu semakin memanas.


"Mengapa pipimu merah begitu?" Dave tampak membelai pipi istrinya.


"Tidak apa-apa, sekarang kau yang bernyanyi!" Maura mengalihkan pembicaraan, ia takut Dave melakukan niatnya karena sudah seminggu ini setiap malam mereka selalu melakukannya.


"Aku tidak bisa bernyanyi," Dave tampak menolak.


"Kau bisa. Ayolah! Aku yang bermain piano dan kau yang bernyanyi," Maura tampak merajuk.


"Baiklah."


"Kau mau menyanyikan lagu apa?" Jari Maura sudah bersiap untuk memainkan pianonya.


"Emm. Just Say You Won't Let Go milik James Arthur."


"Baiklah, ayo bernyanyi!"


I knew I loved you then


But you'd never know


'Cause I played it cool when I was scared of letting go


But I never showed


But I wanna stay with you until we're grey and old


Just say you won't let go....


Just say you won't let go...


"Lagu itu untukmu!" Kata Dave saat selesai bernyanyi.


Maura tampak terharu dengan ucapan suaminya, ia begitu bahagia karena bisa menikah dengan pria seperti Dave, walaupun di awal pernikahan Dave memperlakukannya dengan tidak baik. Mereka meneruskan bernyanyi dan bermain piano, saling mengutarakan perasaan masing-masing lewat sebuah lagu.


Terjemahan lagu Stuck With You.


Jadi, kunci pintu dan buanglah kuncinya.


Tidak bisa melawan ini secara lebih, ini hanya ada kau dan aku.


Dan disana tidak ada yang bisa aku lakukan


Aku hanya terjebak bersamamu, terjebak bersamamu, terjebak bersamamu.


Terjemahan Just Say You Won't Let Go.

__ADS_1


Aku sadar aku mencintaimu sesudah itu


Tapi kau tak pernah tahu


Karena aku terdiam saat aku takut melepaskan


Aku sadar aku membutuhkanmu


Namun aku tak pernah tunjukkan


Namun aku mau tetap tinggal bersamamu


Sampai kita beruban dan menua...


*****


Malam harinya Maura dan Dave merebahkan tubuh mereka di tempat tidur yang ada di lantai dua, hanya kamar itu yang memliki atap yang terbuat dari kaca. Namun ketika siang hari, kaca itu ditutupi agar tidak menjadi rumah kaca dan berdampak pada pemanasan global.


"Dave, lihat itu ada bintang yang paling besar!" Maura tampak menunjuk ke arah langit.


"Itu bukan bintang itu asteroid," Dave merevisi perkataan Maura.


"Tapi bentuknya sepertu bintang kok," Maura tak mau kalah.


"Kalau bintang pasti berkelip, itu tidak berkelip. Berarti artinya bukan bintang."


Maura tampak memperhatikan bintang itu. Memang benar perkataan Dave, bintang itu tidak berkelip. Maura memutar tubuhnya menghadap Dave yang sedang menatap langit, ia memperhatikan wajah Dave. Memang wajahnya sangat tampan. Bulu mata lentik, hidung yang mancung, mengapa ia baru menyadari sekarang? Apa karena sekarang ia sudah sangat mencintai Dave?


"Sudah puas menatapku?" Gumam Dave namun masih terdengar oleh Maura.


"Kau baru menyadari ya, jika aku sangat tampan?" Lanjutnya lagi, Dave memutar tubuhnya menghadap Maura hingga posisi mereka saling berhadapan.


"Kau ini percaya diri sekali!"


"Tidurlah di sini!" Dave menunjuk tangan kirinya, Maura segera menggeser tubuhnya dan merebahkan kepalanya di tangan kiri Dave. Dave memeluk istrinya dengan begitu erat.


"Dave, apa kau tahu komet Halley?" Tanya Maura memecahkan keheningan di antara mereka.


"Aku tahu Komet Halley adalah komet yang muncul setiap 75 tahun sekali, Komet itu muncul terakhir pada tahun 1986 dan diprediksi akan muncul kembali pada tahun 2061," Dave menjelaskan, Maura merasa takjub dengan ilmu yang dikuasai Dave.


"Semoga di tahun muncul komet itu, kita masih bersama dan sudah memiliki anak dan cucu," lanjut Dave lagi, tangannya membelai rambut Maura, kemudian bibirnya mengecup puncak kepala istrinya.


"Aku juga berharap begitu," Maura mengeratkan pelukannya.


"Berjanjilah apapun masalah yang kita hadapi di masa depan, kau akan selalu bertahan dan tidak akan meninggalkanku!" Dave menatap Manik mata Maura dengan dalam.


"Aku berjanji, Dave!"


Maura dan Dave saling menautkan jari kelingking mereka, Dave segera menyelimuti tubuh istrinya karena angin semakin terasa berhembus kencang.


"Ayo kita tidur!" Maura mematikan lampu, ia segera merebahkan tubuhnya kembali.


Dave mengeratkan pelukannya, ia semakin menyadari bahwa Maura seperti candu untuknya. Ia bersumpah tidak akan melepaskan Maura apapun yang terjadi di masa depan.

__ADS_1


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...


__ADS_2