Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Episode 42. Kecewa


__ADS_3

Mama baru saja datang ke indonesia, setelah Alfin memberikan kabar bahwa dia telah mengetahui semuanya dan mau Mama nya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Buru-buru dia masuk kedalam rumah menemui Alfin yang sedang duduk disopa sambil memijat kepalanya, ruang tamu itu terlihat berantakan sekali sepetinya dia habis menghamburkan semua barang yang ada di sana.


"Sayang ada apa ini? apa yang terjadi?" tanya Mama sambil menghampiri Alfin.


"Apa maksud Papa sebenarnya? apa Mama benar-benar berselingkuh dengan laki-laki lain dulu?" tanya Alfin menatap tajam pada Mama nya.


"Jawab Ma!!" bentak nya.


"Itu hanya masa lalu sayang, jangan di besar-besarkan. Mama juga sudah minta maaf dengan Papa kamu, tapi dia juga melakukan hal yang sama jadi semua nya impas" jawab Mama sambil memegang pundak Alfin.


"Kalian berdua memang sama saja" ucap Alfin dingin.


"Mama memang melakukan kesalahan, tapi Mama juga sidah berusaha berubah. Dasar Papa kamu saja yang tidak bisa menerimanya dan dia malah melakukan hal yang sama" sambung Mama lagi.


"Cukup hentikan!! aku benar-benar kecewa. Karena keegoisan kalian Yosi jadi korban disini, aku juga menyesal karena terlahir dari wanita seperti kamu" ucap Alfin penuh dengan penekanan.


Seketika air mata Mama jatuh, ini pertama kalinya dia mendengar Alfin menyesal karena punya Mama sepertinya.


"Maafkan Mama...Mama juga nggak mau ini terjadi" sambung Mama sambil menundukan kepalanya.


"Kalian hanya bisa minta maaf" Alfin tersenyum sinis.


"Terus mau kamu apa? semua nya sudah terjadi. Keluarga kita memang sudah hancur dan tidak punya harapan dari dulu" Mama berusaha berdiri dan memegang tangan Alfin.


"Enatah lah, aku juga tidak tau harus berbuat apa? Ini bukan kehidupan yang aku inginkan" Alfin pergi dari sana.


Percuma dia berdebat dengan Mama nya, semua nya masih akan tetap sama. Tidak akan ada yang berubah, keadaan ini benar-benar kacaw.


Dia meninggalkan Mama nya begitu saja disana, lalu Alfin pergi kekamarnya. Dia merasa frustasi karena kehidupanya yang menurutnya gagal dalam semua hal, kini dia tidak punya semangat untuk bertahan hidup.


.


.


Sudah dari kemarin Alfin tidak keluar dari kamarnya, Mama dan Rayen sangat panik dan berusaha membujuk Alfin tapi percuma dia tidak menghiraukan mereka.

__ADS_1


Akhirnya Rayen memutuskan untuk mendobrak pintu kamar Alfin, benar saja apa yang mereka khawatirkan Alfin tergeletak di lantai dengan pil berhamburan di lantai. Banyak botol minuman aggur juga disana, sehingga semua kamar bau alkohol.


"Alfin...!!"


Mama langsung berlari dan memeluk Alfin yang tergeletak di lantai, dia menangis melihat keadaan Alfin yang tidak sadarkan diri.


"Cepat bawah kita bawah kerumah sakit!!" teriak Mama dan Rayen pun langsung menggendong Alfin.


Rayen di bantu oleh beberapa anak buah nya untuk membawah Alfin kerumah sakit, apa Alfin mencoba bunuh diri pikir mereka karena banyak sekali obat tidur berhamburan di lantai.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit, mereka langsung membawah Alfin keruang IGD. Dokter pun langsung melakukan pemeriksaan, Mama sangat cemas dan tidak berhenti menangis. Rayen berusaha menenangkan nya sambil duduk di kursi tunggu.


"Tolong dokter...!!" teriak Rayen.


"Ada apa ini Pak, apa yang terjadi?" tanya dokter yang mengahmpiri mereka.


"Dia pingsan karena terlalu banyak mengkonsumsi obat tidur" sambunh Rayen lagi saat para perawat dan dokter mengahmpiri mereka.


"Tolong dia, cepat!!" sambung Rayen lagi.


Rayen pun membaringkan tubuh Alfin di salah satu bet disana, setelah itu perawat menutup tirainya dan dokter melakukan pemeriksaan.


"Bapak dan Ibu nya tunggu disana, kami akan melakukan pemeriksaan" sambung perawat itu lagi.


"Iya Sus" jawab Rayen lesu sambil menghampiri Mama Mariana yang berdiri tak jauh dari mereka.


"Ayo kita duduk disana Tante, dokter masih melakukan pemeriksaan" ucap Rayen dan mereka pun duduk di kursi tunggu yang tak jauh dari sana.


"Bagaimana Tante bisa tenang? lihat bagaimana jika terjadi apa-apa sama Alfin" Dia masih saja terus menangis.


"Aku tau Alfin kuat, dia pasti bisa melewati ini. Sebenarnya apa yang terjadi Tante? Alfin terlihat sangat marah setelah pertemuanya dengan Om Suryo kemarin" tanya Rayen yang berusaha mencari tau.


"Ini urusana keluarga, kamu tidak perlu tau karena ini tidak ada urusananya dengan pekerjaan kamu" jawabnya ketus.


"Setidaknya saya bisa membantu Alfin Tante, dia sudah cukup sulit dengan semua masalahnya selama ini. Aku juga tau kalau Tante mengawasi gerak gerik Sofia dan keluarganya" Rayen menatap tajam dengan Tante Mariana.


"Apa yang kamu katakan, aku tidak pernah ingin tau tentang dia lagi. Apa lagi kakaknya pelakor itu" jawab Tante Mariana lagi.

__ADS_1


"Jangan berbohong Tante, sebenarnya jika aku boleh jujur. Semua ini terjadi karena Tante, aku tau jika sebenarnya Alfin benar-benar menyukai Sofia tapi Tante yang menghasut Alfin agar mereka bercerai, padahal Tante juga tau kalau yang membunuh Yosi adalah Regina" ucap Rayen pelan agar tidak di dengar orang lain.


Tante Mariana sontak terdiam, apa benar yang dia lakukan adalah salah. Tapi menurutnya itu adalah yang terbaik untuk Alfin, ada rasa bersalah di hatinya.


"Terus kamu mau apa? kalau memang saya sudah tau semuanya. Wanita itu juga sudah masuk penjara, tinggal keluarganya lagi. Aku akan berjanji akan membuat mereka semua menderita" jawabnya kemudian dengan tatapan memantikan penuh dendam.


"Saya harap Tante tidak akan memaksakan kehendak Tante pada Alfin, kalau tidak aku jamin Alfin tidak akan seberuntung sekarang" Rayen bertaka tegas agar Tante Mariana tau betapa tersiksa nya Alfin selama ini.


"Tante pasti sudah paham apa maksud ku" sambungnya lagi.


"Tau apa kamu tentang perasaan Alfin" jawabnya masih tidak mau kalah.


"Aku memang tidak tau apa-apa, tapi ini hanya pendapatku saja Tante" ucap Rayen tersenyum kecil.


Tidak lama kemudian dokter keluar dan membuka tirainya, dia bilang Alfin baik-baik saja hanya operdosis obat. Beruntung dia cepat di bawah kesini, perawat memindahkan Alfin ke ruangan untuk pemulihan.


"Bagaimana dengan keadaan anak saya dokter?" tanya Tante Mariana menghampiri dokter yang baru saja keluar.


"Kami sudah memeriksanya, dia hanya keracunan riangan karena oper dosis obat tidurnya. Kini keadaanya sudah mulai stabil dan beruntung kalian cepat membawah nya kesini" ucap dokter dan membuat mereka berdua merasa legah.


"Terima kasih dokter, apa dia sudah sadar?" tanya Tante Mariana lagi.


"Mungkin beberapa menit lagi, saat ini saya sudah menyuruh perwat untuk memindahkan dia kekurangan rawat inap untuk pemulihan" jawabnya.


"Terima kasih banyak dokter" jawab Tante Mariana.


Dokter pun pergi dari sana, Rayen dan Tante Mariana mengikuti perawat yang memindahkan Alfin keruangan rawat inap.


.


.


.


.


Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2