Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Bunga Untuk Maura


__ADS_3

Roberto menyenderkan tubuhnya di kursi kerjanya, ia begitu memikirkan Maura gadis yang baru dikenalnya. Setelah pulang dari wisuda adiknya, Roberto segera menelfon asisten pribadinya yang bernama Kevin.


Kevin diminta Roberto agar mengikuti mobil Dave yang membawa Maura, ia begitu kaget saat dikirimi video pertengkaran Maura dan Dave. Roberto begitu terkejut saat mendengar pernikahan Maura hanya untuk membalaskan dendam seorang Dave Abellard.


Sejak bertemu Maura, hatinya begitu tertarik dengan gadis itu. Entah karena iba atau alasan yang lain, Roberto ingin menyelamatkan Maura dari penderitaannya bersama Dave. Namun ia pun tak boleh gegabah, ia harus sadar bahwa pria yang akan dihadapinya adalah Dave Abellard. Salah seorang yang berkuasa di Perancis.


Ia tahu konsekuensi nya karena ikut campur urusan rumah tangga orang lain, namun apakah salah jika ia hanya berniat menyelamatkan seorang gadis? Apalagi di video itu sangat jelas bagaimana Dave memperlakukan Maura. Ia mempunyai ibu dan seorang adik perempuan, ia tidak bisa membayangkan jika mereka diperlakukan seperti Maura. Roberto menyangkal hatinya, ia ingin menyelidikinya karena alasan kemanusiaan bukan alasan lain.


Kemudian ia teringat dengan sebuah undangan pernikahan dari Dave, Roberto memang tidak menghadiri pesta itu karena ia sedang berada di Colorado, untuk mengunjungi proyek yang ada di sana. Roberto kemudian membuka laci, undangan Dave masih ada di sana. Ia kemudian membuka undangan itu, tertulis nama Dave Abellard dan Maura Arielle Johnson.


"Johnson?" Gumam Roberto, ia merasa tak asing saat mendengar nama Johnson. Bukankan jaksa yang terkenal di Paris adalah Leo Johnson? Atau jangan-jangan mereka mempunyai hubungan? Roberto harus menyelidiki semuanya, ia sangat penasaran dengan kehidupan Maura. Tekadnya semakin bulat, untuk membantu Maura keluar dari penderitaannya.


Sementara itu..


"Tuan, besok anda ada jadwal meeting dengan Tuan Roberto," Sekretaris Keenan tampak mengingatkan jadwal tuan mudanya.


Dave menyenderkan punggungnya pada sandaran kursi "Cancel saja dulu Keen! Aku sedang malas bertemu dengannya."


Sekretaris Keenan tampak mengernyitkan dahinya, ia begitu bingung dengan sikap Dave. Tidak biasanya Dave malas bertemu dengan Roberto, karena setahunya hubungan mereka sangat baik. Bahkan mereka terlihat sangat akrab.


"Apa anda ada masalah dengan Tuan Roberto?" Tanya Sekretaris Keenan yang melihat ekpresi muram Dave.


Dave memutar-mutar kursi kerjanya, tellihat sekali ia sedang memikirkan sesuatu. "Tidak ada, hanya saja aku tidak suka dia mendekati istriku"


"Tuan Roberto mendekati Nona Maura? Dari mana mereka saling mengenal?" Sekretaris Keenan masih tampak bingung.


"Entahlah. Aku pernah melihat Maura hampir tertabrak oleh mobil yang dikendarai Roberto. Aku melihat Roberto mengantarkan Maura sampai apartemen, lalu yang kedua Roberto menghadiri acara wisuda Maura dan memberikannya sebuah bucket bunga," Dave mulai bercerita pada asisten kepercayaannya itu.


"Apa anda cemburu, tuan?" Tanya Sekretaris Keenan langsung pada intinya, ia begitu bisa membaca wajah gundah gulana Dave.


"Tentu saja tidak. Untuk apa aku cemburu pada wanita seperti dia?" Dave menjawab dengan salah tingkah.

__ADS_1


"Benarkah? Apa anda rela jika tuan Roberto mengambil Nona Maura dari tangan anda?" Tanya Sekretaris Keenan yang mencoba menguatkan argumen dalam hatinya.


Dave langsung duduk dengan tegap, ia memandang Sekretaris Keenan dengan raut wajah yang masam. "Tentu saja tidak, dia kan istriku Keen!"


"Perlakukanlah Nona Maura dengan baik, tuan! Karena wanita akan berpindah pada lain hati jika ia merasa tidak nyaman dengan seorang pria," Sekretaris Keenan tampak mencoba memberikan nasihatnya, karena bagaimana pun ia ingin yang terbaik untuk pernikahan Dave dan Maura.


"Kau berlaga menasehatiku seperti kau seorang ahli Casanova!!" Sembur Dave jengkel.


Sekretaris Keenan terkekeh, ia memang bukan ahli masalah cinta tapi setidaknya ia mengerti dengan pernikahan Dave dan Maura. Semuanya memang harus diperbaiki sebelum terlambat.


"Maafkan saya tuan ika saya lancang! Tapi dengarkanlah! Anda hanya mempunyai dua pilihan. Jika anda masih memperlakukan Nona Maura dengan tidak baik, bukan tak mungkin jika ada pria lain yang merebut hatinya. Selain itu, jika Jaksa Leo tahu tuan memperlakukan putri kesayangannya dengan buruk seperti itu, ia akan mengambil Nona Maura dari tangan anda. Lalu pilihan kedua, anda berubah memperlakukan Nona Maura dengan baik, maka Nona Maura akan terus berada di sisi anda tuan. Buanglah keegoisan anda jika anda masih mengharapkan pernikahan anda utuh!" Sekretaris Keenan memberikan petuahnya panjang lebar.


Hening beberapa saat, Dave kembali menyandarkan punggungnya pada kursi kerjanya itu. Ia mengusap wajahnya frustasi.


"Entahlah Keen. Aku hanya takut jika aku mencoba memperbaiki pernikahan ini, Maura mengkhianati kepercayaanku lagi. Aku sudah cukup hancur waktu itu, aku tidak ingin hancur untuk yang kedua kalinya."


"Jika anda takut Nona Maura mengkhianati kepercayaan anda lagi, buatlah sebuah pengikat kuat antara anda dan Nona Maura!" Sekretaris Keenan tampak memberikan idenya.


"Anda harus mempunyai anak dengan Nona Maura, tuan! Dengan begitu kalian mempunyai ikatan satu sama lain. Dengan cara itu, Nona Maura tidak akan pernah lepas dari anda."


Anak? Bahkan Dave pun tidak pernah berpikir akan mempunyai anak dari gadis yang sudah menjebaknya. Namun jika ia harus kehilangan Maura, ia pun tak mau. Dave tampak meresapi kata-kata Sekretaris Keenan. Ia tak boleh membiarkan ada orang lain yang mengambil Maura dari tangannya.


****


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 5 sore, Dave segera menutup laptopnya dan bergegas untuk pulang.


Saat Dave melajukan mobilnya, ia melewati toko bunga langganannya dulu saat ia sering memberikan Maura hadiah. Tiba-tiba ia jadi teringat dengan istrinya. Dave segera menghentikan mobilnya, ia berjalan menuju toko bunga itu. Namun saat membuka pintu, ia berpikir lagi ia tidak boleh luluh dengan Maura.


Tetapi kata-kata Sekretaris Keenan begitu terngiang-ngiang di telinganya.


Dave segera membuka pintu toko bunga itu, ia memesan Bunga Zinnia yang dipadukan bunga Magnolya. Bunga kesukaan Maura, saat sudah mendapatkan bunga itu Dave segera membayar ke area kassa dan segera melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya.

__ADS_1


Dave membuka pintu apartemen yang ia kunci dari luar, ia langsung melangkahkan kakinya menuju ruang TV, terlihat Maura yang sedang menonton kartun Spongebob Squarepants dengan posisi tiduran di kasur lantainya. Maura segera menghampiri Dave saat melihat Dave mendekatinya.


"Dave, kau sudah pulang?" Sapa Maura ramah.


"Tentu saja aku sudah pulang. Jika belum aku tidak akan di sini," jawab Dave dengan masam.


"Aku kan hanya berbasa-basi," Maura terkekeh.


Dave memajukan bucket bunga yang ia pegang ke arah Maura "Ini untukmu!"


Maura segera mengambil bucket bunga itu dengan bahagia, sudah lama sekali Dave tidak memberinya bunga. Maura memangku bunga itu, karena bucketnya sangat besar.


"Terima kasih, Dave. Ini indah sekali!" Maura melihat bunga itu dengan wajah berbinar.


"Kau jangan percaya diri dulu! Aku memberikan bunga ini untukmu sebagai ucapan rasa terima kasihku karena kemarin kau sudah merawatku!" Dave berjalan menjauhi Maura seraya tangannya sibuk melepaskan dasi.


"Mengaku saja! Kau pasti mulai jatuh cinta padaku untuk kedua kalinya ya?" Maura mengejar langkah Dave yang hendak masuk ke kamar miliknya.


"Berkhayalah!"


Maura mencolek pipi Dave, terlihat rona merah menyembul di pipi pria jangkung itu.


"Jika wajahmu begitu, berarti jawabannya iya kan?"


"Kau ini cerewet sekali! Ayo keluarlah dari kamarku!" Dave mendorong pelan punggung Maura, berusaha mengeluarkan gadis itu dari dalam kamarnya.


"Aku yakin kau sudah menyukaiku kan!!" Seru Maura dengan heboh.


Dave segera menutup pintu kamarnya, ia kemudian memegang dadanya yang berdegup kencang.


"Sial !! Mengapa aku menjadi deg-degan? "

__ADS_1


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...


__ADS_2