Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Bab 20


__ADS_3

“Apa yang kamu rasakan?” tanya Fariz saat melihat Nesya sudah terbangun, manik elang itu seakan menusuk jantung Nesya yang belum sadar sepenuhnya.


“K-kakak..” seraya menahan rasa pusing yang menerjang kepalanya, tubuh mungil itu meringsek ke dada bidang Fariz, dia menangis tersedu-sedu mengingat kejadian yang dialaminya beberapa jam yang lalu.


Fariz bergeming, tidak menolak dan juga tidak membalas. Laki-laki itu bisa merasakan kausnya yang basah karena air mata Nesya, namun seketika tangannya menghempas tubuh Nesya hingga terlentang di tempat tidur.


“Katakan! Sejak kapan kamu meminumnya!” sentak Fariz seraya melempar beberapa pil kontrasepsi ke wajah Nesya. Rupanya sebelum Nesya sadar, Fariz sempat memeriksa tas istrinya, dan betapa terkejutnya saat di menemukan sesuatu yang bisa menjadi penghalang rencananya.


“A-aku,” Nesya gelagapan, dia benar-benar takut melihat Fariz yang tengah diselimuti kemurkaan. Ingin membela diri namun tak memiliki cukup nyali , Nesya belum siap jika harus mengandung benih yang ditanam Fariz, ia ingin fokus mengejar cita-citanya untuk saat ini.

__ADS_1


“Jawab!!” Fariz membentak Nesya karena gadis itu memilih diam, dia mengapit tubuh itu dan tidak memberinya celah untuk lolos, Fariz benar-benar tidak peduli dengan kondisi Nesya yang masih lemas.


“B-belum Kak, aku belum meminumnya,” jawab Nesya dengan tubuh bergetar, bayang-bayang kejadian di malam itu kembali berkelebat, saat Fariz menyiksanya tanpa ampun.


“Apa kamu tidak berbohong??” selidik Fariz, dia tidak ingin jika rencana yang sudah disusun dengan rapi seketika berantakan.


“Tidak.” Nesya menggeleng, mencoba menyingkirkan tubuh Fariz yang berada di atasnya, namun gerakan tangannya terhenti saat Fariz kembali melayangkan tatapan tajam yang seakan mampu membelah dirinya.


“Lalu, bagaimana jika aku hamil? Aku kan masih sekolah,” pertanyaan yang sedari tadi muncul di benaknya, akhirnya keluar dari bibir Nesya.

__ADS_1


Fariz terbahak kemudian tersenyum miring, “apa kamu tidak mau mengandung anakku? Bukankah kamu mencintaiku hmm??” mengangkat dagu Nesya agar menatap ke arahnya, Fariz menahan tawanya melihat Nesya yang terkejut karena ucapannya.


“Iya, ehh... Enggak!!” mengangguk namun kemudian menggeleng, Nesya merutuki kebodohannya yang malah membenarkan ucapan suaminya. Bohong jika Nesya sudah tidak memiliki perasaan pada Fariz, bahkan akhir-akhir ini dia ingin selalu dekat dengan laki-laki yang sering disebutnya sebagai monster tampan itu.


Meskipun sifatnya yang menyebalkan dan suka seenak jidat, matanya terbelalak saat menyadari bahwa bagian atas tubuhnya sudah telanjang, dengan tangan nakal Fariz yang sudah menari-nari di area sensitifnya. Bahkan sesekali dia menyapu dua benda sintal itu dengan mulutnya, apalagi kini ukuran serta bentuknya semakin membuat Fariz bergairah.


‘Benar-benar manusia tak berakhlak, padahal aku masih sakit. Apa tidak bisa jika acara tanam bibit kecebong ini ditunda dulu? Bahkan setiap hari dia melakukannya, apa jadinya jika nanti ada Baby di dalam perutku??’ Nesya hanya bisa mengumpat di dalam hati, tangannya hendak menghentikan Fariz yang sudah akan melepaskan penutup tubuh bagian bawahnya, namun sebelum itu terjadi, Fariz sudah terlebih dahulu menggenggam tangannya.


“Kak, berhenti! Ponsel kakak berbunyi!” teriak Nesya sambil terus berusaha menghindari kecupan-kecupan yang diberikan oleh Fariz. Entah kenapa dia merasa sangat tidak nyaman, ingin sekali dia mendorong jidat mulus itu dan membuat pemiliknya terjengkang. Namun sayangnya, hal itu hanya angan-angan yang tidak mungkin akan terwujud.

__ADS_1


Btw, bagi yang penasaran dengan visual mereka, bisa dicek di akun Instagram aku @dee__ary


 


__ADS_2