
Kini tiba saatnya acara pemotongan kue, kedua pengantin diarahkan untuk mengambil pisau yang dihias dengan pita putih. Mereka memotong kue pengantin yang berbentuk kastil dan berukuran sangat besar itu.
"Ayo tuan silahkan suapi istri anda!" Seru MC dengan gembira.
Dave segera mengambil potongan kue itu, ia menyuapi Maura dengan potongan yang besar. Mulut Maura tampak penuh dengan kue, Maura tak mau kalah, ia segera menyuapi Dave dengan kue itu. Ia menyuapinya dengan kasar dan terkesan memaksa.
"Lihatlah Dave aku akan melawanmu nanti, saat kau berbuat seenaknya padaku!!"
Valerie yang melihat gelagat aneh sepasang pengantin baru itu pun langsung menghampiri mereka untuk mengalihkan perhatian para tamu undangan.
"Saatnya sesi dansa!!" Valerie merebut mikrofon milik MC.
Para tamu langsung bertepuk tangan riuh, Mereka tak sabar untuk melihat pengantin baru berdansa di kastil megah ini. Dave menggandeng lengan Maura, ia memeluk pinggang Maura dengan begitu dekat. Dave memandang mata biru pucat itu, terlihat Maura menatap wajah Dave dari jarak dekat hingga hidung mereka hampir bersentuhan.
Maura tidak pernah menyangka akan menikah dengan pria yang ada di hadapannya, ia akan menjalani hari di mana Dave yang akan pertama ia lihat saat bangun tidur. Tidak ada rasa kebahagiaan di hati Maura, Ini seperti mimpi buruk baginya. Ia akan menunggu di mana Dave akan membuangnya, seperti yang Dave ucapkan saat mereka bertengkar di Kota Annecy.
Setelah sesi dansa berakhir, Pihak WO tampak mengarahkan pengantin dan semua tamu untuk berjalan menuju Halaman kastil untuk acara pelepasan Balon dan lampion.
Pegawai WO itu tampak menyiapkan ribuan balon dan lampion. semua tamu harus memegang balon itu satu-satu.
"Tuan, nanti balon akan dilepaskan serentak ke udara. Saat penerbangan balon, anda langsung mencium istri anda ya!" Fotografer memberikan aba-aba.
"Baiklah," jawab Dave mengerti.
__ADS_1
Semua tamu dan kedua keluarga mempelai segera menerbangkan balon-balon itu ke udara, tak lupa banyak lampion juga yang beterbangan menghiasi gelapnya malam Kastil Chambord.
Dave segera menarik Maura dalam pelukannya, ia segera mencium lembut bibir Maura. Maura membulatkan matanya karena kaget, semua fotografer mengabadikan momen itu dengan semangat. Mereka memotret Dave dan Maura secara kontinu, Para tamu tampak bersorak gembira. Entah mengapa Dave begitu senang saat mencium bibir Maura, Bibirnya seperti menjadi sebuah candu untuknya. Namun lagi-lagi ke egoisannya menyangkal itu semua.
"Kau jangan seenaknya menciumku!!" Maura berbisik dengan geram
"Itu baru permulaan, aku akan melakukan lebih dari itu!!" Dave tersenyum sinis sehingga membuat nyali Maura menciut.
Setelah acara resepsi, pengantin dan keluarga kedua mempelai beristirahat di kamar yang sudah disediakan oleh kastil. Albert membooking seluruh kastil untuk pesta pernikahan putranya.
"Bersenang-senanglah sayang!" Sophie mencium pipi Maura, kemudian ia berjalan keluar kamar Maura saat sudah membantu Maura melepaskan gaun pengantinnya.
Suasana di kastil terlihat romantis, nampak semua kelopak bunga bertebaran di tempat tidur. Juga banyaknya lilin di kamar kastil ini, selain itu satu tangkai mawar yang ditutupi kaca tampak menghiasi sudut-sudut ruangan. mirip sekali dengan kamar Belle di film Beauty And The Beast.
Dave memasuki kamar pengantin, ia melihat Maura menundukkan pandangannya seraya memainkan kukunya yang cantik. Dave mendudukan dirinya di samping Maura, Maura tampak bergeser menjauhi Dave.
"Jangan coba menghindariku!" Dave menarik lengan Maura kasar.
Maura menghempaskan genggaman tangan Dave. "Lepaskan aku !"
Dave melihat mata Maura yang penuh dengan ketakutan, ia semakin bersemangat untuk menakut-nakuti gadis yang sudah menjadi istri sah nya itu.
"Aku hanya ingin menagih hak ku sebagai seorang suami," Dave mengangkat dagu Maura.
__ADS_1
"Maafkan aku Dave, tapi sekarang aku belum siap!" Maura menatap Dave dengan tatapan memohon.
"Aku tidak peduli, aku tetap akan menagih hak ku!" Ucap Dave tegas dan penuh dengan penekanan.
"Hentikan permainanmu, Dave! Aku tidak akan Sudi tidur denganmu. Kau bukan seleraku! Aku jijik harus tidur satu ranjang denganmu!!" Desis Maura meluapkan emosi yang selama ini ia tahan.
"Kau jangan berbicara tidak sopan pada suamimu!!" Bentak Dave menahan emosi.
"Aku tidak peduli. Bahkan aku tidak pernah mengharapkanmu menjadi suamiku!!!!" Maura berteriak dengan lantang, biasanya ia akan memilih untuk menghindar saat bertengkar dengan Dave. Namun malam ini dan seterusnya, ia bertekad untuk melawan pria itu.
Mata Dave tampak berkilat-kilat saat mendengar Maura berkata dengan nada penuh kebencian padanya, ia segera mencengkram pergelangan tangan Maura kasar. Maura menghempaskan tangan Dave, tampak pergelangannya memerah. Namun ia tidak mempedulikan itu, Maura berusaha berlari untuk ke luar kamar namun Dave tak kalah cepat untuk mengejarnya. Dave mengangkat tubuh Maura dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang yang penuh dengan kelopak Mawar. Dave segera menindih tubuh mungil Maura, ia menciumi semua wajah Maura dengan kasar, Maura memberontak dan memukul dada Dave dengan sekuat tenaganya.
"Dave, lepaskan!!!" Teriak Maura, ia menangis tersedu-sedu.
Dave tampak kehilangan kontrol dirinya, ia segera menyobek bagian atas piyama Maura. Dave menciumi bahu dan leher Maura.
"Dave, lepaskan!!!" Maura menangis histeris.
Dave memandang Maura yang menangis sesenggukan dengan tubuh yang gemetar karena ketakutan, ia segera melepaskan tubuh Maura. Dave seperti menyesali perbuatannya, ia segera pergi meninggalkan kamar dan membanting pintu sekeras mungkin.
Maura segera mendudukan dirinya, ia membenamkan wajahnya di atas lutut. Gadis itu tampak menangis tersedu. Penderitaannya kini baru saja dimulai.
...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...
__ADS_1