Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Anggota Keluarga Baru


__ADS_3

4 bulan kemudian.


Kandungan Maura kini memasuki semester akhir, Dokter memperkirakan Hari perhitungan lahir sekitar 2 hari lagi. Namun dari dini hari tadi, Maura sudah merasakan tidak nyaman di perut nya. Tendangan jabang bayi makin aktif seperti meronta untuk segera keluar dan melihat indahnya dunia.


Maura merasakan sangat mulas, ini sudah menjelang pagi tapi mulasnya tak berhenti malah semakin menjadi-jadi. Maura berguling kesana kemari sehingga tak sengaja membangunkan Dave.


"Sayang, kau kenapa ?" Tanya Dave dengan suara parau, ia berusaha mengumpulkan kefokusannya. Karena kepalanya masih agak pusing akibat terbangun secara mendadak.


"Perutku mulas, Dave!" Jawab Maura dengan wajah yang meringis.


Tanpa aba-aba Dave segera menggendong Maura menuju garasi. Semua pelayan berebut membantu Dave untuk menggendong tubuh Maura yang terasa sangat berat.


Dave langsung menyalakan mesin, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


"Tahanlah sebentar, sayang!" Ujar Dave dengan panik


"Dave, jangan terlalu ngebut, tenanglah!" Maura memperingatkan, tangannya memegang safety Belt karena menahan nyeri di bagian perutnya.


Tak lama mereka telah tiba di Europeen Hospital, Dave segera menggendong Maura menuju IGD. Semua perawat yang berjaga di sana membantu mengangkat tubuh Maura dan membaringkan nya di brangkar.


Dua orang perawat tadi mendorong brankar Maura menuju ruang persalinan, perawat tadi sudah cukup tahu bahwa tak lama lagi Maura akan melahirkan.


Dave ikut masuk ke ruang persalinan, Dokter Cathy tampak memeriksa pembukaan pada Maura.


"Pembukanaannya baru pembukaan ke 4 tuan, kita harus menunggu sampai pembukaan 10," Dokter Cathy memberitahukan pada Dave.


Dave menunggu Maura yang sedang mengalami kesakitan karena mulas yang luar biasa, sesekali Maura memencet lengan Dave hingga lengannya meninggalkan bekas luka berwarna hijau dan ungu. Namun Dave tak mempedulikan rasa sakitnya. Ia lebih fokus kepada proses melahirkan istrinya.


Dokter Cathy memeriksa lagi pembukaan pada Maura, namun pembukaannya belum juga naik. Hingga ia memutuskan untuk mengambil langkah operasi Caesar.

__ADS_1


"Tuan, kami harus melakukan tindakan operasi. Karena pembukaan belum kunjung bertambah," Dokter Cathy memberitahukan.


"Baiklah. Lakukan yang terbaik, Dok!"


Dokter Cathy menyuruh Dave untuk melakukan tanda tangan pada berkas-berkas tindak operasi. Dave juga menelpon keluarga dan mertuanya. Setelah itu ia melengkapi administrasi dan berkas-berkas lainnya.


Saat operasi akan segera dilaksanakan, Dave memasuki ruang operasi dengan pakaian yang sudah diberikan rumah sakit. Ia berdiri di samping istrinya yang sedang berjuang hidup dan mati. Udara di ruang operasi cukup dingin karena AC dibiarkan menyala, Dave pun merasa merinding ketika mendengar monitor Holter.


Tak ketinggalan di sana juga sudah ada team yang merekam momen bersejarah itu. Memang Dave memilih persalinan yang sepaket dengan pemotretan yang sudah di sediakan rumah sakit. Tujuannya Agar ia tak perlu lagi mencari Fotografer untuk mengabadikan moment bersama istri dan bayinya.


Dave dan dua orang perawat mengajak Maura untuk mengobrol, sementara Dokter Cathy menjalankan tugasnya untuk melakukan prosedur operasi. Perhatian Maura teralihkan, hingga ia terkejut saat mendengar suara tangisan bayi.


Perawat tadi memegang satu bayi, dan dokter Cathy memegang bayi satunya lagi.


"Selamat, tuan! Kalian melahirkan bayi kembar perempuan dan laki-laki," ucap dokter Cathy dengan ekspresi bahagia.


Maura tak bisa membendung air matanya, ia menangis haru saat melihat 2 bayi yang sehat. Setelah operasi selesai, Dokter Cathy menempelkan bayi itu pada dada Maura hingga membuat hati wanita itu bergetar.


Dave mengambil bayi satunya lagi, ia menciumi wajah Maura dengan sayang. "Terima kasih, sayang. Kau sudah berjuang sejauh ini. Aku mencintaimu."


Maura memejamkan matanya saat Dave mencium keningnya, sungguh kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


Setelah operasi selesai, Dokter Cathy memberikan instruksi pada perawat untuk memindahkan Maura ke ruang perawatan pasca bersalin. Perawat tadi pun menyimpan dua bayi itu di kasur bayi yang disimpan di samping Maura.


Keluarga Abellard dan Keluarga Johnson memasuki ruangan perawatan Maura dengan wajah yang bahagia, mereka tak sabar melihat anggota keluarga baru mereka.


"Cantiknya keponakan ku!!" Seru Valerie dengan bahagia diikuti Razel dibelakangnya.


"Selamat ya Maura dan kak Dave!" Razel tersenyum memarken giginya yang putih.

__ADS_1


"Terima kasih Razel," jawab Maura.


"Jadi kapan kalian akan menyusul?" Dave menatap usil ke arah Razel dan Valerie.


"3 bulan lagi kami akan menikah tahu!" Valerie mencebikan bibirnya.


Lalu Albert, Leo, Elline dan Sophie mendekati ranjang bayi. Mereka mengelilingi ranjang Maura dan bayi itu dengan penuh suka cita.


"Ah lihatlah cucuku sangat mirip denganku!!" Ujar Albert dengan bangga.


"Hey, lihatlah hidungnya, itu hidungku!!" Jawab Leo tak mau kalah.


Semua tertawa mendengar perdebatan kecil antara dua orang besan itu.


"Kita namakan mereka siapa?" Tanya Elline pada Maura dan Dave.


"Aku berikan nama Amanda Arielle Abellard yang artinya anak yang manis dan pantas untuk dicintai . Dan Abellard nama keluarga dari ayahnya yang artinya bangsawan yang kuat dan pemberani. Dan ini Audreen Axelle Abellard yang artinya anak mulia yang menjadi sumber kehidupan," tutur Dave dengan haru.


"Amanda dan Audreen. Daddy suka," jawab Leo dengan antusias.


Dave kemudian mendekati ranjang Maura, ia menyeka dahi Maura yang berkeringat. Kemudian ia menciumi semua wajah istrinya


"Sayang, terima kasih kau sudah memberikan kebahagiaan untukku. Aku mencintaimu dan akan selamanya begitu," Dave mengambil lengan Maura, dan mencium punggung telapak tangannya.


"Aku juga mencintaimu, Dave."


Semua yang ada di ruangan itu tersenyum dengan haru, kata bahagia rasanya tidak cukup untuk menggambarkan suasana di dalam ruangan itu.


"Aku berharap aku juga segera berkeluarga dan menemukan wanita yang mencintaiku tanpa tapi," gumam Sekretaris Keenan dalam hati.

__ADS_1


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...


__ADS_2