
Dave mendudukan dirinya di sofa ruang khusus kerjanya. Dave mengumpulkan Albert ,Elline, dan Sekretaris Keenan untuk membahas pernikahannya yang akan dilaksanakan sekitar dua Minggu lagi. Pria itu sengaja tidak melibatkan Valerie, karena pasti Valerie akan menghalangi rencananya.
"Ada apa Dave kau mengumpulkan kami?" Tanya Albert seraya mendudukan dirinya di samping Elline.
"Mom, Dad? Dave ingin meminta izin untuk menikah," Dave berbicara dengan tegas.
Elline membulatkan matanya karena kaget, ia begitu terkesiap mendengar penuturan anak sulungnya itu, karena setahunya Dave baru saja patah hati oleh Maura.
"Menikah? Dengan siapa kau akan menikah ? Jangan bermain-main!" Elline memperingatkan.
Albert pun terlihat bingung dengan Dave. Apa anak itu sedang mabuk?
"Dengan siapa kau akan menikah?" Tanya Albert dengan nada mengintograsi
"Dengan Maura," Dave menjawab dengan tenang.
Albert yang mendengar nama Maura seketika langsung terkejut, ia memasang wajah tidak suka, dadanya naik turun menahan amarah. "Setelah kau dipermainkan olehnya, kau mau menikahinya? Dasar anak bodoh!!"
"Tenang, sayang!" Elline berusaha menenangkan keaadaan yang mulai panas. Sementara Sekretaris Keenan hanya diam saja mendengarkan rapat keluarga itu tanpa berbicara atau menyela sedikitpun.
"Kau sedang mabuk, Dave! Pergilah ke kamarmu!!" Bentak Albert dengan menahan emosinya.
"Mengapa kau mau menikahi Maura, Sayang? Setelah apa yang sudah dia lakukan pada keluarga kita," Elline menatap Dave dengan kecewa.
__ADS_1
Dave nampak berpikir, ia sedang menyusun kata- kata agar orang tuanya mengizinkannya untuk menikah dengan Maura. "Dave ingin menikahinya karena Dave ingin membalaskan dendam Dave padanya, Mom. Dave akan membuat dia menderita."
Albert dan Elline saling berpandangan dengan bingung. Albert menatap tajam anaknya. "Jika kau ingin membalaskan dendammu, tak perlu repot-repot kau menikahinya dan menjadikannya bagian dari keluarga kita. Biar Daddy saja yang menghancurkan seluruh keluarganya!!"
"Sudah lah mengapa kalian membahas dendam? Sayang kau punya anak seorang perempuan dan Dave? kau mempunyai adik seorang perempuan. Apa kalian rela jika Valerie disakiti oleh pria? Lagi pula menikah itu bukan perkara main-main, menikah adalah saat kau berkomitmen mencintai satu sama lain hingga maut memisahkan. Walaupun Mommy kecewa dengan Maura, sebaiknya kita tidak perlu balas dendam. Cukup kita tidak berhubungan lagi dengan keluarga Johnson," Elline memberikan petuahnya panjang lebar kepada suami dan putranya.
Dave memberanikan diri memandang wajah wanita yang melahirkannya, ia mengambil lengan ibunya dan menciumnya. "Apa Mommy ingin aku masuk penjara lagi? Jika pemuda itu kritis lagi, aku yakin Jaksa Leo akan mengambil celah untuk menyeretku ke jeruji besi. Namun jika Dave menikahi puterinya, dia tidak akan bisa berkutik, Mom karena puterinya berada dalam genggamanku."
Elline dan Albert saling berpandangan, mereka begitu mencemaskan Dave jika suatu hari nanti keluarga Razel dan Jaksa Leo akan menuntut Dave kembali. Selain itu, Albert pun takut Hakim Edmond akan berubah pikiran dan memihak Jaksa Leo.
"Apa Daddy dan Mommy mau Dave masuk penjara lagi?" Dave bertanya lagi seolah ingin meyakinkan ayah dan ibunya.
"Kami perlu berdiskusi dulu dan memutuskan semuanya," Albert berdiri dari duduknya diikuti Elline di belakangnya.
"Dave akan selalu menunggu jawaban kalian."
Maura, Sophie dan Jaksa Leo sedang asik meminum teh hangat di halaman rumah kakek Maura, Richard. Sudah dua hari ini, Jaksa Leo berada di Kota Annecy untuk menjenguk istri dan anaknya.
"Dad?" Maura menyimpan gelas tehnya, ia memandang ayahnya yang tampak asyik melihat burung-burung beterbangan dengan bebas di atas langit.
"Apa, Nak?" Jaksa Leo memandang Maura dengan penuh tanda tanya.
"Apa boleh Maura menikah ?"
__ADS_1
Jaksa Leo langsung terbatuk-batuk mendengar ucapan Maura, teh yang ada di dalam mulutnya langsung terhambur keluar, Sophie segera menepuk pelan punggung suaminya itu.
"Menikah? Apa kau sedang mengigau, Nak? Dengan siapa kau akan menikah? " Jaksa Leo memandang Maura dengan penuh selidik.
Maura mendudukan kepalanya, sungguh ia tidak berani untuk melihat wajah ayahnya.
"Siapa, Nak?"Jaksa Leo mendesak agar anak gadisnya berbicara.
"Dave," gumam Maura namun masih terdengar oleh Jaksa Leo dan Sophie.
Jaksa Leo terperanjat, ia begitu terkejut dengan berita yang disampaikan anaknya. "Kau bercanda kan, Nak?"
Maura memandang ayahnya, ia memaksakan senyumnya. "Maura serius, Dad. Maura ingin menikah dengan Dave."
"Kau gila!!!" Jaksa Leo seakan kehilangan kata-katanya, ia menggelengkan kepalanya mendengar nama pria yang ingin dinikahi oleh anaknya. Sangat sulit untuk dipercaya, Maura mau menikah dengan Dave.
"Katakan apa yang Dave lakukan sehingga kau mau menikah dengannya! Apa dia mengancammu? Bicaralah, Nak! Jika iya Daddy yang akan mengambil jalur hukum."
Maura seketika menggelengkan kepalanya "tidak, Dad. Maura hanya ingin menikah dengan Dave. Kebersamaan kemarin membuat Maura jatuh hati padanya," Maura tersenyum, ia sengaja berbohong agar ayahnya tidak memperpanjang masalahnya dengan Dave.
"Daddy tidak percaya denganmu!" Jaksa Leo memalingkan pandangannya.
"Sayang, mengapa kau tidak percaya dengan puterimu? Biarkanlah Maura menikah. Dia sudah dewasa," Sophie ikut menimpali, Sophie mengetahui ancaman Dave. Ia mengizinkan Maura untuk menikah dengan Dave karena Sophie yakin Dave tidak seburuk apa yang Maura pikirkan. Sophie yakin Dave bisa memaafkan Maura. Lagi pula cara inilah salah satunya, agar Dave berhenti menggangu keluarganya dan juga keluarga Razel.
__ADS_1
Jaksa Leo tertegun, ia begitu mengenali puterinya. Jaksa Leo melihat ketakutan di dalam manik mata biru gadis itu. Ia harus menemui Dave dan menanyakannya secara langsung.
...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...