
Detektif Martin melajukan mobilnya menuju Perumahan Montmartre, ia bermaksud untuk menemui Jaksa Leo.
"Tuan?" Sapa Martin saat melihat Jaksa Leo membukakan pintu.
"Detektif, silahkan masuk!" Jaksa Leo membukakan pintu dengan ramah.
Detektif Martin tampak mengikuti Jaksa Leo menuju ruang kerjanya, ia kemudian mendudukan dirinya di sofa.
"Jadi ada keperluan apa anda kemari?" Tanya Jaksa Leo. Mereka duduk saling berhadapan, hanya meja kaca yang menjadi pembatas di antara mereka. Jaksa Leo kemudian menyajikan teh hangat untuk tamunya itu.
Detektif Martin membuka tasnya, ia membawa beberapa dokumen dan menyerahkannya ke arah Jaksa Leo. Jaksa Leo tampak mengernyitkan dahinya, ia segera menerima dokumen itu. Tangannya terlihat membuka halaman demi halaman. Di dokumen itu tercatat penyelidikan Detektif Martin tentang penyuapan hakim oleh keluarga Abellard.
"Aku sudah tahu lama bahwa keluarga Abellard melakukan sesuatu pada hakim Edmond," Jaksa Leo masih membaca dokumen itu, sesekali ia membenarkan letak kacamatanya.
"Lalu bagaimana untuk langkah selanjutnya, Tuan? Apa anda akan membiarkan kasus ini?" Tanya Detektif Martin penasaran.
"Aku sudah menutup kasus ini Martin. Lagi pula aku sudah melihat kesungguhan dari diri menantuku untuk berubah. Tak hanya itu, dia juga ikut mencari donor mata untuk Razel. Aku bisa pastikan dia bertanggung jawab sepenuhnya atas insiden kecelakaan di Jalan Rue Lepic," Jaksa Leo tampak yakin dengan ucapannya.
Jaksa Leo tidak akan membiarkan Dave kembali mendekam di jeruji besi atas kasus suap hakim Edmond, ia tidak ingin menghancurkan pernikahan dan hidup putri kesayangannya. Lagi pula Jaksa Leo sudah melihat secara langsung bagaimana Dave memperlakukan Maura dan Jaksa Leo pun yakin, kebahagiaan Maura hanyalah bersama Dave. Ia tidak ingin melakukan kesalahan kedua kalinya dengan mengorbankan Putrinya.
"Jadi, kita akan menutup kasus ini dan menghentikan penyelidikan?" Detektif Martin mencoba mencari kepastian.
"Ya, untuk saat ini aku ingin mementingkan putriku dari pada jabatanku," Jaksa Leo memantapkan hatinya.
"Saya mengerti, Tuan. Baiklah, kalau begitu saya serahkan dokumen ini!" Ucap Detektif Martin, ia kemudian menyerahkan semua dokumen yang berisi tentang penyelidikan penyuapan Hakim Edmond. Jaksa Leo menerimanya, ia kemudian berjalan ke arah laci lemari dan menyimpannya di sana.
__ADS_1
Mereka kembali meneruskan obrolan mereka tentang beberapa kasus besar yang ada di Kota Paris dengan ditemani teh hangat dan cemilan. Sesekali tawa kecil mewarnai perbincangan antara Jaksa dan Detektif itu.
****
Dave pulang ke apartemen pukul lima sore. Sesampainya di apartemen, ia langsung mencari keberadaan Maura, istrinya. Saat mencarinya di dapur, ia melihat wanita yang ia cintai sedang memasak dengan begitu serius.
Dave segera mendekati Maura, ia kemudian memeluk istrinya dari belakang dengan manja.
"Aku merindukanmu."
"Dave, kau mengagetkanku!" Maura memegangi dadanya. Ia merasa sangat terkejut.
Dave terkekeh, ia kemudian menciumi punggung Maura hingga membuat wanita itu agak risih. "Dave, lepaskan! Itu menggelikan!"
"Kau segera ganti bajumu ya? Aku ingin menunjukan sesuatu padamu," gumam Dave hangat di telinga Maura.
Dave tersenyum lalu ia menganggukan kepalanya. Maura segera memutar knop kompor begitu aktivitas masaknya telah selesai. Ia kemudian berlari ke kamar dengan tergesa membuat Dave menggelengkan kepalanya.
"Mengapa dia sangat menggemaskan?" Dave berbicara pada dirinya sendiri.
15 menit kemudian, Maura keluar dengan memakai rok span yang mempercantik kaki jenjangnya, untuk atasan ia memakai pakaian rajut tebal yang bergaya cardy. Tak lupa rambut panjangnya ia urai dan dihias dengan topi baret yang mempunyai warna senada dengan roknya.
"Istriku cantik sekali!" Puji Dave takjub.
"Gombal!"
__ADS_1
Dave segera menggandeng lengan istrinya dengan penuh kasih ayang, ia kemudian membukakan pintu mobilnya untuk Maura.
"Kita mau ke mana, Dave?" Tanya Maura saat Dave melajukan mobilnya menembus jalanan Paris yang lumayan ramai.
"Aku ingin membawamu ke rumah baru kita," jawab Dave dengan tenang.
Maura tampak terkejut saat mendengar rumah baru, hatinya merasa sangat senang akhirnya ia bisa keluar dari apartemen. Walaupun apartemen itu termewah di Prancis, namun Maura merasa kurang nyaman. Ia seperti hidup sendiri jika Dave pergi bekerja. Mungkin jika dirumah ia bisa berkebun.
Mobil Dave tampak melaju menuju Perumahan elite di Prancis, perumahan itu sangat dekat dengan Jalan Le Marais, jalanan yang sangat terkenal di Prancis. Dave kemudian memparkirkan mobilnya di sebuah rumah yang mewah dan tampak asri.
"Dave, apakah ini rumah baru kita?" Maura tampak takjub melihat rumah itu.
Dave menganggukan kepalanya, ia merasa puas saat melihat ekpresi bahagia yang terpancar di wajah istrinya.
Dave dan Maura segera memasuki rumah baru mereka, rumah itu mempunyai kolam renang yang lumayan luas terdapat ayunan di pinggir kolam. Maura juga melihat rumah itu memiliki area taman yang memiliki banyak macam bunga. Ada bunga Zinnia, bunga Azalea, bunga Daisy, dan bunga-bunga lain yang sangat cantik. Selain itu rumah ini memiliki root top. Dimana mereka bisa melihat bintang saat malam tiba, kamar Maura dan Dave pun di rancang dengan atap dan dinding kaca sehingga cahaya matahari bisa masuk dengan mudah.
Saat memasuki kawasan taman, Maura tampak terkejut dengan desain interior sebuah ruangan di tengah taman. Desain itu membentuk gelembung bulat yang terbuat dari kaca, di dalamnya ada tempat tidur dan tirai. Maura segera memasuki tempat itu dengan penasaran.
"Dave, ini kan desain hotel yang ada di tengah hutan seperti hotel di Brazil dan Bali," Maura tampak sangat takjub. Pasalnya interior seperti ini mirip sekali dengan hotel-hotel kelas dunia untuk honeymoon.
Dave tak menjawab pertanyaan Maura, ia segera menarik tirai hingga tirai itu menutup ruangan tersebut. Ia kemudian mendorong pelan tubuh Maura.
"Dave, kau mau apa?" Maura menatap gelagat suaminya yang mencurigakan.
"Aku ingin dirimu," bisiknya, ia mencium Maura dengan penuh gairah, hingga membuat Maura terbuai dibuatnya.
__ADS_1
...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...