Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Bab 26


__ADS_3

“Nesya Latisha...” suara berat nan menyeramkan itu membuat Nesya menelan ludah kasar. Tubuhnya langsung lemas setelah melihat Fariz yang sudah berdiri di belakangnya. Menghentikan gerakan menyantap nasi goreng dibayar cuci piring berjam-jam, rupanya Nesya benar-benar menjahili anak buah suaminya.


Gadis itu merajuk karena tiba-tiba menginginkan nasi goreng, namun sialnya, anak buah Fariz sudah tidak punya uang lagi. Alhasil dia membuat perjanjian dengan pemilik warung dengan mengorbankan lelaki tampan tak bersalah itu.


“Dan kau, apa yang kamu lakukan di sana?” manik elangnya menatap tajam pada anak buahnya yang ternyata bernama Radit.


“Saya lagi nyari pahala Bos, barangkali saya mendapat keberanian untuk menyumpal mulut istri anda!” ujarnya seraya melempar spons dengan kasar, lelaki itu menggerutu. Bagaimana bisa dia terjebak dengan pasutri sableng yang selalu menyusahkannya?


“Coba katakan sekali lagi!” Fariz memberi tatapan membunuh membuat Radit langsung memegang lehernya.


Melihat mereka tengah bersitegang, Nesya mencoba kabur dari warung makan itu, namun langkahnya terhenti saat Fariz mengucapkan ultimatum yang hanya bisa dia tanggapi dengan mengelus dada.


“Jangan mencoba lari! Atau aku benar-benar membuatmu tidak bisa berjalan!” ucapnya tegas tanpa menoleh, tangannya pun masih tetap berada di dalam saku celananya menambah kesan angkuh di pria itu.


Nesya tersenyum kecut, sementara Radit tampak melambai-lambai ke arahnya seraya meninggalkan mereka. “Ah sialan!” gumamnya.

__ADS_1


“Nesya..” Fariz tersenyum manis, namun tatapannya seolah akan mengoyaknya.


“Hehe.. Jangan marah ya Kak, aku cuma mau jalan-jalan kok,” menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Nesya hanya bisa pasrah saat lagi-lagi pria itu menggendongnya.


“Siapkan mentalmu, karena aku pastikan akan membuatmu terkapar, bahkan sampai tulangmu lepas pun aku tidak akan menghentikannya!” Fariz menyeringai, melihat Nesya yang sudah membatu di sebelahnya. Nesya takut jika itu akan benar terjadi.


‘Terkapar? Tulang lepas? Astaga, manusia macam apa ini, apa dia tidak lelah memberiku hukuman tak senonoh itu?’ Nesya mengumpat di dalam hati. Nesya semakin gemetar saat mobil yang ditumpanginya memasuki pekarangan rumah, pikirannya mulai berkelana, membayangkan seperti apa buasnya Fariz yang akan membuatnya terkapar.


“Turun!”


“Aaa turunin aku Kak!!” Nesya terkejut saat Fariz mengangkatnya seperti karung beras.


“Buka bajumu!”


“Ha? Kenapa?” Nesya yang masih merasa pusing karena ulah Fariz barusan tidak mendengar dengan jelas perintah suaminya.

__ADS_1


Fariz berdesis, dengan satu tarikan dia berhasil merobek pakaian Nesya yang kini hanya tertinggal bra dan celana pendek saja. Namun sial, saat dia akan memulai permainannya, perutnya langsung terasa diaduk-aduk, dengan segera dia pergi ke kamar mandi.


“Huek..” Fariz terus muntah-muntah, kepalanya terasa berputar-putar, ditambah lagi dengan Nesya yang dengan polosnya bertanya kenapa.


“Pergi Nesya!” bentak Fariz, sementara Nesya, gadis itu mengerutkan dahinya, menatap heran pada lelaki itu, namun seketika muncul ide konyol untuk mengerjai Fariz.


“Apa yang kamu lakukan?? Huek!!”


Nesya tertawa puas, dia terus mengapit leher Fariz di ketiaknya, membiarkan Fariz menikmati aroma khas miliknya, kebetulan juga dia belum mandi sedari pagi. Ia merasa puas melihat ketidakberdayaan Fariz, tanpa rasa takut sedikit pun, Nesya terus memepetkan tubuhnya pada lelaki yang masih merasa mual itu.


“LEPAS NESYA!!” Fariz merasa kesabarannya telah habis, dia mendorong Nesya hingga terantuk di dinding kamar mandi.


Like


Komen

__ADS_1


 


__ADS_2