
Alfin sengaja mengajak Regina untuk bertemu disebuh hotel, wanita gatal itu tentu saja langsung mau. Alfin sudah menyiapkan rencananya, agar Regina mengakui semuanya dan dia harus menerima semua hukuman atas perbuatanya.
Daniel duduk di sopa menunggu kedatangan Regina, tidak lama kemudian Regina datang dan mengirim pesan setelah Alfin kemarin menghubunginya. Nomornya masih tetap sama, jadi Alfin tidak kesusahan untuk mencarinya.
"Akhirnya kamu datang juga!" ucap Alfin saat membuka pintu.
"Tentu saja aku datang, aku tau kamu pasti merindukan aku" jawabnya sangat percaya diri lalu masuk kedalam.
Mereka berdua duduk di sopa sambil berdekatan, Regina terus saja menempel pada Alvin.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Daniel saat Regina mendekatkan wajahnya.
"Bukan kah ini yang kamu inginkan?" Regina meletakan tangan Daniel di paha nya.
"Kamu terlalu percaya diri, aku mengajak kamu kesini untuk meminta penjelasan" Alfin mengeluarkan beberapa foto dan Regina pun terkejut karena poto itu sebelum kejadian Yosi dan Sofia kecelakaan.
"Apa semua ini? aku tidak mengerti?" tanya Regina pura-pura bodoh.
"Apa kamu pura-pura bodoh? kamu yang menculik Sofia dan membuat mereka kecelakan?" tanya Alfin sambil melotot.
"Bukan aku kok, lagian orang di foto ini bukan aku" sangkalnya sambil sedikit menjauh dari Alfin.
"Apa mau apa perlihatakan yang lebih jelas?" Tanya Daniel sambil mengelukan banyak foto lagi dan disana muka Regina kelihatan jelas.
"Kamu salah paham Alfin, aku hanya lewat disana" jawabnya sambil mengelengkan kepalanya.
Regina sudah berdiri dan ingin pergi dari sana, Alfin mengeluarkan pistol dari balik baju nya dan mengarahkannya pada Regina.
"Aku pergi dulu, aku baru ingat masih ada urusan" sambung Regina yang sudah berjalan cepat menuju pintu.
"Sekali lagi kamu melangkah aku akan tembak kamu!" ancam Alfin dan Regina pun menoleh melihat Alfin mengarahkan pistol pada nya.
"Tenang dulu, aku tidak akan pergi. Letakan pistolnya" jawab Regina takut.
"Cepat katakan apa yang terjadi, atau aku sendiri yang akan membunuh kamu. Sekalian saja, tubuh kamu di potong-potong kecil untuk makanan buaya di sungai" ucap Alfin sambil tersenyum.
"Kamu gila ya! aku sudah bilang bukan aku yang melakukannya" Regina berusaha meyakinkan Alfin.
"Tapi aku tidak percaya, baiklah seprtinya kamu tidak akan mengaku. Jadi lebih baik kamu mati saja" Alfin sudah siap dengan pistolnya.
__ADS_1
"Aku mohon jangan" Regina menggelangkan kepalanya.
"Cepat katakan, Ah sepertinya ini kurang menarik karena kamu tidak takut sama sekali" ucap Daniel santai sambil mendekat kearah Regina.
"Mau apa kamu Alfin? jangan mendekat" Regina terus saja mundur sampai tubuhnya membentur tembok.
"Aku tidak mau kamu mati dengan mudah" Alfin mengeluakan pisau lagi dari pinggangnya.
"Mencabik tubuh seseorang seprtinya menarik" Alfin mengarhakan pisau itu keleher Regina.
"Ampun Alfin!" ucap Regina yang mulai lirih karena Alfin tidak main-main menekan pisau itu sampai leher Regina benar-benar tergores.
"Cepat katakan!!!" teriaknya marah.
"Baiklah aku akan katakan, aku yang melakukan itu tapi tolong jauhkan pisau ini" Regina menangis kencang.
"Bagus, jika kamu mengaku seprti ini enakan. Kenapa tidak dari dulu saja aku lakukan" sambungnya sambil menarik Regina mengikuti dia untuk duduk di sebuah kursi.
"Duduk..." Regina pun duduk dan Daniel pun mengambil tali di lemari yang tak jauh dari sana.
Regina mencari kesempatan untuk minta tolong dengan membuka ponselnya, tapi belum sempat dia melakukan nya. Alfin sudah melihanya dan melempar ponselnya sampai pecah.
"Brakk...." ponselnya hancur.
Daniel mengikat kedua kaki Regina dan tanganya juga, Regina hanya bisa menangis. Dia tidak pernah berpikir Alfin akan berbuat sekejam ini, tubunya terus bergetar.
"Cepat buat rekaman suara, aku mau kamu akui semua nya" Alfin meletekan ponsel nya dan mulai merekam.
"Aku...aku.." Regina sampai tak bisa bicara dan Alfin kembali meletakan pisau di lehernya.
Regina pun memgatakan semuanya, dari awal dia menyulik Sofia dan merusak rem mobil Yosi. Semua nya dia katakan dan berharap Alfin akan membebaskanya, tapi Regina salah Alfin tidak melepaskannya.
"Sudah, aku sudah mengatakan semuanya. Tolong lepaskan aku, aku tidak akan menganggu kamh lagi" ucap Regina meminta Alfin melepaskanya.
"Tidak segampang itu, kamu salah karena mengira aku adalah Alfin yang dulu" jawabnya sambil tertawa.
"Apa maksud kamu? aku sudah mengakui semuanya" sambungnya lagi.
"Setidaknya aku masih hidup walaupun di penjara' ucap Regina dalam hatinya.
__ADS_1
"Iya aku tau kamu bukan Alfin yang dulu, aku minta maaf. Aku menyesal dan aku juga tidak bermaksud untuk membunuh Yosi" sambung Regina lagi dan Alfin semakin murka.
"Kamu bahkan tidak pantas menyebut nama adik ku, j*l*ng sialan!!" bantak Alfin.
Dan tidak lama kemudian dua orang datang, dia terlihat seperti preman. Alfin pergi dari sana setelah mereka masuk, Regina semakin takut karena mendengar ucapan Alfin sebelum pergi.
"Kalian datang! aku sudah selesai dan kalian boleh melakukan apa saya apa nya" ucap Alfin sambil melihat pada Regina.
"Lepaskan aku, apa yang kamu lakukan Alfin. Lebih baik kamu bawah langsung aku ke kantor polisi" tariak Regina takut.
"Tidak semudah itu, aku cuma mau memberikan sedikit hukuman dan ini pasti akan membuat kamu suka. Bukan kah kamu suka melayani laki-laki hidung belang di luae sana, aku sangat baik hati memberikan kamu dua laki-laki yang gagah ini" Alfin mengedipkan matanya.
"Urus dua, jangan sampai ketahuan. Buang saja di pinggir jalan atau antar ke kantor polisi sekalian kalau sudah selesai" bisik Alfin.
"Baik Bos, semua nya akan aman" jawab Salah satu dari mereka.
"Selamat menikmati Regina sayang" ucap Alfin lalu keluar dari sana.
Setelah itu tidak tau apa yang terjadi pada Regina, Alfin memilih pergi ke kantor polisi untuk membuka kasus adiknya lagi dan menyerahkan semua bukti. Dia menyesal selama ini tidak punya keberaniaan untuk membuat Regina mengakui semuanya, rasa puas setelah melihat Regina dia penjara nanti.
Rayen susah menunggu di bawah untuk menjemput Alfin, saat melihat mobil Rayen Alfin langsung masuk.
"Bagaimana apa berhasil?" tanya Rayen saat Alfin susah masuk ke dalam mobil.
"Sudah ini buktinya, dia sudah mengakui nya. Ayo pergi sekarang" jawab Alfin memperlihatkan ponselnya.
"Apa yang terjadi pada nya? kamu tidak melukianya kan?" tanya Rayen penasaran karena Alfin tidak mentakan rancananya secara jelas.
"Aman, semua nya sudah aku rencanakan secara detail. Suruh anak buah kamu berjaga disini dan mengikuti Regina" sambung Alfin.
"Iya aku akan menyuruh mereka berjaga disini" jawab Rayen menganggukan kepalanya.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya đđ