Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Menonton Film Horor


__ADS_3

Malamnya Dave tampak berpakaian rapi, ia menghampiri kamar Maura terlihat Maura yang sedang tiduran sambil membaca novel.


"Seharian kau selalu saja rebahan. Dasar pemalas!" Gerutu Dave saat membuka pintu kamar istrinya.


"Aku kan sudah selesai mengerjakan semua pekerjaan rumah. Ya sudah mau apa lagi?" Jawab Maura santai.


"Kau selalu saja pintar menjawab. Cepatlah ganti baju! Kita akan pergi menonton film."


Maura langsung bangkit dari tidurannya, ia memandang Dave dengan penuh semangat. "Benarkah kita akan keluar malam ini? Yeay!!"


"Jika kau belum mengganti pakaianmu, acaranya kita cancel!!" Dave berlalu meninggalkan kamar Maura.


Maura segera mengganti pakaiannya, ia memakai rok tutu yang khusus musim semi, untuk atasannya Maura memakai sweater tipis. Ia juga memakai topi baret dan menggerai rambut panjangnya. 20 menit kemudian ia keluar dari kamarnya dan menghampiri Dave yang sedang mendudukan dirinya di sofa.


"Menunggumu lama sekali! Bahkan aku bisa pergi melanjutkan S3," sarkas Dave ketus.


Maura terkekeh, ia segera menarik tangan Dave dan menggandengnya, Tentu saja Dave salah tingkah dengan perlakuan Maura.


Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil. Kecanggungan mulai menerpa, masing-masing tidak ada yang memulai pembicaraan. Hingga Dave memutar musik untuk mengusir sepi.


"Dave, kita mau ke mana?" Tanya Maura memecahkan keheningan di antara mereka.


"Kita ke Grand Palais. Kita akan menonton film," jawab Dave, tangannya masih fokus menyetir.


Grand Palais dikenal dengan kubah kacanya yang megah, Grand Palais adalah situs bersejarah yang besar. Di sana terdapat kompleks museum yang terletak di Champs-Élysées di arondisemen ke-8 Paris dan sebuah pameran. Grand Palais juga terkenal dengan pertunjukan bioskop ala Drive-In dimana penonton menonton Film di dalam mobil.


Sepertinya Dave sudah merencanakan acaranya ini, terlihat banyak sekali makanan ringan di jok belakang mobilnya.

__ADS_1


"Dave, aku ingin menonton Film Beauty And The Beast live action yang diperankan Emma Watson," pinta Maura dengan bersemangat.


"Aku tidak suka film seperti itu, aku ingin menonton Film The Possession Of Hannah Grace," jawab Dave, matanya terlihat fokus memperhatikan jalanan yang ada di depannya.


"Apa? Film The Possession Of Hannah Grace?" Maura langsung bergidik ngeri mendengar Judul Film itu, pasalnya Film itu sangat digadang-gadang sebagai Film horor terseram.


"Aku tidak suka film horor, Dave. aku takut," Maura merengek layaknya anak kecil.


Dave tersenyum simpul, bukankah bagus jika Maura ketakutan? Dengan begitu ia akan mudah memeluk dan mencium gadis yang ada di sampingnya.


"Ah mengapa kau sangat mesum, Dave?" Dave menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Aku tetap ingin menonton Film The Possession Of Hannah Grace. Tenang saja! Kau kan tidak menontonnya sendiri," Dave tetap bersikukuh pada pendiriannya.


Dave pun membeli tiket untuk Film The Possession Of Hannah Grace. Dave segera melajukan pelan mobilnya menuju baris kedua. Belum saja Filmnya dimulai, Maura sudah sangat ketakutan.


Film The Possession Of Hannah Grace adalah Film Horor yang menceritakan seorang wanita bernama Megan Reeda. Ia mempunyai masalah dalam kehidupannya, sehingga ia menjadi depresi, untuk penyembuhannya Megan masuk ke pusat rehabilitasi. Setelah sembuh dari depresinya, Megan yang seorang mantan polisi menerima pekerjaan sebagai pengurus kamar jenazah. Megan menguatkan dirinya di tempat kerja barunya itu karena ada sesuatu yang tidak disukanya ketika bekerja di sana.


Dave segera mengambil Pop Corn yang ada di jok belakangnya, ia menonton Film itu dengan santai. Sementara Maura sangat ketakutan menonton adegan demi adegan, ia terus berteriak-teriak membuat Dave beberapa kali merasa terkejut.


"Hey wanita diamlah! Kau mengganggu aku yang sedang fokus menonton," Dave memperingatkan dengan wajah galak.


Maura segera bersembunyi di bahu Dave, ia membenamkan wajahnya disana. "Ayo kita pulang, Dave! Aku tidak kuat."


"Itu kan hanya sebuah Film, dan hantu itu seorang aktris. Tenanglah!" Dave melunak, tangannya mengelus rambut Maura.


Maura mengangkat wajahnya ia melihat Dave yang tengah menatapnya dengan dalam. Ada rona merah menghiasi pipi pria itu, Dave memandang Maura dengan tatapan yang teduh, ia segera memajukan wajahnya dan mencium lembut bibir Maura. Maura tidak berusaha memberontak ia memelototkan matanya, ia begitu terkejut dengan ciuman Dave yang tiba-tiba.

__ADS_1


Hingga sebuah suara klakson mobil mengagetkan mereka berdua, sepertinya ada penonton baru yang akan menonton film ini.


Dave berdehem untuk mengusir kecanggungan, sementara Maura hanya duduk tanpa bicara sepatah kata pun karena ia benar-benar terkejut.


"Dave apakah tindakanmu barusan menandakan kau mulai mencintaiku lagi? Aku berharap iya, aku ingin memperbaiki pernikahan kita," gumam Maura dalam hatinya.


"Ah lihatlah gadis bodoh itu, wajahnya tidak menunjukan ekspresi apapun saat aku menciumnya. Apa dia benar-benar tidak menyukaiku? " Resah Dave dalam hatinya.


Mereka sibuk berbicara dalam hati mereka sendiri hingga mereka tidak menyadari film horor itu segera berakhir.


"Dave, ayo kita pulang! Aku sungguh takut," Maura menggenggam lengan Dave.


Jangan terburu-buru ingin pulang! Ayo kita ke pasar malam!"


Dave melajukan mobilnya meninggalkan kawasan Grand Palais, Maura tampak menyenderkan kepalanya di bahu Dave. Sesekali ia melihat ke jok belakang mobil, pikirannya berpikir macam-macam, ia membayangkan hantu Hannah ada di belakang mereka. Maura langsung bergidik ngeri dan memegang tangan Dave erat-erat, ia sungguh menyesal ikut menonton fim itu. Harusnya ia tadi tidur saja di dalam mobil.


20 menit kemudian mereka telah sampai di pasar malam yang ada di kota Paris, Maura segera menggandeng lengan Dave dengan antusias. Ia melihat begitu banyak wahana permainan, ketakutannya perlahan memudar.


"Kau tunggu di sini ya!" Dave menunjuk sebuah kursi di dekat wahana bianglala, Maura menganggukan kepalanya dan segera duduk di kursi itu.


Tak lama Dave kembali dengan membawa dua kantung harum manis yang berwarna-warni.


"Ini untukmu!" Dave menyodorkan Harum Manis itu ke arah Maura.


Maura segera menerimanya dengan riang, ia segera membuka bungkusan harum manis itu dan melahapnya. Kemudian Maura mengambil sejumput harum manis itu dan menyodorkannya ke arah bibir suaminya.


"Bukalah mulutmu! Kereta akan lewat, aaaaa!!" Maura menggoda Dave dengan hebohnya.

__ADS_1


Dave segera memakan harum manis yang disuapi Maura, ia kemudian menatap istrinya itu. Tak pernah ia melihat wajah Maura, sebahagia malam ini. Hatinya merasa hangat, malam ini ia memutuskan untuk membuka hatinya kembali untuk gadis yang pernah ia cintai itu.


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...


__ADS_2