
"Dave, mengapa aku jadi sering sekali buang air kecil?" Tanya Maura saat ia keluar dari toilet, terdengar nada bicaranya seperti sedikit khawatir.
"Rasanya sakit tidak? " Dave terlihat sangat cemas.
Maura menggelengkan kepalanya, lalu ia mendudukan dirinya di sofa. "Tidak, Dave. Aku baik-baik saja."
Sebenarnya tempo hari, Dave menghubungi Dokter Julie untuk datang ke rumahnya. Namun karena Maura dibawa oleh Leo, Dave segera menelpon Dokter Julie untuk membatalkan rencana pemeriksaan. Saat pulang dari rumah Leo pun Maura sudah terlihat sehat dan bugar kembali.
"Sayang, aku dengar jika sering buang air kecil itu pertanda kehamilan," Dave memberikan argumentasinya.
Maura mengerutkan keningnya, apakah itu benar? Maura sangat menginginkan menjadi seorang ibu hamil. Tapi Maura tak ingin berharap, ia takut jika tanda-tanda yang ia alami bukan menjurus kepada tanda-tanda kehamilan.
"Kapan terakhir kau menstruasi?" Tanya Dave lagi, ia mendudukan dirinya di samping Maura. Tangannya menyelipkan rambut Maura ke belakang telinga.
"Aku lupa, tapi bulan ini aku belum menstruasi," Maura tampak mengingat-ngingat.
"Ya sudah kau tunggu di rumah ya? Aku akan membelikan alat tes kehamilan untukmu," Dave bangkit dari duduknya, kemudian ia mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas nakas.
Maura ikut bangkit dari dudunya, ia memegangi tangan Dave dengan manja "aku ikut Dave."
"Sayang, tunggulah di sini. Aku tak akan lama. Hanya ke apotek di depan."
"Baiklah, jangan lama-lama!" Tukas Maura mengalah.
Dave segera melangkahkan kakinya meninggalkan kamar, ia menuruni tangga dan berjalan menuju garasi. Ia menyalakan mesin mobil dan melajukannya dengan kecepatan sedang.
Saat sudah tiba di apotek, semua apoteker tampak berbisik-bisik karena kedatangan Dave. Mereka sudah cukup tahu tentang Abellard Company. Tak ada yang luput dari perhatian mereka, mereka begitu terpesona dengan karisma seorang Dave Abellard.
"Permisi, Nona! Saya ingin membeli alat tes kehamilan. Bawakan yang paling bagus dan akurat!" Pinta Dave dengan nada ramah.
__ADS_1
"Baiklah, tuan. Tunggu sebentar!" Jawab salah satu seorang apoteker. Ia berjalan ke arah etalase alat kehamilan dan membawakan macam-macam benda mungil itu.
Apoteker itu menjajarkan semua alat tes kehamilan dengan semua merk. Ada yang manual sampai dengan otomatis.
"Waktu yang paling baik mengecek adalah saat bangun tidur, tuan. Biasanya hasilnya akurat," jelas Apoteker itu dengan nada ramah dan sopan.
Dave mengangguk-ngangguk, ia masih memperhatikan beberapa alat tes kehamilan yang diberikan apoteker kepadanya.
"Ini dengan ini bedanya apa?" Tanya Dave seraya tangannya menunjuk alat tes kehamilan yang kecil dan besar.
"Teskpack yang ini jika positif akan memberikan tanda garis dua, jika yang ini tespack akan memberikan hasil dengan tulisan Yes or No."
Dave terlihat puas dengan jawaban apoteker tadi, ia segera memborong semua alat tes kehamilan yang diperlihatkan oleh apoteker kepadanya. Kemudian Dave segera membayar ke area kassa.
"Terima kasih ya?" Tutur Dave dengan ceria, bagaimana tidak ia begitu bahagia saat mendengar Maura telat datang bulan. Ia benar-benar berharap Maura segera hamil.
Semua apoteker tadi melihat Dave yang meninggalkan apotek, mereka baru bertemu dengan pimpinan Abellard Company untuk yang pertama kali dan kesan pertama yang mereka ucapkan adalah Dave sosok pria yang hangat dan ramah.
*****
"Sayang, bangun!" Dave menggoyangkan pelan tubuh Maura.
Maura tampak tidak bergeming, ia malah menarik selimut dan membetulkan posisi tidurnya.
"Sayang, bangun ini sudah pagi! Katanya kau ingin mencoba tespack yang aku berikan kemarin."
Mendengar tespack, Maura segera membuka matanya. Ia kemudian menyingkap selimutnya. "Aku mau, Dave. Aku mau," sahut Maura dengan antusias.
Dave terkekeh, ia menggandeng lengan Maura menuju toilet. Tak lupa ia membawa semua alat tes kehamilan dengan semua merk.
__ADS_1
"Dave, mengapa kau membeli banyak sekali?" Maura tampak heran.
"Aku hanya ingin membeli semuanya. Sudahlah cepat buang air kecil dan masukan urine nya ke dalam wadah ini!" Dave memberikan wadah yang kecil dan juga tespack yang tadi ia beli. Maura segera masuk ke kamar mandi dan Dave menunggunya diluar.
"Dave!!!" Maura berteriak.
"Apa sayang? Kau sudah melihat hasilnya?" Dave memutar knop pintu, seolah tak sabar.
"Bukan, aku tidak mengerti cara memakainya."
Dave menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mencoba untuk lebih bersabar dengan tingkah istrinya. Dave membaca cara pakai yang ada di kemasan.
"Caranya seperti ini!" Dave segera menyobek bungkusan teskpack itu dan mencelupkan benda mungil itu ke wadah penampungan urine.
Satu detik.. dua detik. Terlihat garis 2 dengan samar. Namun semakin lama, garis itu semakin jelas.
"Sayang, ini garis dua!!!" Dave berteriak dengan ceria.
"Benarkah?" Maura berebut melihat hasil teskpack itu dan benar terlihat garis dua dengan sangat jelas.
"Jadi aku hamil sayang?" Maura memastikan.
"Iya, sayang. Aku akan menjadi seorang ayah!!!" Seru Dave dengan girang, ia memeluk istrinya dengan posesif. "Siang nanti ayo kita cek ke dokter!"
Maura menganggukan kepalanya, buliran air bening membasahi pipinya yang merona. Ia begitu bahagia mendengar fakta bahwa ia akan menjadi seorang ibu. Kamar itu di selimuti kebahagiaan dengan akan hadirnya penghuni baru di rumah itu.
Catatan : Jangan lupa mampir di novel author satu lagi yang masih on going ya. Judulnya Istri Kesayangan Nino. 🤗
...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...
__ADS_1