Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Bab 23


__ADS_3

Nesya langsung menutup mulutnya rapat-rapat, matanya sesekali mencuri-curi pandang pada Fariz yang terlihat sangat murka, apalagi setelah menyadari perbuatannya. Masih di tempat yang sama yakni parkiran, pikiran Nesya mulai melayang, memikirkan sesuatu yang akan terjadi setelah ini.


“Masuk!” Nesya tersentak, saat tubuhnya didorong dengan kasar, belum lagi pintu mobil yang dibanting membuat jantungnya hampir copot.


“Kak, tadi itu Fabian cuma ngajak aku makan,” Nesya memberanikan diri untuk berbicara pada singa jantan yang sedang mengemudi.


Fariz tak menanggapi ucapan Nesya, pria itu terlihat mencengkeram kemudi karena saking kesalnya dengan Nesya, bisa-bisanya gadis itu malah membela Fabian disaat Fariz tengah marah.


“Kak..” mulut mungil menggemaskan itu seolah belum puas mengoceh sebelum mendapat respons dari Fariz.


“Apa kamu nggak bisa diam hah?” Fariz menepikan mobilnya, dia langsung mencengkeram pipi Nesya dan melumaat bibirnya dengan kasar.


“Emmh...” Nesya memukul-mukul dada bidang Fariz, seketika banjir lokal menerjang pipi mulusnya, Fariz benar-benar menikmati permainannya hingga tidak peduli dengan Nesya yang sudah tersedu.


“Kenapa? Kenapa menangis hmm? Bukankah kamu juga menikmatinya?” Mengusap bibir basah itu dengan jempolnya, di dalam hati dia tertawa karena membuat bibir Nesya menebal.


Nesya memalingkan wajahnya sembari merapikan pakaiannya yang berantakan akibat ulah Fariz. Mulutnya terus berkomat-kamit, melontarkan berbagai macam sumpah serapah pada Fariz meski hanya bisa didengar dirinya sendiri.

__ADS_1


Sementara Fariz, pria itu tersenyum penuh arti, sambil menatap ke bawah sana yang sudah tampak menegang. Entah itu karena dia yang terlalu mesum atau Nesya yang menggoda, baginya Nesya adalah candu, bagaikan mentari yang membuatnya panas bila berdekatan dengannya. Dia juga tidak habis pikir dengan dirinya, pria bujang yang bertahun-tahun menyandang status jomblo kualitas super, rupanya memilih istri yang lebih pantas menjadi adiknya.


“Mau kemana buru-buru?” Fariz menarik kerah seragam Nesya hingga gadis itu mundur beberapa langkah, sial bagi gadis itu, berniat untuk kabur, namun sekarang dia justru makin membuat Fariz murka.


Tanpa aba-aba, Fariz membopong tubuh mungil itu, menjatuhkannya di sofa kemudian mengungkungnya. “Memohonlah agar aku tidak menghukummu!”


“Tunggu, apa kakak cemburu?” Nesya menaik turunkan alisnya, dengan PD-nya dia menyimpulkan bahwa Fariz cemburu karena dia berduaan dengan lelaki lain.


“Cemburu?” Fariz menatap remeh gadis yang ada dibawahnya, “jangan bermimpi! Apakah pantas seorang perempuan bersuami pergi dengan lelaki lain?”


“Lalu, apakah pantas seorang suami memperlakukan istrinya lebih rendah dari seorang pelayan?” membalas ucapan Fariz dengan tak kalah sengit, Nesya mulai jengkel dengan pria satu ini.


Srekkk


Nesya melebarkan matanya, melihat seragam sekolahnya sudah tak berbentuk karena dirobek oleh Fariz, kedua tangannya digunakan untuk menutupi aset berharganya yang entah kenapa semakin ke sini malah semakin terlihat wah.


“Kembalikan bajuku, dasar mesum!” Tubuh gadis itu meremang, merasakan deru nafas Fariz yang tak beraturan, matanya beralih menatap jakun pria itu yang terlihat naik turun.

__ADS_1


“Kamu pilih hukuman di ranjang atau melakukan tugas sesuai di catatan yang aku berikan kemarin?” bisiknya sambil menggigit kecil daun telinga Nesya.


“A-aku..  Aku, kyaaa pakai celanamu sialan!!” Nesya menjerit, saat tiba-tiba Fariz melorotkan celananya.


Dengan satu tangan menutupi dadanya dan satu tangannya lagi menutup matanya, Nesya tidak ingin mata sucinya ternodai karena Fariz. Konyol memang, berkali-kali mereka sudah melakukan itu, namun sekalipun Nesya tidak pernah mau melihat sesuatu yang menjadi penyebab dirinya tidak bisa berjalan.


Like


Komen


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2