Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Episode 43. Mutasi Kerja


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain, Sofia mendapatkan kabar dari atasanya bahwa dia akan di pindahkan kerja ke Bali. Melihat kinerjanya yang bagus dia bahkan sudah menjadi karyawan tetap dan naik jabatan menjadi asisten menajar, gajinya juga naik jika dia mau di mutasi kerja di Bali.


Sepanjang perjalan pulang kerumah banyak sekalu yang Sofia pikirkan, tentu saja ini adalah kesempatan yang bagus untuk karirnya. Tapi dia juga sedih karena tidak mungkin membawah orang tua nya langsung pindah kesana, mereka butuh rumah dan belum lagi usaha Ayah dan Ibu nya.


"Kita sudah sampai di tujuan Non" ucap supir taksi itu pada Sofia, Sofia sengaja menggunkan taksi untuk pulang cepat kerumahnya. Jika menunggu angkot akan memburuhkan waktu lama, dia tidak sabar ingin memberitahu orang tua nya.


"Iya maaf Pak, saya melamun. Jadi berapa ya Pak?" tanya Sofia.


"Sesuai dengan aplikasi Non, 35 ribu" jawabnya dan Sofia pun memberikan ongkosnya lalu turun dari mobil taksi itu.


"Ini Pak, terima kasih ya" sambung Sofia.


Benar saja Ibu nya sudah ada dirumah, sore-sore seperti ini mereka sudah tutup toko. Sedangkan Ayah belum pulang karena laundry biasanya tutup agak malam, Sofia langsung memeluk Ibu yang berdiri didepan sambil menyusun bunga-bunga yang baru dia taman kemarin.


"Ibu...aku pulang!" teriak Sofia.


"Assalamualaikum" jawab Ibu sambil menatap Sofia.


"Maaf aku terlalu bersemangat, Assalamualaikum Ibu" ucap Sofia lalu memeluk Ibu nya.


"Waalaikumsalam, ada apa ini? kanapa langsung meluk-meluk ibu?" tanya Ibu heran tapi masih membalas pelukan Sofia.


"Sofia punya kabar baik untuk Ibu" jawabnya sambil melepaskan pelukanya.


"Kabar baik apa?" tanya Ibu penasaran.


"Sofia di peromosikan naik jabatan jadi asisten manajer Bu" jawab Sofia sambil tersenyum senang.


"Benarkah? alhamdulillah" Ibu memeluk Sofia kembali karena dia sangat bangga dengan Sofia.


"Tapi Sofia juga punya kabar yang kurang baik karena...." belum sempat Sofia meneruskan ucapnya Ibu sudah bertanya lagi.

__ADS_1


"Kabar buruk apa? jangan membuat Ibu takut" tanya Ibu sambil melepaskan pelukanya dan menatap Sofia serius.


"Sofia harus pindah kerja ke Bali" jawab Sofia sambil menundukan kepalanya.


"Tidak apa-apa, bukan kah Bali sangat indah. Apa yang kamu khawatirkan sayang? Ibu tau kamu sangat suka mengeksplor hal-hal baru" ucap Ibu sambil memgelus dahi Sofia.


"Ini adalah kesempatan bagus, jangan di sia-siakan. Kalau mau nunggu liburan, kapan lagi bisa ke Bali" sambung Ibu meyakinkan Sofia.


"Benae juga kata Ibu" jawab Sofia sambil menganggukan kepalanya.


"Ayo kita masuk kedalam kemu pasti capek, nanti kita bicarakan lagi dengan Ayah" ajak Ibu dan mereka pun masuk kedalam rumah.


.


.


Keesokan hari nya Sofia sudah menyiapakan barang bawaanya untuk pergi ke Bali besok, Ayah yang mendapat kabar dari Sofia tentu saja sangat senang. Dia sangat mendukung Sofia, apa lagi Sofia bisa meningkatkan karir nya.


"Apa kamu benar-benar tidak mau di antar dengan kami nak? Ayah dan Ibu bisa mengantar kamu sambil mencarikan kamu tempat tinggal" tanya Ayah yang duduk di sopa dekat mereka.


"Tidak usah Yah, lagian siapa yang akan menjaga toko laundry jika kita pergi semua belum lagi toko baju Ibu. Kita juga belum ada pegawai, Ayah dan Ibu tenang saja Sofia bisa menjaga diri disana" jawab Sofia sambil memandang Ayah nya.


"Iya tentu saja, semoga semuanya lancar ya" sambung Ibu sambil mengelus pundak Sofia.


"Doa kan Sofia semoga rezekinya lancar, Sofia bisa mengajak Ibu dan Ayah tinggal disana. Maaf tidak bisa mengajak kalian sekarang" ucap Sofia sambil menundukan kepalanya.


"Tidak apa-apa kami mengerti nak, ini adalah impian kamu. Kamu bisa membuka toko butik kamu sendiri bersama dengan Ibu nantinya, doa Ayah dan Ibu selalu menyertai kamu" Ayah memberikan dukungan dan semangat pada Sofia.


"Terima kasih karena Ayah sudah sangat pengertian, Sofia sangat bahagia mempunyai kalian" Sofia tersenyum sambil memandangi kedua orang tuanya.


"Andai saja Regina masih bersama kita dan dia menjadi orang yang baik seperti yang Ayah dan Ibu harapkan. Kita pasti sudah bahagia" ucapan Ibu membuat Sofia terdiam, sedangkan Ayah langsung emosi karena dia melarang sumua membicarkan Regina.

__ADS_1


"Jangan bahas itu, bukan kah sudah Ayah peringatkan jangan ucapkan namanya lagi. Dia bukan keluarga kita!!" bentak Ayah.


"Ibu hanya kepikiran saja Yah, bagaimana kabarnya. Apa dia sehat dan baik-baik saja, bagaimana pun aku masih seorang ibu" jawab Ibu yang tak kuasa menahan air matanya.


"Hilangkan rasa ke ibuan kamu, dia tidak pantai di sebut sebagai anak. Keluarga kita hancur karena dia, kita selalu hidup dalam pelarian dan tekanan orang lain karena anak itu!" sambungnya lagi.


"Tapi Regina tetap..." belum sempat Ibu bicara, Ayah sudah memotong pembicaraanya.


"Pembicaraan ini sampai di sini, jangan membuat Ayah marah" ucap Ayah lalu pergi dari sana.


"Sudah lah Bu, jangan buat Ayah marah. Sofia tau Ibu pasti merindukan kakak, tapi saat ini belum tepat jika membicarakan kakak dengan Ayah" Sofia memberikan sedikit masukan untuk Ibu nya, karena memang selama ini Ayah benar-benar ingin melupakan Regina.


"Iya Ibu tau sayang, maafkan Ibu" jawabnya sambil memeluk Sofia yang ada di depanya.


Sempat terbesit juga di benak Sofia, apa kabar kakak nya sekarang. Apa dia sudah bahagia dengan menjadi orang kaya, apa dia bahagia meninggalkan keluarganya demi impian yang ingin dia capai.


Apa jangan-jangan Regina sudah bersama dengan Alfin kembali, itu lah yang ada di pikiran Sofia saat ini. Selama ini dia sudah berusaha melupakan semuanya tapi tidak bisa, rasa cintanya untuk Alfin masih tetap sama.


Walaupun sudah bertahun-tahun berlalu, kenangan bersama Alfin tidak bisa Sofia lupakan begitu saja. Dia ingat saat masa dimana Alfin mendekatinya dulu, dia adalah laki-laki sopan yang baik hati. Senyumnya selalu masih terbayang di pikiran Sofia, berbeda dengan Farel.


Bahkan dia sudah melupakan mantan tuanganya yang meninggalkanya itu. Bahkan dia sudah ikhlas dengan takdir nya bersama Farel, tapi akhir-akhir ini Farel sering menghubunginya melalaui sosmed dan Sofia juga tidak tau dari mana Farel mendapat alamat akun nya.


.


.


.


.


Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2