Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Bunga Dari Roberto


__ADS_3

Siang ini Roberto mendatangi toko bunga langganannya, ia akan mendatangi wisuda adik perempuannya yang bernama Evelyn.


"Tolong carikan hadiah untuk hadiah wisuda seorang gadis!" Ujar Roberto dengan ramah pada pelayan yang sedang berdiri di dekatnya.


"Baik, tuan," karyawan itu bergegas mencari yang barang dimaksud oleh pelanggannya. Tak beberapa lama, karyawan itu kembali dengan membawa bucket bunga Mawar dan boneka wisuda.


"Ini cocok untuk seorang gadis," karyawan memperlihatkan deretan buket mawar dan boneka wisuda.


Roberto tampak senang saat melihat hadiah-hadiah itu, ia segera mengambil barang yang sudah dicarikan oleh karyawan tadi. Tatapannya kemudian tertuju pada bucket bunga mawar biru dan lily yang dirangkai dengan begitu apik dan mempunyai Bucket yang sangat besar.


"Aku mau bunga itu!" Roberto menujuk bucket bunga Mawar dan Lily. Satu karyawan lagi membantunya untuk membawakan bunga itu ke dalam mobil Roberto, karena tangan Roberto sudah penuh dengan hadiah yang ia pilih tadi. Roberto kemudian membayar ke area kassa, dan segera melajukan mobilnya menuju Universitas Paris Di derot.


Evelyn Alexander adalah anak kedua dari Jermy Alexander, ia menempuh pendidikan jurusan Hubungan Internasional. Hari ini adalah hari kelulusan evelyn, Roberto sebagai kakak tampak sangat antusias untuk memberikan adiknya kejutan.


30 Menit kemudian, Roberto sudah sampai di Halaman Aula Universitas, ia melihat begitu banyaknya orang yang memenuhi halaman dan lapangan Aula. Matanya tampak menjelajahi semua tempat itu, Roberto mencari keberadaan Evelyn dan orang tuanya.


"Kakak!!" Panggil Evelyn dengan ceria, ia segera berlari dan memeluk Roberto.


"Evelyn?" Roberto memeluk adik kesayangannya itu. Tampak satu orang asisten pribadinya membawakan hadiah-hadiah Roberto untuk adiknya.


Roberto mengambil bucket dan boneka wisuda yang sangat besar, ia kemudian menyerahkan hadiah itu pada adiknya "Ini untukmu!"


Evelyn menerima hadiah itu dengan bahagia, "Ini bagus sekali, kak! Terima kasih."


Roberto membawa puluhan balon yang berbentuk hati dan toko kartun, ia juga memberikan selempang pada adiknya.


"Kakak aku bahagia sekali! Terima kasih," Evelyn memeluk kakaknya lagi.


"Di mana Mommy dan Daddy?" Roberto bertanya seraya matanya menelusuri seluruh sudut halaman dan lapangan. Tiba-tiba ia melihat gadis yang sedang berdiri dengan sendu, ia lalu teringat dengan gadis yang ia temui dekat Taman Port Alexandre lll.


"Maura?" Gumam Roberto.


"Siapa kak?" Tanya Evelyn.

__ADS_1


"Kamu tunggu di sini ya! Kakak ke sana dulu," Roberto menunjuk area halaman aula.


"Baiklah, jangan lama-lama!"


Roberto setengah berlari menuju sisi Halaman Aula, ia bermaksud akan menghampiri gadis yang ia temui di Taman Port Alexandre III.


"Nona Maura?" Sapa Roberto dengan suara yang begitu lembut.


"Tuan?" Jawab Maura ramah.


"Kau kuliah di sini juga?"


Maura menganggukan kepalanya, "Iya. Ngomong-ngomong, mengapa tuan bisa di sini?"


Roberto tersenyum tipis, ia memandang Maura dengan penuh kekaguman.


"Panggil saja aku Roberto! Adikku kuliah di sini juga."


Maura mengangguk, kemudian asisten pribadi Roberto menghampiri mereka. "Tuan, bunga ini akan diberikan kepada siapa?"


"Ini untukmu, ambilah!" Robert memberikan Bucket bunga Mawar perpaduan bunga Lily dengan ukuran yang sangat besar ke arah Maura.


"Ini kan untuk adikmu?"


"Ambil saja! Aku sudah memberikannya tadi pada adikku."


"Terima kasih tuan," Maura mengambil Bucket itu dengan wajah bahagia. Bagaimana tidak, saat semua orang tampak tidak menyadari keberadaannya. Tiba-tiba ada orang yang tak dikenali memberikannya hadiah.


"Orang tuamu mana Nona?"


Maura tersenyum setengah dipaksakan, "Mereka tidak bisa hadir."


"Oh maaf! Aku tidak bermaksud," Roberto merasa tidak enak.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, keluarga Abellard memperhatikan mereka dari tadi. Wajah Dave merah padam karena menahan amarah, ia mengepalkan tangannya geram


"Lihatlah kak! Belum satu jam kakak meninggalkan Maura, ada laki-laki lain yang berusaha mendapatkan hatinya," Valerie sengaja memanas-manasi Dave.


"Betul, sayang. Maura adalah gadis yang cantik. Dengan mudah dia bisa mendapatkan laki-laki yang lebih dari kakakmu," timpal Elline yang membuat ketakutan Dave semakin menjadi-jadi.


Valerie dan Elline saling tersenyum penuh arti, Mereka sepakat untuk menyadarkan Dave dari egonya. Bagaimana pun mereka mengerti bahwa Dave masih mencintai Maura. Tanpa menjawab percakapan ibu dan adiknya, Dave segera berjalan menghampiri Maura.


"Maura, Ayo kita pulang!" Dave segera menggenggam lengan Maura dengan begitu posesif.


Roberto merasa terkejut saat ia melihat rekan bisnisnya. Ia kemudian melihat Maura dan Dave secara bergantian.


"Tuan Dave?" Sapa Roberto saat pulih dari keterkejutannya.


"Tuan Roberto, senang bertemu anda disini" Ucap Dave basa-basi.


"Oh ya perkenalkan ini istriku!" Lanjut Dave lagi, Ia sengaja menekankan kata "Istri" Pada rekan bisnisnya itu.


Roberto terperanjat saat mengetahui Maura istri dari Dave, Ia lalu tertawa kecil. "Istri tuan? Bagaimana bisa? Maura masih muda dan baru saja lulus?"


"Kami saling mencintai. Lalu Maura memutuskan untuk menikah muda."


Roberto mengangguk-nganggukan kepalanya, bagian hatinya yang terdalam merasa kecewa mendengar fakta yang dibeberkan Dave.


"Baiklah kalau begitu kami pamit dulu!" Dave memeluk bahu Maura dengan posesif.


"Tuan, terima kasih bunganya! Kalau begitu kami pamit dulu," Maura tersenyum tulus.


"Baiklah sampai jumpa!" Roberto tersenyum dengan lesu.


Roberto memperhatikan sepasang suami istri itu, Maura menghempaskan tangan Dave dengan kasar hingga membuat Roberto bertanya-tanya.


"Sepertinya ada yang aneh dengan mereka, aku harus menyelidikinya!" Roberto terus mengamati Maura dan Dave sampai mereka tak terlihat lagi di pelupuk matanya.

__ADS_1


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment atau vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...


__ADS_2