Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Ulang Tahun Dave


__ADS_3

Maura tengah berkutat dengan adonannya yang belum juga selesai, tampak dapur sangat berantakan bak kapal pecah. Mata Maura tampak fokus menonton tutorial membuat cake ulang tahun di YouT*be. Sementara tangannya memasukan adonan sesuai yang ia lihat di video tutorial.


Hari ini adalah hari ulang tahun Dave yang ke 26 tahun, Maura berencana akan memberikan kejutan untuk suaminya. Maura tampak menghias semua isi apartemen dengan balon dan dekor ulang tahun, ia juga sudah berbelanja makanan ringan.


Maura memasukkan kue itu ke dalam loyang yang berbentuk hati, kemudian ia memasukan loyang yang berisi adonan ke dalam oven.


45 menit kemudian Maura mengeluarkan loyang dari dalam oven, kue itu tampak mengembang dengan sangat sempurna. Kemudian Maura segera menghias kue itu dengan gambar Batman, ia tidak tahu tokoh apa yang disukai Dave. Ia hanya menghiasnya asal-asalan, yang penting kue ulang tahun untuk anak laki-laki.


Maura mengusap keningnya yang berkeringat, lelah sekali rasanya. Ini pertama kalinya untuk Maura membuat kue. Biasanya Maura akan membelinya di toko kue jika memberikan orang tuanya kejutan di hari kelahirannya. Namun saat ulang tahun Dave, ia ingin terlihat berbeda. Maura ingin membuat kue sendiri untuk menyenangkan hati Dave.


Setelah selesai dihias, Maura segera menyimpan kue itu di meja makan. Tak lupa semua masakan yang ia sudah masak turut dihidangkan. Setelah itu Maura segera merias dirinya, ia ingin benar-benar terlihat cantik di hadapan Dave.


Bell pintu pun berbunyi. Sejak Maura dan Dave berbaikan, Dave sudah menyerahkan kunci apartemen ke tangan Maura. Dave sudah tidak pernah mengunci istrinya dari luar lagi. Maura memencet tombol interkom apartemen, betapa senangnya Maura saat melihat Dave yang datang.


Maura membuka pintu, ia segera meniup terompet di telinga Dave hingga membuat pria itu terperanjat karena terkejut.


"Surprise!!!" Teriak Maura dengan heboh.


Dave memasuki apartemennya, ia melihat seluruh sudut ruangan apartemen yang sudah dihias dengan balon dan dekor ulang tahun. Ia juga memperhatikan Maura yang sangat cantik hari ini.


"Dave, selamat ulang tahun!" Maura membimbing lengan Dave, kemudian ia segera mencium pipi suaminya.


"Sayang, kau tahu dari mana hari ini adalah hari ulang tahunku?" Dave masih terkejut.


"Tentu saja aku tahu, aku kan istrimu."


Dave segera menarik Maura ke dalam pelukannya, ia kemudian mencium puncak kepala Maura "terima kasih, sayang. Aku bahagia sekali."


Maura menganggukan kepalanya, ia kemudian menarik Dave menuju meja makan. Di sana sudah terhidang makanan yang begitu banyak. Lilin-lilin yang ada di dalam gelas membuat meja makan itu terlihat sangat romantis.


"Ayo tiup lilinnya dulu!" Perintah Maura. Ia kemudian membawa pisau kue lalu menyerahkannya ke tangan Dave. Dave menahan senyumnya saat melihat kue buatan Maura, kue itu percis seperti kue untuk anak berusia 5 tahun. Kue itu dihiasi gambar batman.


"Kau suka?" Tanya Maura dengan semangat.


"Aku suka terima kasih ya?" Dave mencium kening Maura, Maura menyanyikan lagu ulang tahun untuk Dave. Suaranya sangat merdu sehingga membuat Dave merinding. Dave kemudian berdoa dan segera meniup lilin itu.


"Apa yang kau harapkan?" Maura bertanya dengan raut wajah yang penasaran.

__ADS_1


"Aku ingin bersamamu sampai akhir hayat hidupku, bahkan kita harus bersama lagi di kehidupan selanjutnya," harap Dave yang membuat pipi Maura seketika merona.


Dave segera memotong kue itu, ia kemudian menyuapi Maura. Maura juga menyuapi suaminya dengan potongan kue yang lumayan besar. Menurut Dave rasa kue buatan Maura sangat enak.


"Ini benar kau yang membuatnya?"


Maura menganggukan kepalanya, tampak mulutnya penuh dengan kue membuat Dave semakin gemas dengan tingkah istrinya.


Setelah selesai makan, Maura segera menarik tangan Dave menuju ruang TV yang luas. Maura kemudian menyalakan musik dari sebuah musik Box mini kesayangannya. Terdengar lagu A Thousand Years dari Christina Perry.


Dave segera memeluk pinggang Maura, ia melihat manik mata biru pucat itu tengah menatapnya. Maura mengalungkan tangannya ke leher suaminya. Mereka berdansa mengikuti irama lagu.


"Aku mencintaimu, Maura!" ungkap Dave dengan lembut, kemudian ia mencium kening Maura.


"Apa? Aku tidak mendengar," Maura tampak menggoda Dave, Dave terkekeh ia kemudian menyentuh leher Maura lembut. Dave membenamkan sebuah ciuman di bibir istrinya, Maura tampak membalas ciuman itu seolah mengungkapkan perasaan yang sudah lama terpendam.


"Kau sudah pintar berciuman!!" Dave mencubit pelan pipi Maura, Maura mengerucutkan bibirnya kemudian ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Dave.


"Wanita selalu saja malu-malu kucing," Dave terkekeh.


Terdengar bell berbunyi, Mereka segera menghentikan aktivitas dansa mereka.


"Mengganggu saja!!" Dave mengomel.


Maura memencet interkom apartemen, betapa terkejutnya saat ia melihat Rebecca yang berpakaian rapi dan berdandan sangat cantik. Rebecca juga membawa kotak yang berukuran besar. Maura segera membukakan pintu, senyum Rebecca tampak memudar ketika melihat Maura.


"Nona Maura, apa Dave ada?" Rebecca bertanya tanpa tahu malu.


"Kau mau apa menemui suamiku?" Maura berkata dengan sangat ketus.


"Aku hanya ingin memberikan kue untuknya, hari ini ia berulang tahun."


Maura memperbolehkan Becca untuk masuk, ia hanya ingin tahu bagaimana ekspresi Dave. Maura segera memasuki ruang TV untuk memanggil Dave.


"Dave, selamat ulang tahun!" Rebecca berkata dengan semanis mungkin.


"Terima kasih. Tapi kau tak perlu repot-repot!" Jawab Dave dingin.

__ADS_1


Maura hanya memperhatikan sepasang mantan kekasih itu, ia melihat ekspresi wajah suaminya namun ia tidak bisa membaca apa yang tengah dipikirkan oleh Dave. Apa benar Dave sudah melupakan Rebecca? Maura merasa was-was, ia sangat takut Dave belum bisa move-on dari mantan kekasihnya itu.


"Dave, cobalah kue buatanku!" Becca membuka dus tadi, Maura tampak terpesona saat melihat kue itu. Kue itu sangat menarik dan cantik. Kue yang dibawa Rebecca berbentuk landasan pesawat, di sana juga ada replika pesawat mini dan pilotnya.


"Dulu kau selalu bercita-cita untuk menjadi seorang pilot kan? Namun Daddymu menentang cita-citamu itu," Becca terus saja berbicara tanpa memikirkan perasaan Maura.


Maura merasa iri dengan Becca, wanita itu sangat tahu tentang suaminya. Sementara dirinya tidak tahu apa-apa tentang Dave. Becca melihat kue buatan Maura ia kemudian tertawa kecil.


"Nona, itu kue untuk anak balita bukan untuk pria dewasa. Apa perlu aku ajarkan membuat kue?" Sindirnya sarkastik.


Maura merasa terhina dengan perkataan Becca, ia tidak tahan lagi, Maura segera meninggalkan Dave dan Becca. Dave langsung mengejar istrinya, namun Maura mengunci dirinya di kamarnya. Dave kembali menuju Becca dengan aura yang gelap, tatapannya tak terbaca hingga ia berteriak "Pergi !!!"


"Dave aku hanya bermaksud baik. Aku hanya ingin merayakan ulang tahunmu."


Dave tak berbicara sepatah katapun, ia kemudian menarik tangan Becca dan mengeluarkan gadis itu dari apartemen nya.


Dave kemudian menghampiri Maura, ia mengetuk pintu dengan sangat keras.


"Maura, buka pintunya!!"


Tak ada sahutan dari dalam, Dave semakin khawatir. "Maura aku mohon buka pintunya!"


"Becca benar memang aku istri tidak berguna, aku tidak bisa melakukan semua dengan benar," terdengar suara isakan Maura dari dalam kamar.


Dave segera mengambil kunci cadangan dari dalam laci, ia kemudian membuka pintu terlihat Maura sedang merebahkan dan menyelimuti tubuhnya.


"Tolong keluar, Dave! Aku ingin tidur," gumam Maura dengan suara parau.


Dave segera merebahkan tubuhnya, ia memeluk istrinya dari belakang. Dave mencium puncak kepala Maura "maafkan aku!" Bisik Dave hangat di telinga Maura


Dave memutar tubuh Maura hingga mereka saling berhadapan. Dave menghapus air mata yang berlinang di pipi istrinya. "Maafkan aku yang selalu membuatmu menangis!"


Maura menggelengkan kepalanya, "tidak, ini bukan salahmu."


"Aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun pada Rebecca, yang kucintai saat ini adalah kau," Dave seolah bisa membaca apa yang Maura pikirkan.


"Benarkah?" Tanya Maura ragu.

__ADS_1


Dave menganggukan kepalanya, kemudian ia segera memeluk Maura erat, ia sungguh tidak ingin untuk kehilangan Maura apapun yang terjadi.


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...


__ADS_2