Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Mencoba Untuk Percaya Lagi


__ADS_3

"Aaaa-ku"


"Ya?" Maura tampak tidak sabar.


"Aku akan mencoba untuk percaya padamu lagi. Tapi aku minta jangan rusak kepercayaanku seperti kemarin!" Ucap Dave dengan lembut.


Maura langsung menghambur memeluk suaminya, sesuatu yang hangat melintasi hatinya. Ia benar-benar bahagia malam ini.


"Terima kasih Dave," sahut Maura dengan suara parau.


Dave menyentuh dagu Maura, ia melihat manik mata biru pucat itu dengan dalam. Kemudian ia membenamkan ciumannya pada bibir Maura, tampak mata Maura membeliak karena terkejut, hening beberapa saat hanya suara dentingan jam dinding yang terdengar hingga kemudian Maura melepaskan ciuman itu.


"Dave, kau selalu saja seenaknya menciumiku!" Maura mengerucutkan bibirnya.


Dave tertawa renyah, ia kemudian memeluk istrinya itu dengan sayang "kau kan istriku."


"Lalu, katakan apa kau mencintaiku?" Tanya Dave dengan serius.


Maura tampak berpikir, ia kemudian menatap suaminya yang sedang menunggu jawaban darinya. "Aku sudah jatuh cinta padamu sejak dulu. Sejak aku menjebakmu dan memutuskan untuk pergi dari sisimu"


Dave tampak terkejut mendengar pernyataan Maura, ia menatap dalam mata Maura, tidak ada kebohongan di dalamnya. "Lalu kenapa kau mau menjebakku waktu itu?"


Maura melepaskan pelukan Dave, ia kemudian mendudukan dirinya di sofa yang menghadap jendela sehingga mereka berdua tampak menikmati pemandangan Paris.


"Aku hanya ingin kau bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa sahabatku, itu saja."


"Lalu, apakah benar kau pernah tidur bersama Becca?" Lanjut Maura lagi dengan keingintahuan yang menggebu-gebu.


Dave melihat ekspresi Maura, ia kemudian mencoba menggoda istrinya itu. Maura memperhatikan Dave yang sedang berpikir

__ADS_1


"Aku lupa," ujar Dave seraya bangkit dari duduknya dan berpura-pura akan meninggalkan kamar Maura.


"Kau jangan dulu pergi, sebelum kau menjawab pertanyaanku!" Maura menarik-narik tangan Dave, ia kemudian mengejar langkah pria jangkung itu.


Dave kemudian menghentikan langkahnya. Dave tampak berpikir lagi. Seulas senyum muncul di bibirnya. "Aku lupa."


"Dave!!!" Teriak Maura, Maura memasang wajah yang sangat jengkel. Ia lalu menghambur ke dalam pelukan suaminya. Pelukan yang nyaman dan menenangkan.


"Ayo jawablah pertanyaanku!" Maura tak mau menyerah, ia memeluk Dave dengan kuat.


"Kalau aku tidak tidur dengan Rebecca, apa kau percaya?" Jawab Dave yang membuat Maura bungkam.


"Aku hanya akan tidur dengan istriku," suara Dave terdengar mendayu-dayu, ia kemudian menggendong Maura dan menidurkannya di atas ranjang.


Dave mengunci tubuh Maura dengan tubuhnya, tampak rona merah menyembul di pipi gadis itu. Terasa seperti ada ratusan kupu-kupu yang menggelitik perutnya. Maura menutup wajahnya dengan tangannya, ia merasa sangat malu dengan Dave.


"Dave, kau mau apa?" Tanya Maura waspada saat Dave membuka kancing kemejanya satu persatu.


"Dave, maaf! Sepertinya tidak sekarang, aku sedang datang bulan," jawab Maura yang membuat Dave termenung seketika.


*****


Sudah dua Minggu ini Valerie sering sekali mengunjungi Europeen Hospital untuk menjenguk Razel yang sedang dalam masa pemulihan. Seperti hari ini, ia membawakan Ratatouille kesukaan Razel. Valerie sendiri yang memasaknya.


"Val?" Sapa Esme, ibu dari Razel.


"Bibi, apa boleh Valerie menjenguk Razel?" Valerie bertanya dengan wajah yang ramah.


"Boleh, Nak. Masuklah!" Jawab Esme.

__ADS_1


Sejak kedatangan Valerie yang sering menjenguk Razel, Esme dan Eric tampak dekat dengan Valerie. Bahkan mereka sangat menyukai gadis imut itu. Sifat Valerie yang ramah dan peduli terhadap sesama membuat hati Esme tersentuh.


"Razel?" Sapa Valerie, ia melihat Razel sedang duduk di pinggir ranjangnya.


"Val?" Razel tampak senang dan bersemangat, akhir-akhir ini memang ia selalu memikirkan dan menunggu-nunggu kehadiran Valerie. Hari-harinya merasa jauh lebih menyenangkan saat bersama gadis itu.


"Ayo kita jalan-jalan di taman!" Valerie mencari tongkat pembantu untuk Razel, kemudian Valerie segera menggandeng lengan pria itu dengan lembut. Saat merasakan sentuhan Valerie, Razel merasa sedih ia merasa seperti pria yang tak berguna


"Val jangan seperti ini! Aku bisa berjalan sendiri," Razel melepaskan genggaman tangan Valerie, kemudian ia menggerak-gerakan tongkatnya.


Saat melihat tempat sampah rumah sakit, Valerie segera berlari mendahului Razel. Ia menggeser tempat sampah itu agar Razel tidak menabraknya dan terjatuh.


Valerie kemudian mengikuti Razel lagi, Razel terlihat berjalan melewati lorong rumah sakit. Terlihat banyak perawat yang berlalu lalang dengan kesibukannya. Ada yang sedang mendorong kursi roda, ada juga yang berlari menuju ambulance dengan mendorong sebuag brankar menuju ambulance yang berhenti di pelataran rumah sakit.


"Razel, awas!" Valerie memeluk Razel dari belakang saat ada perawat yang mendorong brankar dengan tergesa. Razel tertegun ia melepaskan pelukan Valerie.


"Razel, kau kenapa?" Valerie merasa cemas saat melihat Razel yang bersedih.


"Aku merasa tidak berguna menjadi seorang pria, berjalan pun aku harus dibantu orang lain."


"Kau ini anak yang berguna untuk orang tua dan sekitarmu. Bersemangat lah untuk orang tuamu! Aku berjanji kak Dave akan segera mencari donor mata untukmu," Valerie tampak menenangkan, ia kemudian memeluk Razel memberikan kenyamanan pada pria yang sedang bersedih itu.


Valerie segera menggandeng Razel lagi, mereka berjalan bersisian dengan jarak yang sangat dekat.


"Ada kalanya seseorang juga membutuhkan orang lain," ujar Valerie dengan ceria.


"Terima kasih, Val. Kau memang sahabatku yang baik."


Sahabat? Mendengar kata-kata itu, Valerie merasa kecewa. Mengapa ia berharap menginginkan yang lebih dari Razel. Apa ia sudah jatuh hati? Tidak. Tidak.. Valerie melakukan ini karena hanya ingin menebus kesalahan kakaknya, bukan alasan lain. Ia harus menguatkan hatinya, agar tidak terbawa perasaan dengan Razel.

__ADS_1


...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...


__ADS_2