Pernikahan Karena Dendam

Pernikahan Karena Dendam
Episode 41. Ini Semua Gara-gara Papa!!


__ADS_3

Alfin sudah cukup puas dengan Regina yang masuk kedalam penjara dan dia menjamin Regina akan mendaptkan hukuman yang berat karena kejahatanya, saat ini dia tinggal membereskan Papa nya. Ini semua gara-gara Papa, Papa yang menghancurkan semua nya.


Alfin sedang beradi di perjalan menuju kantor Papa nya, dia tidak tau sama sekali kalau Alfin adalah pemilik saham terbesar di perusahan mereka. Kontor ini adalah warisan dari Kakek nya Alfin, sedangkan perusahan yang Alfin pegang adalah perusahan keluarga Mama nya.


Sedikit cerita kedua orang tua mereka dulu dijodohkan, selama Alfin kecil dan sampai sekolah menengah pertama. Keluarga mereka baik-baik saja hingga Alfin masuk sekolah menengah atas, Papa nya mulai berubah dan sering bertengkar dengan Mama nya hingga membuat keluarga mereka tidak harmonis lagi.


"Kamu benar-benar akan bertemu dengan Om Suryo sekarang Fin? aku takut kamu masih belum bisa mengontrol emosi kamu" ucap Rayen yang duduk di sebelah Alfin.


"Aku tidak punya banyak waktu lagi untuk menunggu, apa kamu mau aku memanfatkan dia? itu tidak akan pernah terjadi Yen" jawab Alfin serius.


"Apa yang akan kamu lakukan setelah Om Suryo tau kamu pemilik perusahanya sekarang?" tanya Rayen sambil menatap Alfin.


"Aku hanya akan memberi dia pelajaran sedikit, kamu tenang saja aku tidak akan membuat kekacawan" jawab Alfin dan Rayen hanya menganggukan kepalanya.


Tidak lama kemudian mereka sudah sampai, terlihat para karyawan menyambut mereka. Sedangkan para manajer dan karyawan penting lainya sudah menunggu di ruang rapat. Papa nya saat ini menjabat sebagai wakil direktur karena saham nya kedua terbesar setelah Alfin.


"Selamat datang Pak" semua nya menyapa Alfin dan Alfin hanya menangguhkan kepalanya tanpa ekspresi.


"Saya Joni kepala Hdr Pak Alfin, semuanya sudah menunggu anda di ruangan rapat" ucap Pak Joni yang menyambut mereka dan mengarahkan Alfin untuk ikut bersama nya ke ruangan rapat.


"Terima kasih atas sambutanya" jawab Rayen ramah sambil tersenyum.


"Iya sama-sama Pak, mari ikut saya" ucapnya lagi sambil berjalan duluan ke arah lift.


Alfin datang bersama dengan Rayen dan supir mereka yang sekaligus bodyguard Alfin, mereka berjalan mengikuti Pak Joni. Tidak lama kemudian mereka telah sampai di ruangan rapat, Pak Joni pun membukakan pintunya.


"Silahkan masuk Pak" ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


"Alfin...!!" itulah kata pertama yang diucapkan Papa nya saat melihat Alfin yang baru saja masuk kedalam ruangan.


"Maaf apa kalian sudah menunggu lama?" tanya Alfin lalu duduk di kursi paling depan, sedangkan Rayen duduk di sebelah nya.


"Tidak sama sekali, kami sangat senang Direktur bisa hadir sekalian berkenalan dengan kami" jawab Pak Evan selaku manajer perusahan mereka.


"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul disini, jadi secara resmi saya umumkan bahwa pemilik perusahan ini adalah direktur baru kita Pak Alfin Mahesa" ucap Pak Joni yang berdiri di depan dan Alfin pun berdiri dari duduk nya lalu menundukan kepalanya sambil tersenyum pada semuanya.


"Tepuk tangan dulu untuk peremisan direktur baru kita!" sambunh Pak Joni.

__ADS_1


"Bukan kah yang membeli saham kita adalah pengusahan dari singapore asli, kenapa sekarang atas nama dia?" tanjuk Suryo pada Alfin yang duduk didepan.


"Kenapa apa kamu terkejut?" tanya Alfin sambil tersenyum mengejek.


"Mungkin Pak Alfin yang akan menjelaskan nya sendiri Pak Suryo" sambung Pak Joni yang melihat mereka seperti sedang ingin bertarung.


"Tidak perlu dijelaskan, apa kalian tidak tau Alfin adalah putra saya?" teriaknya dan membuat mereka pun hanya saling berbisik.


"Sejak kapan aku menjadi putra kamu, bukan kah kita hanya orang asing sekarang dan jangan mencari keributan di kantor ku" jawab Alfin angkuh.


"Tinggalkan kami, aku ingin bicara pada nya!" ucap Suryo sambil menatap semua orang.


"Sekarang...!!" teriaknya lagi dan semua pun keluar dari sana, kecuali Rayen yang ragu-ragu.


Rayen mentap Alfin, Alfin pun langsung menganggukan kepalanya dan Rayen pun akhirnya keluar dari sana. Kini tinggal mereka berdua yang ada diruangan itu, Papa terlihat sangat marah dan kesal pada Alfin.


"Apa maksudnya semua ini? apa kamu sengaja membeli saham ini atas nama orang lain?" tanya Papa sambil mengebrak meja.


"Tebakan anda benar sekali, aku memang sengaja melakukan ini" jawab Alfin sambil menatap Papa nya.


"Aku hanya ingin memperluas bisnis ku saja, kebetulan perusahan anda cukup menguntungkan. Kenapa harus marah, seharunya kamu menghormati saya sebagai direkrut perusahan ini" ucap Alfin penuh penekanan.


"Dasar licik, Ibu dan anak sama saja!!" kesalnya.


"Semuanya hancur, hancur....sehancur- hancurnya!!" teriaknya lagi.


"Bukan kah kamu sendiri yang menghancurkan semua nya?" Alfin balik bertanya yang melihat Papa nya sangat marah.


"Kamu yang menghancurkan hidup Papa, seharunya kamu jadi anak yang baik dan menurut dengan perkataan Papa. Tapi sayang kamu malah memilih Ibu kamu yang seperti pel*cur itu!!" Papa berdiri sambil menujuk-nunjuk Alfin.


"Aku terima semua ucapan kamu tapi tidak dengan menghina Mama ku, dia lebih terhormat dari pada laki-laki bajingan seperti kamu!!" Alfin marah dan menarik kerah baju Papa nya.


"Itu kenyatanya, dia memang pel*cur murahan" sambung Papa dan Alfin yang tidak terima langsung memukul wajah Papa nya hingga bibirnya mengelurkan darah.


"Kenapa kamu mengatakan itu? Mama ku tidak seperti itu. Dia perempuan baik-baik dan wanita terhormat" ucap Alfin memaki Papa nya yang sudah tersungkur di lantai.


"Mungkin sudah waktunya kamu tau kalau Mama kamu itu adalah istri yang suka selingkuh, jauh sebelum Papa bermain dengan banyak wanita itu karena Mama kamu juga melakukan hal yang sama" ucap Papa sambil mengusap darah di bibirnya.

__ADS_1


"Tidak mungkin!!" Alfin terus mengelengkan kepalanya.


"Apa yang tidak mungkin, dia benar-benar berselingkuh dengan mantan pacarnya. Bahkan Papa melihatnya sendiri, selama ini Papa bertahan karena kamu dan Yosi tapi saat ini Papa hidup untuk diri Papa sendiri" ucapnya sedih.


"Jadi biarkan Papa tenang, jangan ganggu Papa dan kehidupan Papa lagi. Papa juga tidak memaksa kamu meninggalkan Mama kamu, itu adalah pilihan kamu dan Papa menghargainya" sambung Papa sambil mengelus pundak Alfin.


"Ini pasti bohong, mana mungkin Mama selingkuh dan sejak kapan?" Alfin menatap tajam pada Papa nya.


"Sejak kamu sekolah dasar, Papa rasa kamu harus minta penjelasan sendiri dengan Mama kamu dan Papa juga tidak berhak untuk menceritakan aib wanita itu" jawabnya lagi.


"Keluarga ini benar-benar kacaw, kenapa seperti ini. Jika kalian tidak saling mencintai kenapa kalian menikah?" teriak Alfin sambil meneteskan air matanya.


"Yang jadi korban disini adalah aku dan Yosi, Mama dan Papa mengacaukan semuanya. Hidup ku, rumah tangga ku dan aku juga tidak punya tujuan hidup untuk membahagiakan Mama jika memang benar dia melakukan semua itu" sambung Alfin badanya lemas seketika.


"Maafkan Papa..." hanya itu yang bisa di ucapkan Suryo.


"Alu benci kalian berdua...!!" teriak Alfin lalu berlari pergi dari sana.


Suryo hanya memandang kepergian Alfin, ini juga berat untuk nya dan dia tidak mau Alfin terus membencinya karena sepenuhnya juga bukan kesalahanya.


Awal mula ini terjadi karena Mariana berselingkuh dengan mantan pacarnya Iwan, bahkan Suryo mencurigai kalau Yosi bukan putrinya tapi setelah tes DNA yang dia lakukan, Yosi memang putri kandungnya dan Suryo masih bersyukur untuk itu.


Sudah berkali-kali Suryo memberikan kesempatan pada Mariana dan Mariana selalu mengatakan dia menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi, dia akan memperbaiki diri dan mengurus anak-anak mereka. Tapi sayang semua itu hanya perkataanya saja, Mariana terus menemui Iwan dan membuat Suryo murka. Suryo juga bebrapa kali ingin bercerai tapi saat melihat kedua anaknya dia berpikir seribu kali dan tidak mau menghancurkan kebahagian mereka.


Sampai suatu ketika, gadis cantik bernama Regina datang ke kehidupanya. Dia gadis pering yang penuh dengan tawa, membuat hati Suryo menjadi hangat dan dia bahagia saat bersama dengan gadis yang umurnya sama dengan putranya itu.


Walaupun pada awalnya dia juga tidak mengetahui kalau Regina pacar putranya, setelah Alfin memberitahunya bahwa dia akan menikahi pacarnya dan memberikan poto pacarnya pada Papa nya. Suryo bertekad mempertahankan Regina karena dia terlanjur mencintainya, dia tidak mau merelakan Regina untuk Alfin.


.


.


.


.


Terima kasih sudah mampir teman-teman jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2