
Keluarga Dave dan Maura sudah memenuhi ruangan inap Maura. Mereka tampak terpukul dengan musibah yang menimpa wanita berambut blonde itu.
"Sayang? Kau yang kuat ya, Nak!" Isak Sophie seraya tangannya membelai putri semata wayangnya.
"Mom, janinku!!" Lirih Maura dengan air mata yang menitik.
Valerie dan Elline mendekati Maura, mereka memeluk Maura dengan penuh kasih sayang.
"Yang kuat ya, Nak! Setelah ini kau akan diberikan kepercayaan lagi. Mommy yakin," hibur Elline dengan sendu.
"Dari mana Mommy tahu Maura akan hamil lagi?" Maura bertanya dengan tanpa ekspresi seperti tidak ada semangat di manik mata biru pucat itu.
"Karena sebelum mommy hamil Dave. Mommy pun pernah mengalami keguguran, sayang. Tenanglah Mommy yakin kau akan hamil lagi! Nanti semuanya hanya menunggu waktu yang tepat," Elline mengelus bahu Maura.
Maura merasa ada harapan hamil lagi saat mendengar cerita mertuanya. "Benarkah, Mom?"
Elline menganggukan kepalanya, ia tersenyum meyakinkan menantunya. "Benar, sayang."
"Ujian ini untuk lebih mendekatkanmu dengan kak Dave. Kalian saling menguatkan, dan janinmu, dia tidak mati dia sudah bahagia di sana. Jangan kau ratapi lagi!" Timpal Valerie, ia sangat sedih melihat sahabat sekaligus kakak iparnya sangat berantakan. Maura tak berhenti menangisi kepergian janinnya.
Valerie memeluk Maura, terdengar isakan yang tertahan dari bibir Maura.
__ADS_1
"Menangis lah jika kau ingin menangis!" Tutur Valerie, tangannya menepuk pelan punggung Maura. Maura menangis sejadi-jadinya di dada Valerie, ia mengungkapkan kesedihannya. Tangisannya menggetarkan semua orang yang ada di dalam ruangan itu. Tak terkecuali Albert dan Leo.
"Sekarang tidurlah, Nak!" Leo kini yang berbicara.
Maura merasa lelah menangis, ia merebahkan tubuhnya ia mencoba untuk tidur. Dave membelai rambut istrinya dengan lembut. Ia kemudian menyelimuti tubuh Maura. Tak lama Maura pun sudah berada di alam mimpi.
***
3 hari kemudian.
Dave membereskan perlengkapan Maura dan perlengkapannya. Hari ini Maura sudah diperbolehkan untuk pulang karena kondisinya yang sudah semakin membaik.
Namun setelah kepergian janinnya, Maura menjadi pemurung dan jarang sekali berbicara. Dave selalu saja memancingnya untuk berbicara, Dave tidak pernah lelah untuk menghibur istrinya.
Dave mengerti apa yang dipikirkan Maura, ia segera memapah istrinya meninggalkan sepasang suami istri itu.
"Sayang?" Dave memanggil Maura dengan lembut.
"Hm?"
"Setelah ini, ayo kita berlibur ke Bali! Bukankah kau ingin berlibur ke sana?" Dave tak menyerah untuk memancing Maura berbicara.
__ADS_1
"Aku tidak mood untuk liburan. Dave maafkan aku, beberapa hari ini aku mengacuhkanmu. Aku terus meratapi calon buah hati kita tanpa memikirkan perasaanmu, tanpa mempedulikanmu. Aku memang istri dan calon ibu yang tidak baik," bulir air mata membasahi pipi Maura yang merona.
Dave menyeka air mata istrinya, kemudian ia menangkup pipi Maura. Ia menggesek-gesekan hidungnya pada hidung wanita yang sangat dicintainya. "Aku mengerti dengan kondisimu, memang kau bukan istri yang sempurna. Namun aku mencintaimu tanpa tapi, aku mohon bangkitlah dari keterpurukanmu. Ayo kita melangkah ke depan untuk harapan yang baru!"
"Apa kau akan berubah setelah ini?" Maura tampak khawatir, ia sangat takut Dave berubah dan tak akan seperhatian lagi padanya.
"Tidak ada yang berubah, aku akan tetap mencintaimu sampai akhir hayatku."
Maura merasa tersentuh dengan kata-kata Dave, ia menatap manik mata biru pucat itu. Tak ada kebohongan di sana, Maura merasa yakin. Ia segera menghambur memeluk suaminya. "Terima kasih, Dave."
"Aku yang berterima kasih karena kau mau membuka hatimu lagi untukku. Ayo sekarang kita pulang! Lihatlah semua orang yang ada di sini Menonton kita!"
Maura mengedarkan pandangannya, benar saja semua orang yang ada disana memperhatikan mereka.
"Dave, aku malu!" Maura bersembunyi di dada bidang Dave, ia malah semakin menenggelamkan wajahnya.
Dave terkekeh, ia merasa gemas dengan tingkah istrinya. "jadi kau mau ke Bali bersamaku?"
"Ya, aku mau."
"Baiklah Minggu depan kita akan honeymoon ke sana."
__ADS_1
...Dear para readers : Harap tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, komentar atau hadiah dan vote untuk mendukung author. Terima kasih 🤗...