
Melihat surat di tangannya, Patricia kemudian mengangkat wajahnya dan menatap Kirana.
"Surat ini, apa ini benar?" Tanya Patricia yang merasa linglung membuat kepintarannya menguap selama beberapa waktu karena benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Terakhir kali dia bertemu dengan Elsa, adiknya masih sangat marah padanya. Bagaimana bisa sekarang adiknya malah menyerahkan hartanya padanya?
"Benar, saya sendiri yang menemui Nona Elsa dipenjara dan dia sendiri yang menandatangani surat itu. Jadi--" Kirana tidak melanjutkan ucapannya saat melihat Patricia sudah menutup matanya dengan kedua tangannya dan menangis sesegukan.
"Sahabatku sayang,," Meilin langsung memeluk Patricia dan membiarkan perempuan itu menangis di pelukannya.
"Ini artinya adikku sudah mau berbaikan denganku?" Tanya Patricia.
Meilin tidak mengatakan apapun, dia masih sangat curiga pada Elsa. Mungkin saja perempuan itu melakukannya hanya untuk menipu Patricia supaya Patricia mau membebaskan Elsa dari penjara.
Tetapi Kirana langsung berkata "Nona Elsa berpesan kepada saya kalau bisa saya membujuk Nyonya Patricia untuk menemuinya di kantor polisi. Dia bilang dia mau meminta maaf." Ucap Kirana.
Mendengar itu, Patricia langsung melepaskan pelukannya dengan Meilin dan menghapus air matanya.
"Aku akan menemuinya sekarang." Ucap Patricia segera ke kamarnya untuk mengambil jaket.
"Tapi Patricia,, kau masih belum sepenuhnya pulih, kau tidak boleh terlalu lelah." Kata Meilin menyusul Patricia.
__ADS_1
"Jangan menghentikan ku, dia adalah adikku satu-satunya jadi aku harus menemuinya." Kata Patricia buru-buru memakai jaketnya membuat Meilin merasa begitu kuatir Jadi dia segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Jun.
"Halo?" Seorang pria menjawab dari seberang telepon.
"Cepat katakan pada Tuan Lewi kalau istrinya hendak pergi ke kantor polisi menemui Elsa!" Ucap Meilin terburu-buru.
Tut Tut Tut...
Panggilan itu berhenti dan Patricia segera keluar dari kamar lalu berlari keluar Villa.
Ketiga perempuan itu langsung melesat ke kantor polisi dan begitu tiba di sana Patricia segera melapor.
"Saya ingin mengunjungi adik saya, Elsa." Ucap Patricia pada petugas.
"Ya," jawab Patricia.
"Nona Elsa baru saja dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan." Jawab sang petugas membuat wajah Patricia menjadi sangat pucat.
"Hei,," Meilin langsung menopang Patricia saat melihat perempuan itu hendak jatuh.
"Aku baik-baik saja. Aku harus ke rumah sakit." Kata Patricia lalu dia ditopang oleh Kirana dan Meilin ke mobil dan mereka segera pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
Setibanya di rumah sakit, Patricia langsung menanyakan keadaan adiknya pada resepsionist.
Salah satu petugas mengarahkan Patricia ke ruangan administrasi karena Elsa belum ditangani sebab belum ada keluarga yang bertanda tangan untuk tindakan yang akan dilakukan pada Elsa.
"Kandungan nya tidak bisa dipertahankan Jadi kami harus mengeluarkannya." Ucap Suster yang sedang menyerahkan beberapa berkas pada Patricia.
Patricia duduk di sofa sembari memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.
"Apakah kandungannya benar-benar tidak bisa dipertahankan?" Tanya Patricia.
"Maaf Nyonya, Saya tidak tahu apapun dan dokter hanya mengatakan pada saya untuk menginformasikan ini pada keluarga. Sebaiknya Nyonya cepat tanda tangan karena saat ini kondisi pasien sedang kritis dan kalau tidak segera ditangani maka bisa berakibat fatal." Ucap Suster.
Akhirnya Patricia tidak punya pilihan lain dan segera menandatangani surat persetujuan.
'Maaf Adik,,' Ucap Patricia dalam hati.
@Info.
Ehh udh BAB 100 ajah.. terima kasih buat para reder yang udh menenin otor berdebat dari awal sampai sekarang.. love kalian semua🤥🤥🤥
@Interaksi
__ADS_1
Heh? Makanan enak dibilang bikin muntah,, memang beda sih kalo warga jelata, kan makanan yang di tahu cuma garam sama cabai doang,, oppss 😂😂ðŸ¤