Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam

Pernikahan Kedua Dengan CEO Kejam
C113. Pernikahan batal


__ADS_3

Setelah acara saling tukar bunga, kedua pengantin kemudian diantar ke gedung resepsi.


"Kau gugup?" Tanya Jun pada Meilin ketika dia merasakan tangan Meilin mencengkram erat lengannya saat mereka hendak memasuki aula pernikahan.


"Siapa yang gugup? Ini hanya hal kecil yang mudah dilakukan!" Ucap Meilin membuat Jun merasa kecewa karena berpikir bahwa perempuan itu hanya menjalankan pernikahan ini karena perjodohan dan tanpa ada perasaan terhadapnya.


"Ayo jalan," tiba-tiba kata Elsa dari belakang yang sedang membawa keranjang bunga.


Akhirnya kedua pengantin memasuki aula pernikahan dengan Elsa yang menghamburkan bunga di setiap langkah kedua pengantin yang berbahagia di hari itu.


"Meilin terlihat cantik." Komentar Patricia yang duduk di salah satu kursi memperhatikan dua pengantin.


"Hmm," jawab Lewi yang tidak setuju dengan istrinya. Bagaimanapun dia melihatnya, istrinya jauh lebih cantik dari perempuan itu!


"Elsa juga terlihat bersinar malam ini, semoga di malam ini dia mendapat seorang jodoh." lagi kata Patricia dengan senyum indah terukir di bibirnya.


Kedua pengantin diiringi sorak sorai tepuk tangan hingga keduanya tiba di altar.

__ADS_1


"Hari yang bahagia untuk dua pengantin yang berbahagia yang akan mengikat janji suci nya pada malam hari ini. Hadiran semua silakan berdiri untuk mendengar pengakuan janji suci mereka." Sang pembawa acara memberi arahan.


Patricia sangat bersemangat berdiri namun ketika dia berdiri Dia merasakan perutnya agak kram dan keringat memenuhi keningnya.


Perempuan itu segera berpegangan pada lengan suaminya hingga Lewi melihat kondisi istrinya.


"Ada apa?" Tanya Lewi dengan cemas.


"Perutku terasa sakit." Ucap Patricia membuat Lewi menjadi sangat panik.


"Dimulai dari pengantin pria, silakan ucapkan janji suci mu untuk calon istrimu yang ada di hadapanmu." Ucap pembawa acara membuat Jun sangat bersemangat.


Jun baru akan membuka mulutnya untuk mengatakan janji suci ketika sebuah suara tiba-tiba mendahuluinya.


"Jun! Panggil ambulans!" Teriak Lewi dari kerumunan saat Patricia hampir terjatuh karena tidak kuat lagi berdiri.


Sekejap ruangan itu menjadi sangat ramai dan Jun yang baru saja akan mengatakan janji suci nya kini mematung di tempatnya.

__ADS_1


"Kubilang hubungi ambulans!" lagi teriak Lewi membuat Jum langsung merogoh kantong sakunya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi ambulans.


Akhirnya ambulans segera datang lalu Patricia dilarikan ke rumah sakit.


Pernikahan yang awalnya berjalan dengan hikmat dan hening langsung menjadi kacau terutama ketika pengantin perempuan bertekad meninggalkan acara pernikahan untuk menyusul Lewi dan Patricia.


Pada akhirnya 2 pengantin yang belum mengucap janji suci mereka kini berada di dalam sebuah mobil menuju rumah sakit.


'Astaga Tuan Lewi,, aku terus memaklumi setiap kali kau memberi perintah tiba-tiba meskipun itu tengah malam di jam istirahat ku. Tapi hari ini, tidak adakah orang yang lain yang bisa mengurusnya hingga harus membatalkan pernikahanku seperti ini?' Isak Jun dalam hatinya.


"Astaga,, Apakah Patricia akan melahirkan?! Astaga,, Aku akan segera memiliki seorang keponakan yang sangat lucu!" Ucap Meilin dengan sangat bersemangat membuat Jun menghela nafas.


'Dia memang tidak perduli dengan pernikahan itu.' Pikir Jun.


Bukannya Jun tidak senang karena Patricia akan melahirkan, tapi mengapa harus memilih hari di hari pernikahannya dan membatalkan dirinya membatalkan dirinya mengikat Meilin dalam janji suci pernikahan?


Lalu mengapa juga Meilin begitu keras?

__ADS_1



__ADS_2